Bayu Airlangga Mundur dari Partai Akibat Kisruh Demokrat Jatim

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Apr 2022 07:40 WIB
Bayu Airlangga menyatakan mundur dari Partai Demokrat Jawa Timur karena kecewa dan merasa merasa dizalimi atas hasil Musyawarah Daerah Demokrat Jatim. Ilustrasi. Akibat kisruh Demokrat Jatim, Bayu Airlangga mengundurkan diri dari partai. (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bayu Airlangga menyatakan mundur dari Partai Demokrat Jawa Timur karena kecewa dan merasa merasa dizalimi atas hasil Musyawarah Daerah Demokrat Jatim.

"Saya memutuskan mundur dari Partai Demokrat per hari Kamis, 21 April 2022," kata Bayu melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/4).

Bayu sempat menjadi kandidat Ketua DPD Demokrat Jatim dan meraih mayoritas dukungan DPC. Namun, DPP Demokrat di Jakarta lebih memilih Emil Dardak.

Bayu menyebut, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak demokratis. Oleh karena itu, dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Partai Demokrat sudah bulat.

"Bagi saya, ketika saya dan tentunya para DPC pendukung saya dizalimi terkait Musda, tidak ada pilihan lain selain mundur dari partai. Kita ingat, saat pembukaan Musda, ketum AHY menjanjikan demokratis. Tapi bisa dinilai publik sendiri, bagaimana hasil Musda Demokrat Jatim," ujarnya.

Bayu mengaku awalnya meyakini Partai Demokrat sebagai partai yang demokratis. Namun, hasil Musda Demokrat Jatim dianggap telah mengesampingkan suara kader.

"Ada tanggung jawab moral, dan etika kepatutan berpolitik. Batas kepatutan itu tidak boleh diterjang seenaknya saja. Sebagai seorang kader yang menjunjung asas demokrasi, ketika demokrasi itu sendiri tidak ada di partai, saya memutuskan mundur dari Demokrat," ujarnya.

Bayu juga menilai DPP terkesan tidak memandang kondisi akar rumput di Demokrat Jatim. Ia juga menyebut tidak pernah ada komunikasi langsung dari Ketum AHY kepada akar rumput di Jatim.

Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Simpatisan Partai Demokrat melakukan aksi di depan kantor DPD Demokrat Jawa Timur (Jatim), Surabaya.Ilustrasi. Partai Demokrat dinilai tidak demokratis dalam menghasilkan keputusan Musda. (CNN Indonesia/ Farid)

"Kalau memang Ketum menginginkan seorang figur untuk memimpin Demokrat Jatim, sebaiknya sejak awal tidak perlu Musda. Ajak bicara saya dan DPC pendukung saya, daripada harus dikecewakan di akhir, apalagi pengumuman SK itu hanya diumumkan oleh ketua BPOKK dan Sekjen," kata dia.

Bayu mengaku sempat ditawari jabatan lain. Namun, ia memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab dirinya kepada 25 DPC yang telah mendukungnya dalam Musda.

"Saya beberapa kali setelah pengumuman Musda ditawari sejumlah jabatan pengurus di Demokrat Jatim. Tapi saya menolak itu, sebagai bentuk rasa prihatin saya atas matinya demokrasi di Demokrat dan tanggung jawab ke 25 DPC yang mendukung saya selama ini," ucapnya.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada 25 DPC yang mendukungnya saat Musda. Secara khusus, Bayu juga menyampaikan terima kasih kepada Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Saya terima kasih kepada seluruh DPC, dan khusus kepada Mas Ibas, matur nuwun yang selama ini telah mau turun dan mendengar aspirasi dari akar rumput Demokrat di Jatim. Saya mohon maaf juga kepada seluruh keluarga besar partai Demokrat jikalau ada perbuatan saya yang tidak sengaja kurang berkenan," ujar Bayu.

Sebelumnya, pada Musda Demokrat Jatim digelar 20 Januari 2022 lalu, Bayu Airlangga meraih dukungan 25 DPC dan Emil Dardak meraih 13 DPC. Namun, Demokrat akhirnya memutuskan Emil Dardak sebagai Ketua Demokrat Jatim.

Penunjukan Emil ini mendapat perlawanan dari DPC pemilik suara yang mendukung Bayu Airlangga. Mereka menyebut DPP yang dipimpin oleh AHY tidak demokratis.

(fby/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER