IDI: Indonesia Masuk Gelombang Ketiga Covid

CNN Indonesia
Senin, 31 Jan 2022 10:37 WIB
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai jumlah tes Covid-19 masih timpang, padahal lonjakan kasus diprediksi telah terjadi tak hanya di Jakarta. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai Indonesia sudah mengalami gelombang ketiga lonjakan kasus virus corona (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menganggap gelombang ketiga lonjakan kasus virus corona sudah terjadi di Indonesia.

Zubairi mengatakan tingkat penularan atau positivity rate serta keterisian rumah sakit kian meninggi. Positivity rate harian untuk pemeriksaan PCR dan TCM mencapai 23,93 persen.

"Bagi yang mengira kita telah masuk gelombang tiga, ya kita telah 'berhasil' memasukinya. Kasus naik tiap hari, BOR dan positivity rate juga, plus klaster," kata Zubairi lewat akun Twitter @ProfesorZubairi, Senin (31/1).


Zubairi kemudian menyoroti strategi dan upaya pelacakan kontak erat dan penelusuran kasus. Menurutnya, sejauh ini masih belum maksimal.

Dia menyebut jumlah tes di tiap provinsi masih timpang. Tes paling banyak dilakukan di DKI Jakarta, sementara transmisi penularan Covid-19 sudah terjadi di banyak daerah.

"Kita ini berjalan seperti biasa saja-tanpa sadar bahwa yang terinfeksi itu sebenarnya sudah di mana-mana," kata dia.

Zubair meminta warga tidak panik namun tetap waspada. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan 5M, di antaranya yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

"Tapi jangan panik. Kita bisa atasi sebelum jadi lebih buruk. Pemutusan rantai penularan harus dilakukan cepat dan efisien," ujarnya.

Sebelumnya Zubairi pernah mendorong agar pemerintah kembali memperketat atau menaikkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) usai kasus virus corona melonjak dalam sepekan terakhir.

Menurut dia, evaluasi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen juga harus segera dilakukan. Pasalnya, anak-anak memiliki risiko terpapar Covid-19 dan menjadi penular.

(khr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER