Rangkuman Covid: Omicron Meningkat di RI, 2022 Prediksi Akhir Pandemi
CNN Indonesia
Kamis, 23 Des 2021 19:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah warga berdatangan untuk menerima vaksin Covid-19 di Jalan Pancoran Buntu, Jakarta Selatan, (10/12/2021). (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mencatat sebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Kendati demikian, pemerintah mengklaim kasus Omicron merupakan imported case alias belum menyebar dalam transmisi lokal atau komunitas.
Kendati demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakin bahwa pandemi Covid-19 global akan berakhir tahun depan, seiring dengan semakin banyaknya jumlah warga dunia yang mendapatkan proteksi tambahan melalui pemberian vaksin Covid-19.
CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Omicron di RI Jadi 8 Orang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tambahan tiga kasus varian Omicron. Dengan demikian, saat ini sudah terdapat delapan kasus warga terinfeksi positif varian Omicron di Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengkonfirmasi tiga temuan kasus baru itu merupakan imported case dari pelaku perjalanan luar negeri dari Malaysia dan Kongo.
"Saat ini sudah ada tambahan kasus lagi, satu orang dari Malaysia dan dua orang dari Kongo, mereka ini Pekerja Migran Indonesia (PMI) ya. Saat ini mereka sedang menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/12).
Mayoritas Kasus Omicron OTG
Kemenkes menyebut mayoritas dari total delapan kasus varian Omicron di Indonesia dinyatakan terinfeksi tanpa gejala atau OTG. Namun demikian, tiga di antaranya dilaporkan memiliki gejala batuk.
Direktur P2PML Kemenkes Siti Nadia Tarmizi memastikan gejala yang dialami pasien terinfeksi varian Omicron di Indonesia masih tergolong gejala ringan, tidak sampai mengalami demam, anosmia, maupun alergi seperti gatal-gatal.
"Tiga [kasus] gejala ringan ya, hanya batuk. Itu untuk kasus yang baru," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/12).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus probable warga terhadap varian Omicron di Indonesia semakin meningkat. Ia menambahkan, sementara ini temuan paling banyak didapatkan dari pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Budi kemudian mengklaim bahwa sejauh ini kasus varian Omicron merupakan penularan dari luar negeri atau imported case, sehingga sementara ini sama sekali belum ditemukan penularan lokal.
"Cukup banyak saya lihat, dia masuk lewat Entikong, jadi Malaysia, walaupun asalnya kita belum trace. Jadi dia memang masuknya dari Malaysia, tapi sebelumnya dia dari negara mana kita belum tahu," kata Budi.
WHO Yakin Pandemi Berakhir 2022
WHO optimistis bahwa pandemi Covid-19 berakhir pada 2022. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut prediksi itu didapatkan dari jumlah dosis vaksin yang terus meningkat didistribusikan ke seluruh dunia.
Ghebreyesus menuturkan sejauh ini jumlah dosis vaksin yang telah didistribusikan ke seluruh dunia sudah cukup mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di setiap negara.
"Tahun 2022 harus menjadi akhir dari pandemi Covid-19. Tapi itu juga harus menjadi awal dari sesuatu yang lain - era baru solidaritas," paparnya.
Berlanjut ke halaman berikutnya...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak masuk ke tempat yang tak mensyaratkan pengunjung scan barcode aplikasi PeduliLindungi. Dia juga menegaskan ancaman sanksi terhadap tempat yang tak menggunakan aplikasi itu untuk mencegah penularan Covid-19.
Anies menyampaikan imbauan itu guna mengantisipasi penularan virus corona saat momen Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
"Sebuah tempat yang di situ tidak ada aplikasi PeduliLindungi, maka tempat itu sesungguhnya berisiko. Lebih baik anda jangan masuk," kata Anies di Polda Metro Jaya, Kamis (23/12).
Tes PCR di KAI Dibanderol Rp195 Ribu
PT KAI (Persero) membuka layanan pemeriksaan Covid-19 berskema PCR di stasiun kereta api seharga Rp195 ribu per pemeriksaan. Layanan PCR perdana ini bisa dilakukan mulai Kamis (23/12).
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan membuka layanan ini untuk mempermudah penumpang melengkapi syarat bepergian di masa Nataru.
Mendagri Minta Pemda Maksimalkan Vaksinasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh jajaran gubernur, bupati/walikota di seluruh Indonesia untuk memaksimalkan penggunaan seluruh jenis vaksin virus corona yang saat ini tersedia di Indonesia.
Instruksi itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 440/7183/SJ tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Varian Omicron serta Penegakan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi yang diteken Tito pada 21 Desember lalu.
"...dengan menggunakan semua jenis vaksin. Jangan hanya menggunakan CoronaVac/Sinovac-Bio Farma, namun juga mengoptimalkan vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson," kata Tito dikutip dari SE, Kamis (23/12).
Kementerian Kesehatan mencatat capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia per Kamis (23/12) pukul 12.00 WIB, yakni 154.494.115 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 109.257.071 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 74,18 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 52,46 persen.
Update Covid 23 Desember 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Kamis (23/12) mencatat terdapat penambahan kasus Covid-19 baru sebanyak 136 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 232 kasus, dan 8 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.261.208 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.112.524 orang dinyatakan pulih, 4.642 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 144.042 orang lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mencatat sebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Kendati demikian, pemerintah mengklaim kasus Omicron merupakan imported case alias belum menyebar dalam transmisi lokal atau komunitas.
Kendati demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakin bahwa pandemi Covid-19 global akan berakhir tahun depan, seiring dengan semakin banyaknya jumlah warga dunia yang mendapatkan proteksi tambahan melalui pemberian vaksin Covid-19.
CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Omicron di RI Jadi 8 Orang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tambahan tiga kasus varian Omicron. Dengan demikian, saat ini sudah terdapat delapan kasus warga terinfeksi positif varian Omicron di Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengkonfirmasi tiga temuan kasus baru itu merupakan imported case dari pelaku perjalanan luar negeri dari Malaysia dan Kongo.
"Saat ini sudah ada tambahan kasus lagi, satu orang dari Malaysia dan dua orang dari Kongo, mereka ini Pekerja Migran Indonesia (PMI) ya. Saat ini mereka sedang menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/12).
Mayoritas Kasus Omicron OTG
Kemenkes menyebut mayoritas dari total delapan kasus varian Omicron di Indonesia dinyatakan terinfeksi tanpa gejala atau OTG. Namun demikian, tiga di antaranya dilaporkan memiliki gejala batuk.
Direktur P2PML Kemenkes Siti Nadia Tarmizi memastikan gejala yang dialami pasien terinfeksi varian Omicron di Indonesia masih tergolong gejala ringan, tidak sampai mengalami demam, anosmia, maupun alergi seperti gatal-gatal.
"Tiga [kasus] gejala ringan ya, hanya batuk. Itu untuk kasus yang baru," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/12).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus probable warga terhadap varian Omicron di Indonesia semakin meningkat. Ia menambahkan, sementara ini temuan paling banyak didapatkan dari pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang merupakan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Budi kemudian mengklaim bahwa sejauh ini kasus varian Omicron merupakan penularan dari luar negeri atau imported case, sehingga sementara ini sama sekali belum ditemukan penularan lokal.
"Cukup banyak saya lihat, dia masuk lewat Entikong, jadi Malaysia, walaupun asalnya kita belum trace. Jadi dia memang masuknya dari Malaysia, tapi sebelumnya dia dari negara mana kita belum tahu," kata Budi.
WHO Yakin Pandemi Berakhir 2022
WHO optimistis bahwa pandemi Covid-19 berakhir pada 2022. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut prediksi itu didapatkan dari jumlah dosis vaksin yang terus meningkat didistribusikan ke seluruh dunia.
Ghebreyesus menuturkan sejauh ini jumlah dosis vaksin yang telah didistribusikan ke seluruh dunia sudah cukup mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di setiap negara.
"Tahun 2022 harus menjadi akhir dari pandemi Covid-19. Tapi itu juga harus menjadi awal dari sesuatu yang lain - era baru solidaritas," paparnya.
Berlanjut ke halaman berikutnya...
Anies Ancam Sanksi Tempat Tak Pakai Aplikasi PeduliLindungi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berorasi saat menemui buruh yang berunjuk rasa menolak besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/22/2021). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak masuk ke tempat yang tak mensyaratkan pengunjung scan barcode aplikasi PeduliLindungi. Dia juga menegaskan ancaman sanksi terhadap tempat yang tak menggunakan aplikasi itu untuk mencegah penularan Covid-19.
Anies menyampaikan imbauan itu guna mengantisipasi penularan virus corona saat momen Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
"Sebuah tempat yang di situ tidak ada aplikasi PeduliLindungi, maka tempat itu sesungguhnya berisiko. Lebih baik anda jangan masuk," kata Anies di Polda Metro Jaya, Kamis (23/12).
Tes PCR di KAI Dibanderol Rp195 Ribu
PT KAI (Persero) membuka layanan pemeriksaan Covid-19 berskema PCR di stasiun kereta api seharga Rp195 ribu per pemeriksaan. Layanan PCR perdana ini bisa dilakukan mulai Kamis (23/12).
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan membuka layanan ini untuk mempermudah penumpang melengkapi syarat bepergian di masa Nataru.
Mendagri Minta Pemda Maksimalkan Vaksinasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh jajaran gubernur, bupati/walikota di seluruh Indonesia untuk memaksimalkan penggunaan seluruh jenis vaksin virus corona yang saat ini tersedia di Indonesia.
Instruksi itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 440/7183/SJ tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Varian Omicron serta Penegakan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi yang diteken Tito pada 21 Desember lalu.
"...dengan menggunakan semua jenis vaksin. Jangan hanya menggunakan CoronaVac/Sinovac-Bio Farma, namun juga mengoptimalkan vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson," kata Tito dikutip dari SE, Kamis (23/12).
Kementerian Kesehatan mencatat capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia per Kamis (23/12) pukul 12.00 WIB, yakni 154.494.115 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 109.257.071 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 74,18 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 52,46 persen.
Update Covid 23 Desember 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Kamis (23/12) mencatat terdapat penambahan kasus Covid-19 baru sebanyak 136 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 232 kasus, dan 8 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.261.208 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.112.524 orang dinyatakan pulih, 4.642 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 144.042 orang lainnya meninggal dunia.