Menkes Beberkan Kronologi Pasien Omicron 'Lolos' dari Wisma Atlet

CNN Indonesia
Senin, 27 Des 2021 15:52 WIB
Menkes membeberkan kronologi 'lolos'-nya salah satu pasien terinfeksi Covid-19 varian Omicron yang sempat diisolasi di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Biro Pers/Muchlis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan kronologi 'lolos'-nya salah satu pasien terinfeksi varian SARS-CoV-2 atau Covid-19 varian Omicron yang sempat diisolasi di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Budi menyebut pasien tersebut merupakan WNI pelaku perjalanan dari Inggris yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Namun pasien tersebut mengajukan tes pembanding dan hasilnya negatif Covid-19.

"Dia minta tes pembanding, dites hasilnya negatif. Makanya dia minta keluar berdasarkan hasil tes kedua. Kemudian diberikan [izin] ke Dinkes DKI, dimintakan, boleh, tapi harus diisolasi di rumah," kata Budi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/12).


Budi melanjutkan, permintaan dispensasi untuk isolasi di rumah itu diberikan lantaran rumah pasien tersebut dinilai memadai untuk isolasi mandiri. Namun kemudian, pemeriksaan lanjutan menggunakan metode pengurutan genom keseluruhan (Whole Genome Sequences/WGS) menunjukkan pasien tersebut terinfeksi varian Omicron.

"Lima hari kemudian tesnya Omicron, jadi kita kejar lagi. Kita tes seluruh keluarganya semua, dan Alhamdulillah sudah negatif," lanjut Budi.

Temuan itu, lanjut Budi, akan menjadi pelajaran bagi Kementerian Kesehatan. Kedepannya pihaknya akan melakukan pemeriksaan Covid-19 hingga tiga kali untuk memastikan pasien tersebut negatif Covid-19. Selain itu, pelaku perjalanan luar negeri wajib menjalani karantina 10 x 24 jam di tempat isolasi terpusat.

Sementara itu, jumlah kasus varian Omicron di Indonesia terus mengalami penambahan jelang tahun baru 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 26 Desember mengkonfirmasi varian yang pertama kali diumumkan teridentifikasi di Indonesia pada 15 Desember lalu itu kini telah berjumlah 46 kasus.

Kendati demikian, Kemenkes memastikan puluhan kasus itu merupakan imported case alias penularan kasus dari para pelaku perjalanan internasional, sehingga mereka mengklaim varian Omicron belum teridentifikasi sebagai penularan lokal di masyarakat.

(khr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER