Yahya Staquf Tak Mau PBNU Jadi Alat Politik PKB

CNN Indonesia
Rabu, 29 Des 2021 18:33 WIB
Gus Yahya tak memungkiri bahwa PBNU dan PKB itu terbilang memiliki sejarah hubungan yang erat, tapi tak bisa ormas Islam itu menjadi alat dari parpol terkait. Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya tidak mau organisasinya dipakai sebagai alat politik partai politik apapun, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Yahya mengatakan memang PBNU memiliki hubungan erat dengan PKB. Namun, hal itu tidak serta-merta membuat PBNU sebagai alat pemenangan PKB.

"Relasi NU dengan PKB saya kira alami sekali, karena dulu PKB dulu sendiri diinisiasi, dideklarasikan oleh pengurus-pengurus PBNU, itu satu hal. Tapi, sekali lagi tidak boleh lalu NU ini jadi alat dari PKB atau dikooptasi dengan PKB," kata Yahya dalam program Newsroom CNN Indonesia TV, Rabu (29/12) petang.


Meski demikian, Yahya membuka ruang jika ada pengurus PKB yang hendak bergabung dengan PBNU. Dia juga membuka ruang itu bagi pengurus partai politik lainnya.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu pun mengaku ingin PBNU merangkul semua kelompok. NU, katanya, akan menjadi wadah komunikasi antara perwakilan partai politik.

"Tidak boleh ada satu warna, semuanya harus bisa mendapatkan kesempatan sehingga NU sendiri bisa jadi semacam warna clearing house untuk menyepakati hal yang berbeda kepentingan-kepentingan," ujar Yahya.

Sebelumnya, kepada CNNIndonesia.com, Yahya Cholil Staquf menyatakan tak mau PBNU terlibat sebagai peserta dalam kontestasi politik. Dia menegaskan tidak ingin ada pengurus PBNU yang mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024. Dia

"Saya bilang sejak awal saya ndak mau menjadi calon presiden atau calon wakil presiden. Saya tidak mau ada calon presiden dan calon wakil presiden dari PBNU. Supaya apa? Supaya PBNU tetap dalam posisi menjadi penyanggah di 2024," kata Yahya saat ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya di Jakarta, Rabu (10/11).

(dhf/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER