TB Hasanuddin Ingatkan Arteria: Hati-hati Berucap, Jangan Arogan

CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 17:42 WIB
Anggota DPR Fraksi PDIP yang terpilih dari Dapil Jabar IX, TB Hasanuddin mengingatkan koleganya, Arteria Dahlan, agar tak arogan soal 'Bahasa Sunda di Rapat'. Anggota DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin dalam satu momen debat antarkandidat Pilgub Jawa Barat 2018. (CNNIndonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR RI periode 2019-2024 yang terpilih dari Dapil Jawa Barat IX, TB Hasanuddin mengingatkan koleganya sesama anggota DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, tidak bersikap arogan.

Hal itu disampaikan Hasanuddin--yang juga dari fraksi PDIP--merespons pernyataan keras Arteria dalam rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung untuk mengganti kepala kejaksaan yang pakai bahasa Sunda di dalam rapat

Sebagai seorang anggota DPR, menurut Hasanuddin, Arteria harus berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan dan bersikap.


"Kenapa harus dipecat seperti telah melakukan kejahatan saja? Saya ingatkan sebagai anggota DPR sebaiknya berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Jangan bertingkah arogan, ingat setiap saat rakyat akan mengawasi dan menilai kita," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/1).

Ia menilai, kritik Arteria itu terlalu berlebihan dan bisa melukai perasaan masyarakat  dari suku Sunda. Hasanuddin pun menerangkan, seseorang yang dipecat dari jabatannya dilatarbelakangi pelanggaran pidana berat atau kejahatan yang memalukan.

Menurutnya, pernyataan Arteria seolah-olah mengindikasikan penggunaan bahasa daerah, seperti Sunda, masuk kategori kejahatan berat yang pelakunya harus dipecat.

"Mungkin pada saat rapat ada pembicaraan yang tak resmi sehingga menggunakan bahasa Sunda atau bahasa daerah lain," ujar Hasanudin.

Tetapi, tambah Hasanuddin, sebaiknya kepala kejaksaan tinggi (kajati) terkait diingatkan dan tak perlu diusulkan untuk dipecat seperti penjahat.

"Kenapa harus dipecat seperti telah melakukan kejahatan saja?" sindir mantan sekretaris militer presiden tersebut.

Sebagai informasi, sebelumnya Arteria mengkritik seorang kajati yang menggunakan bahasa Sunda dalam sebuah rapat. Hal itu disampaikan Arteria dalam rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1). Arteria tak menjelaskan jaksa dan rapat yang dimaksudkan itu secara lugas.

Dalam rapat, Arteria meminta Burhanuddin mengambil tindakan tegas dengan memecat oknum Kepala Kejati tersebut. Namun, Arteria tak menyebut oknum kepala Kejati dan momen rapat yang dimaksudkannya tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati Pak, yang dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu," kata Arteria.

Merespons hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendesak Arteria meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

"Saya, mengimbau Bapak Arteria Dahlan sebaliknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini," kata Emil di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/1).

Usai jadi polemik, Arteria mengklaim pernyataan itu disampaikan untuk membantu kejaksaan menjelaskan ke publik bahwa seseorang bisa menduduki jabatan strategis di kejaksaan karena memiliki kompetensi, kapasitas, serta kualitas meskipun orang tersebut berasal dari suku Sunda.

"Pertama saya minta untuk bisa memahami suasana rapat, kalau rapat Komisi III dengan kejaksaan sudah tahulah bagaimana isu di luar sana mengatakan ada Sunda Empire, saya berusaha membantu institusi kejaksaan dan Jaksa Agung bahwa tidak ada Sunda empire," kata Arteria kepada wartawan, Selasa (18/1).

Sementara itu dari pihak Kejaksaan Agung belum ada pernyataan terkait peringatan keras dari Arteria tersebut.

(mts/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER