Survei PRC-PPI: 51 Persen Pemilih PDIP Dukung Ganjar, 4 Persen ke Puan
CNN Indonesia
Senin, 27 Des 2021 20:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowobanyak mendapat dukungan dari internalPDIPjuga dari sejumlah parpol lain dalam simulasi 15 tokoh potensial dalam bursa pencalonan presiden 2024.
Hasil itu terungkap dalam survei yang dirilis lembaga Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) pada Senin (27/12).
Dari partai yang menaunginya, PDIP, Ganjar mendapat dukungan hingga 51 persen. Jauh mengungguli Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang hanya mendapat empat persen dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, dalam beberapa waktu terakhir, nama Puan lebih dominan disorot dan diproyeksikan partai banteng tersebut untuk maju di Pilpres 2024.
"Bagaimana Ganjar bisa mengamankan suara PDIP. Misalnya dibanding Puan Maharani yang hanya 4 persen. Ganjar mendapatkan di internal PDIP setidaknya, responden yang terafiliasi dengan arus yang sudah memilih PDIP di pemilu sebelumnya 51 persen memberikan suaranya kepada Ganjar," kata Direkrut Eksekutif PRC, Rio Prayogo dalam paparannya.
Selain dari kalangan PDIP, Ganjar banyak mendapat dukungan dari kader PKB, PSI, hingga Perindo.
Dari suara PKB di Pemilu sebelumnya pada 2019, 22 persen di antaranya diproyeksikan bakal memberikan suaranya kepada Ganjar. Suara PKB kepada politikus PDIP itu bahkan lebih besar ketimbang Khofifah Indar Parawansa, kader partai tersebut yang kini menjadi Gubernur Jawa Timur.
"Beberapa waktu lalu, teman-teman kami melalukan survei regional di Jatim. Memang, Ganjar ini bisa mengungguli Gubernur Jatim itu sendiri," kata Rio.
Dalam tabel dukungan parpol kepada 15 nama tokoh potensial capres 2024 itu, hasil PRC dan PPI mengungkap Ganjar juga banyak mendapat dukungan PSI dan Perindo.
Dari Perindo, angkanya mencapai 22 persen, sedangkan dari PSI menjadi paling tinggi kedua di bawah PDIP mencapai 48 persen.
Sementara, berdasarkan wilayah, suara kepada Ganjar banyak berasal dari daerah DIY, Jateng, dan Bali. Ganjar namun demikian juga unggul di Jawa Timur yang notabene merupakan basis Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Dibanding 14 nama potensial lain, Ganjar relatif hampir mendominasi di berbagai wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Kalimantan, Papua, hingga Sumatra. Suara Ganjar hanya lemah di Sulawesi.
"Jadi, Jateng DIY itu adalah basis tradisional PDIP. Jokowi juga sangat kuat di situ. Kemudian Ganjar bisa memantapkan dirinya di sana, sampai ke-47 persen," kata Rio.
Survei PRC dan PPI, menggunakan metode multi stage random sampling dengan 1.600 responden yang tersebar di 34 provinsi. Responden merupakan penduduk berusia 17 tahu atau sudah menikah.
Survei dilakukan sejak 12 November hingga 4 Desember lalu, dengan margin of error 2,5 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Sebagai informasi, dalam beberapa survei terakhir nama Puan memang masih kalah mentereng dibandingkan tokoh politik hingga pejabat negara lain. Bahkan, Puan yang notabene Ketua DPP PDIP dan juga putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu masih kalah populer dibandingkan Ganjar Pranowo. Diketahui Ganjar adalah kader PDIP yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah.
Dalam survei PRC-PPI yang dirilis hari ini, Ganjar mengungguli semua nama populer seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Ganjar memiliki elektabilitas 17,2 persen. Disusul Prabowo 14,6 persen dan Anies 9,1 persen. Nama Puan ada di urutan ke-19 dengan elektabilitas 0,8 persen.
Pun demikian dengan hasil survei yang dilakukan lembaga Charta Politika yang dirilis sepekan sebelumnya. Charta Politika mendapatkan elektabilitas Ganjar sebagai capres saat ini di angka 25,8 persen. Sementara Puan, elektabilitasnya 0,8 persen.
Pada waktu yang hampir bersamaan kala itu, Survei Populi Center pun menemukan dukungan pada Ganjar tiga kali lipat untuk Puan terkait Pilpres. Puan Maharani mendapatkan 17,5 persen, sementara Ganjar 58,3 persen.
Baca halaman selanjutnya bagaimana bila Jokowi berpihak pada salah satu bacalon pada Pilpres.
Dalam survei yang sama, Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) mendapati 46,9 persen responden dinyatakan masih mempertimbangkan atau berpikir ulang bila Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendukung salah satu tokoh yang maju dalam pencalonan presiden.
Yang akan mengikuti pilihan Jokowi sebanyak 14,3 persen dan menolak 27,6 persen.
"Seandainya Presiden Joko Widodo mendukung salah satu calon presiden, bagaimana sikap bapak/ibu?" Demikian bunyi pertanyaan dalam jajak pendapat hasil survei kedua lembaga terkait efek Jokowi di pilpres tersebut yang dirilis, Senin (27/12).
Jajak pendapat soal efek Jokowi itu menunjukkan, tingkat kepercayaan publik pada rekomendasi Jokowi meningkat sejak Desember 2020, dari semula hanya 11 persen menjadi 14,3 persen setahun setelahnya atau pada November dan Desember 2021.
Ketidakpercayaan publik pada rekomendasi Jokowi untuk pilihan capres juga naik sejak Desember 2020, dari semula 23 persen menjadi 27,6 persen pada Desember 2021.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowobanyak mendapat dukungan dari internalPDIPjuga dari sejumlah parpol lain dalam simulasi 15 tokoh potensial dalam bursa pencalonan presiden 2024.
Hasil itu terungkap dalam survei yang dirilis lembaga Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) pada Senin (27/12).
Dari partai yang menaunginya, PDIP, Ganjar mendapat dukungan hingga 51 persen. Jauh mengungguli Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang hanya mendapat empat persen dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, dalam beberapa waktu terakhir, nama Puan lebih dominan disorot dan diproyeksikan partai banteng tersebut untuk maju di Pilpres 2024.
"Bagaimana Ganjar bisa mengamankan suara PDIP. Misalnya dibanding Puan Maharani yang hanya 4 persen. Ganjar mendapatkan di internal PDIP setidaknya, responden yang terafiliasi dengan arus yang sudah memilih PDIP di pemilu sebelumnya 51 persen memberikan suaranya kepada Ganjar," kata Direkrut Eksekutif PRC, Rio Prayogo dalam paparannya.
Selain dari kalangan PDIP, Ganjar banyak mendapat dukungan dari kader PKB, PSI, hingga Perindo.
Dari suara PKB di Pemilu sebelumnya pada 2019, 22 persen di antaranya diproyeksikan bakal memberikan suaranya kepada Ganjar. Suara PKB kepada politikus PDIP itu bahkan lebih besar ketimbang Khofifah Indar Parawansa, kader partai tersebut yang kini menjadi Gubernur Jawa Timur.
"Beberapa waktu lalu, teman-teman kami melalukan survei regional di Jatim. Memang, Ganjar ini bisa mengungguli Gubernur Jatim itu sendiri," kata Rio.
Dalam tabel dukungan parpol kepada 15 nama tokoh potensial capres 2024 itu, hasil PRC dan PPI mengungkap Ganjar juga banyak mendapat dukungan PSI dan Perindo.
Dari Perindo, angkanya mencapai 22 persen, sedangkan dari PSI menjadi paling tinggi kedua di bawah PDIP mencapai 48 persen.
Sementara, berdasarkan wilayah, suara kepada Ganjar banyak berasal dari daerah DIY, Jateng, dan Bali. Ganjar namun demikian juga unggul di Jawa Timur yang notabene merupakan basis Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Dibanding 14 nama potensial lain, Ganjar relatif hampir mendominasi di berbagai wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Kalimantan, Papua, hingga Sumatra. Suara Ganjar hanya lemah di Sulawesi.
"Jadi, Jateng DIY itu adalah basis tradisional PDIP. Jokowi juga sangat kuat di situ. Kemudian Ganjar bisa memantapkan dirinya di sana, sampai ke-47 persen," kata Rio.
Survei PRC dan PPI, menggunakan metode multi stage random sampling dengan 1.600 responden yang tersebar di 34 provinsi. Responden merupakan penduduk berusia 17 tahu atau sudah menikah.
Survei dilakukan sejak 12 November hingga 4 Desember lalu, dengan margin of error 2,5 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Sebagai informasi, dalam beberapa survei terakhir nama Puan memang masih kalah mentereng dibandingkan tokoh politik hingga pejabat negara lain. Bahkan, Puan yang notabene Ketua DPP PDIP dan juga putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu masih kalah populer dibandingkan Ganjar Pranowo. Diketahui Ganjar adalah kader PDIP yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah.
Dalam survei PRC-PPI yang dirilis hari ini, Ganjar mengungguli semua nama populer seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Ganjar memiliki elektabilitas 17,2 persen. Disusul Prabowo 14,6 persen dan Anies 9,1 persen. Nama Puan ada di urutan ke-19 dengan elektabilitas 0,8 persen.
Pun demikian dengan hasil survei yang dilakukan lembaga Charta Politika yang dirilis sepekan sebelumnya. Charta Politika mendapatkan elektabilitas Ganjar sebagai capres saat ini di angka 25,8 persen. Sementara Puan, elektabilitasnya 0,8 persen.
Pada waktu yang hampir bersamaan kala itu, Survei Populi Center pun menemukan dukungan pada Ganjar tiga kali lipat untuk Puan terkait Pilpres. Puan Maharani mendapatkan 17,5 persen, sementara Ganjar 58,3 persen.
Baca halaman selanjutnya bagaimana bila Jokowi berpihak pada salah satu bacalon pada Pilpres.
Efek Jokowi di Pilpres 2024
Presiden RI Joko Widodo meninjau vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Dalam survei yang sama, Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) mendapati 46,9 persen responden dinyatakan masih mempertimbangkan atau berpikir ulang bila Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendukung salah satu tokoh yang maju dalam pencalonan presiden.
Yang akan mengikuti pilihan Jokowi sebanyak 14,3 persen dan menolak 27,6 persen.
"Seandainya Presiden Joko Widodo mendukung salah satu calon presiden, bagaimana sikap bapak/ibu?" Demikian bunyi pertanyaan dalam jajak pendapat hasil survei kedua lembaga terkait efek Jokowi di pilpres tersebut yang dirilis, Senin (27/12).
Jajak pendapat soal efek Jokowi itu menunjukkan, tingkat kepercayaan publik pada rekomendasi Jokowi meningkat sejak Desember 2020, dari semula hanya 11 persen menjadi 14,3 persen setahun setelahnya atau pada November dan Desember 2021.
Ketidakpercayaan publik pada rekomendasi Jokowi untuk pilihan capres juga naik sejak Desember 2020, dari semula 23 persen menjadi 27,6 persen pada Desember 2021.