Kronologi Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron Pertama di Jakarta
CNN Indonesia
Selasa, 28 Des 2021 15:59 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Situasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan kronologi temuan satu kasus transmisi lokal warga yang terinfeksi SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di DKI Jakarta.
Pasien laki-laki berusia 37 tahun itu saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
"Di Indonesia, kami sampaikan ada satu kasus transmisi lokal Omicron, sehingga per Selasa 28 Desember terdapat 47 kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia, di mana 46 kasus adalah kasus impor dan 1 kasus transmisi lokal," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara daring, Selasa (28/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadia melanjutkan, laki-laki tersebut merupakan warga berdomisili di Medan yang kerap bolak-balik DKI Jakarta untuk keperluan tertentu. Ia menjelaskan, pada 6 Desember lalu, warga tersebut tiba di Jakarta dengan status negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes Covid-19.
Ia tercatat tidak ada riwayat perjalanan luar negeri dalam waktu dekat. Kemudian, pada 19 Desember, warga tersebut melakukan pemeriksaan rapid test antigen sebagai syarat perjalanan untuk kembali ke Medan, namun hasilnya diketahui positif Covid-19.
Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan lanjutan guna validasi melalui tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan hasilnya masih sama, positif Covid-19. Akhirnya sampel tersebut dilakukan pemeriksaan S Gene Target Failure (SGTF) yang menunjukkan warga tersebut probable Omicron.
Selanjutnya, sampel tersebut kembali divalidasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) oleh salah satu laboratorium yang bekerja sama dengan Kemenkes. Kemudian pada 26 Desember diketahui hasilnya positif terkonfirmasi varian Omicron.
"Dinkes DKI sudah berkoordinasi dengan Disparekraf untuk melakukan tracing di tempat yang bersangkutan datangi seperti di SCBD dan sekitar tempat tinggal yang bersangkutan, serta melakukan tracing kegiatan yang dilakukan yang bersangkutan selama berada di Jakarta," jelas Nadia.
Nadia mengatakan saat ini tracing terhadap kasus Omicron transmisi lokal ini masih berproses. Ia menyebut tracing dilakukan pada sejumlah pegawai dan pengunjung di salah satu restoran SCBD lantaran pada 17 Desember warga terinfeksi Omicron itu sempat makan di sana.
Selain itu, tracing juga dilakukan pada sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas mengambil spesimen warga tersebut, baik pada pemeriksaan rapid test antigen maupun tes PCR.
"Mengenai jumlah yang di-tracing kasus Omicron lokal ini memang masih dalam proses, karena mengingat tadi yang bersangkutan kan banyak melakukan aktivitas, sehingga kita harus melihat 14 hari ke belakang," kata dia.
Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes ini juga tak menampik sempat terjadi aksi penolakan saat penjemputan atau evakuasi oleh petugas. Ia menyebut proses evakuasi sempat melibatkan aparat kepolisian dan TNI. Warga tersebut bertempat tinggal di salah satu apartemen di Pluit, Jakarta Utara.
Kendati begitu, Nadia melanjutkan, pasien terinfeksi Omicron tersebut bersedia dibawa ke RSPI Sulianti Saroso dan menjalani tes swab ulang sebagai syarat masuk tes perawatan di fasilitas kesehatan.
"Jadi memang awalnya yang bersangkutan menolak dilakukan evakuasi, tapi saat ini sudah cukup kooperatif," lanjutnya.
Nadia juga menjelaskan alasan pihaknya memboyong pasien tersebut ke RSPI alih-alih RSDC Wisma Atlet seperti puluhan pasien Omicron lainnya. Pihaknya ingin melakukan perawatan lebih maksimal pada temuan kasus pertama transmisi lokal Omicron di Indonesia.
Selain itu, Kemenkes ingin meneliti lebih jauh gejala klinis yang dialami pasien tersebut. Lantaran diketahui pasien tersebut dinyatakan terinfeksi Omicron tanpa gejala alias OTG.
"Karena ini pertama kasus transmisi lokal, jadi kita ingin meminimalisir kemungkinan yang mungkin terjadi. Karena fasilitas RS itu jauh lebih baik daripada isolasi, sambil kita pelajari pola-pola klinis dari pada Omicron yang tertular dari transmisi lokal ini," ujar Nadia.
Sementara itu, per 28 Desember, Kemenkes mencatat total terdapat 47 kasus varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini, dengan rincian 46 kasus transmisi dari pelaku perjalanan luar negeri, dan satu kasus transmisi lokal.
Nadia kemudian menjelaskan puluhan warga tersebut positif varian Omicron berdasarkan pemeriksaan WGS yang hasilnya keluar secara bertahap. Kasus tersebut juga sudah dilaporkan melalui lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).
GISAID merupakan sebuah lembaga bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS-CoV-2.
Adapun puluhan warga itu merupakan WNI pelaku perjalanan dari sejumlah negara. Seperti Amerika Serikat, Kongo, Korea Selatan, Turki, Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki, dan ada pula seorang orang WNA asal Nigeria.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan kronologi temuan satu kasus transmisi lokal warga yang terinfeksi SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di DKI Jakarta.
Pasien laki-laki berusia 37 tahun itu saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
"Di Indonesia, kami sampaikan ada satu kasus transmisi lokal Omicron, sehingga per Selasa 28 Desember terdapat 47 kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia, di mana 46 kasus adalah kasus impor dan 1 kasus transmisi lokal," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara daring, Selasa (28/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadia melanjutkan, laki-laki tersebut merupakan warga berdomisili di Medan yang kerap bolak-balik DKI Jakarta untuk keperluan tertentu. Ia menjelaskan, pada 6 Desember lalu, warga tersebut tiba di Jakarta dengan status negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes Covid-19.
Ia tercatat tidak ada riwayat perjalanan luar negeri dalam waktu dekat. Kemudian, pada 19 Desember, warga tersebut melakukan pemeriksaan rapid test antigen sebagai syarat perjalanan untuk kembali ke Medan, namun hasilnya diketahui positif Covid-19.
Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan lanjutan guna validasi melalui tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan hasilnya masih sama, positif Covid-19. Akhirnya sampel tersebut dilakukan pemeriksaan S Gene Target Failure (SGTF) yang menunjukkan warga tersebut probable Omicron.
Selanjutnya, sampel tersebut kembali divalidasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) oleh salah satu laboratorium yang bekerja sama dengan Kemenkes. Kemudian pada 26 Desember diketahui hasilnya positif terkonfirmasi varian Omicron.
"Dinkes DKI sudah berkoordinasi dengan Disparekraf untuk melakukan tracing di tempat yang bersangkutan datangi seperti di SCBD dan sekitar tempat tinggal yang bersangkutan, serta melakukan tracing kegiatan yang dilakukan yang bersangkutan selama berada di Jakarta," jelas Nadia.
Nadia mengatakan saat ini tracing terhadap kasus Omicron transmisi lokal ini masih berproses. Ia menyebut tracing dilakukan pada sejumlah pegawai dan pengunjung di salah satu restoran SCBD lantaran pada 17 Desember warga terinfeksi Omicron itu sempat makan di sana.
Selain itu, tracing juga dilakukan pada sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas mengambil spesimen warga tersebut, baik pada pemeriksaan rapid test antigen maupun tes PCR.
"Mengenai jumlah yang di-tracing kasus Omicron lokal ini memang masih dalam proses, karena mengingat tadi yang bersangkutan kan banyak melakukan aktivitas, sehingga kita harus melihat 14 hari ke belakang," kata dia.
Kemenkes mencatat total terdapat 47 kasus varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini. (AP/Ariel Schalit)
Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes ini juga tak menampik sempat terjadi aksi penolakan saat penjemputan atau evakuasi oleh petugas. Ia menyebut proses evakuasi sempat melibatkan aparat kepolisian dan TNI. Warga tersebut bertempat tinggal di salah satu apartemen di Pluit, Jakarta Utara.
Kendati begitu, Nadia melanjutkan, pasien terinfeksi Omicron tersebut bersedia dibawa ke RSPI Sulianti Saroso dan menjalani tes swab ulang sebagai syarat masuk tes perawatan di fasilitas kesehatan.
"Jadi memang awalnya yang bersangkutan menolak dilakukan evakuasi, tapi saat ini sudah cukup kooperatif," lanjutnya.
Nadia juga menjelaskan alasan pihaknya memboyong pasien tersebut ke RSPI alih-alih RSDC Wisma Atlet seperti puluhan pasien Omicron lainnya. Pihaknya ingin melakukan perawatan lebih maksimal pada temuan kasus pertama transmisi lokal Omicron di Indonesia.
Selain itu, Kemenkes ingin meneliti lebih jauh gejala klinis yang dialami pasien tersebut. Lantaran diketahui pasien tersebut dinyatakan terinfeksi Omicron tanpa gejala alias OTG.
"Karena ini pertama kasus transmisi lokal, jadi kita ingin meminimalisir kemungkinan yang mungkin terjadi. Karena fasilitas RS itu jauh lebih baik daripada isolasi, sambil kita pelajari pola-pola klinis dari pada Omicron yang tertular dari transmisi lokal ini," ujar Nadia.
Sementara itu, per 28 Desember, Kemenkes mencatat total terdapat 47 kasus varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini, dengan rincian 46 kasus transmisi dari pelaku perjalanan luar negeri, dan satu kasus transmisi lokal.
Nadia kemudian menjelaskan puluhan warga tersebut positif varian Omicron berdasarkan pemeriksaan WGS yang hasilnya keluar secara bertahap. Kasus tersebut juga sudah dilaporkan melalui lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).
GISAID merupakan sebuah lembaga bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS-CoV-2.
Adapun puluhan warga itu merupakan WNI pelaku perjalanan dari sejumlah negara. Seperti Amerika Serikat, Kongo, Korea Selatan, Turki, Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki, dan ada pula seorang orang WNA asal Nigeria.