Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat penularan Covid-19 di Indonesia mulai turun di berbagai daerah di Indonesia. Tercatat, jumlah penambahan kasus warga yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) konsisten di bawah 10 ribu kasus per hari dalam sepekan terakhir.
Kendati demikian, penurunan kasus itu juga dibarengi tren penurunan jumlah pemeriksaan Covid-19 harian. Di tengah situasi itu, pemerintah juga mulai melonggarkan sejumlah aturan yang sebelumnya berlaku untuk mencegah penularan Covid-19..
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satgas Kaji Mekanisme Tes PCR di Bandara
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto akan mengkaji mekanisme tes polymerase chain reaction (PCR) di pintu kedatangan internasional di bandara, setelah terjadi antrean panjang tes Corona bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
Hal ini sejalan dengan tren peningkatan jumlah kedatangan PPLN ke Indonesia usai pemerintah menghapuskan aturan karantina kesehatan bagi PPLN yang sudah menerima dua dosis vaksin dan booster sejak Rabu (23/3) kemarin.
Antrean Vaksin Booster di Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut, kebanyakan warga mulai berbondong-bondong mengikuti program vaksin virus corona (Covid-19) dosis ketiga atau booster.
Lonjakan ini terjadi setelah pemerintah mewajibkan booster sebagai syarat untuk mudik Lebaran tahun ini.
"Ya terkait booster, karena dijadikan sebagai syarat untuk mudik, maka semakin banyak sebetulnya yang ingin mendapatkan booster atau vaksin ketiga," ujar Riza di Balai Kota, Senin (28/3).
Pemerintah Beri Izin Kegiatan Ramadan dan Idulfitri
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menegaskan pemerintah mengizinkan umat Islam melaksanakan berbagai peribadatan selama Bulan Ramadan 1443 Hijriah tahun ini.
Moeldoko juga mengajak para tokoh agama Islam untuk menjaga situasi pandemi di Indonesia saat ini, salah satunya dengan mensosialisasikan protokol kesehatan jelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
"Tidak perlu ada yang ditakutkan lagi. Pemerintah sudah memberikan izin untuk pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri," kata Moeldoko dalam keterangan resminya, Senin (28/3).
Syarat Booster untuk Mudik Masih Tunggu SE Satgas
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan rincian aturan booster sebagai syarat perjalanan mudik Lebaran 2022 masih belum diterapkan.
Nadia mengatakan aturan terkait syarat mudik masih menunggu penerbitan Surat Edaran dari pihak Satgas Covid-19.
"Belum (diterapkan), nanti akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 ya," ujarnya ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (28/3).
Kemenkes Gandeng DMI untuk Booster
Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim
Kemenkes Gandeng DMI Gencarkan Vaksinasi Selama Ramadan
Kemenkes berencana menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kebijakan tersebut juga sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 yang mengatakan, vaksinasi Covid-19 dengan sistem injeksi intramuskular (suntikan pada otot) tidak akan membatalkan puasa.
"Biasanya, masyarakat cenderung memilih tidak divaksinasi karena takut membatalkan puasa. Jadi kembali lagi kami melibatkan MUI untuk menyampaikan fatwa bahwa saat berpuasa bisa tetap vaksinasi," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/3).
Capaian Vaksinasi Indonesia
Capaian vaksinasi Indonesia per Senin (28/3) Pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 195.958.039 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Sementara itu, 157.974.507 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 94,09 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 75,85 persen.
Update Kasus Covid-19 Per 28 Maret
Pemerintah mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona bertambah 2.798 kasus pada hari ini, Senin (28/3). Sementara penambahan kasus sembuh sebanyak 10.301 kasus, dan 107 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 6.001.751 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 5.724.963 orang dinyatakan pulih, 122.014 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 154.774 orang lainnya meninggal dunia.