Banjir Kembali Rendam Jember, 455 Warga Terdampak 3 Rumah Rusak

khr | CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 17:30 WIB
Sebanyak 124 Kepala Keluarga (KK) atau 455 jiwa di lima kecamatan di Jember, Jatim, terdampak banjir setinggi hampir 1 meter. Ilustrasi. Lima kecamatan di Jember, Jatim, terendam banjir. (Dok. BNPB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lima kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) 70 hingga 90 sentimeter pada Kamis (20/1) malam.

Banjir terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi, sehingga mengakibatkan meluapnya Sungai Petung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat daerah terendam banjir itu antara lain Desa Pakis di Kecamatan Panti; Desa Badean dan Desa Petung di Kecamatan Bangsalsari. Kemudian, Desa Rambigudam dan Desa Pecoro di Kecamatan Rambipuji; Desa Klungkung di Kecamatan Sukorambi; dan Kecamatan Kaliwates.


"Tercatat sebanyak 124 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 455 jiwa terdampak, sementara 10 di antaranya mengungsi di Masjid Baiturrahman Pecoro. Selain itu, kerugian materi tercatat 16 unit rumah terdampak dan 3 unit rumah rusak sedang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat (21/1).

Abdul melanjutkan petugas BPBD Kabupaten Jember telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan korban, terutama untuk evakuasi dan bantuan logistik korban terdampak.

Selain itu, ia juga melaporkan bahwa kondisi di beberapa titik banjir sudah surut, termasuk di wilayah Jembatan Badean sempat terendam. Kendati demikian, Abdul mewanti-wanti bahwa kondisi aliran Sungai Petung masih deras.

Abdul juga mencatat, kajian inaRISK yang dilakukan BNPB telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 31 kecamatan di Kabupaten Jember yang berpotensi diterjang banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Untuk itu, ia mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi dampak bencana hidrometeorologi basah pada puncak musim hujan pada Januari hingga Februari nanti.

"Antisipasi dapat dilakukan dengan berbagai langkah, seperti memantau dan membersihkan material yang menghambat aliran sungai, persiapan tempat evakuasi sementara dengan protokol kesehatan, dan sosialisasi kepada warga untuk rencana kesiapsiagaan keluarga terutama kepada warga yang lokasi rumahnya rawan banjir," ujar Abdul.

Pada awal tahun, banjir bandang juga sempat melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Jember. Laporan BPBD menyebutkan tujuh wilayah terdampak banjir berada di tiga kecamatan.

Daerah-daerah itu antara lain Kelurahan Kaliwates, Sempusari dan Mangli di Kecamatan Kaliwates; Desa Rambipuji dan Ramigundam di Kecamatan Rambipuji; Desa Kemiri dan Suci di Kecamatan Panti. BNPB kala itu mencatat 440 KK atau 1.668 jiwa menjadi korban terdampak banjir, dan dua warga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

(arh/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER