400 ribu Vaksin AstraZeneca Tiba, Masyarakat Diminta Tak Pilih Merek

KPCPEN | CNN Indonesia
Selasa, 21 Des 2021 13:44 WIB
Setiap vaksin jadi yang datang akan langsung secepatnya didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, demi kelancaran program penyuntikan vaksin. Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 482.000 dosis vaksin jadi AstraZeneca telah tiba di Indonesia. Kedatangan vaksin tahap ke-162 tersebut merupakan donasi COVAX.

"Lancarnya kedatangan vaksin, membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong, Senin (20/12).

Usman mengatakan, setiap vaksin jadi yang telah datang, akan langsung secepatnya didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, agar program penyuntikan vaksin berjalan lancar dan lebih cepat.

Selain jaminan ketersediaan stok vaksin dan upaya percepatan vaksinasi, lanjutnya, pemerintah juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya bagi yang masih ragu dan enggan untuk divaksinasi.

Dia menegaskan, vaksinasi menjadi pelindung terhadap ancaman virus Covid-19 yang telah bermutasi beberapa kali ini.

Menurutnya, vaksinasi adalah salah satu kunci untuk melindungi diri dan bangsa dari ancaman Covid-19. Tercapainya herd immunity di Indonesia dipercaya akan meningkatkan kemampuan bangsa untuk segera keluar dari pandemi yang telah berlangsung nyaris dua tahun ini.

"Program vaksinasi sudah berlangsung hampir setahun, dan kita telah berada di jalur yang tepat dengan terus mengamankan stok vaksin untuk kebutuhan penduduk Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Usman meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, supaya terlindungi dan mengurangi risiko sakit berat jika terpapar Covid-19. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat fenomena masyarakat yang menunda vaksinasi karena pilih-pilih merek, menyebabkan upaya percepatan vaksinasi menjadi terkendala.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat sebelas jenis vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih merek vaksin, karena semua merek vaksin yang disediakan pemerintah sama aman dan berkhasiatnya.

"Jangan ambil risiko dengan menganggap pandami telah berakhir. Di samping tetap menjaga dan menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.

Terkait varian Omicron yang sudah ditemukan di Indonesia, Usman meminta masyarakat tidak panik. Tetapi, dia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, mematuhi protokol kesehatan dan semua imbauan pemerintah.

Dia mengimbau, bagi yang belum divaksin untuk segera divaksinasi. Terlebih saat ini di sejumlah negara, lockdown tengah diterapkan karena peningkatan kasus akibat Omicron.

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden Jokowi, adanya Omicron ini haruslah membuat kita lebih mawas diri, vaksinasi bagi yang belum, dan tetap menjaga protokol kesehatan," kata Usman.

(rea/rea)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER