Satu Peserta Demo Tolak DOB Papua Tertembak Peluru Karet

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mei 2022 17:12 WIB
LBH Papua membenarkan kabar soal seorang peserta demo tolak daerah otonomi baru (DOB) Papua tertembak peluru karet. Demonstrasi warga Papua beberapa waktu lalu. (Foto: AFP/SEVIANTO PAKIDING)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur LBH Papua Emanuel Gobay menyebut satu peserta demonstrasi tolak Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua di Jayapura kritis setelah terkena peluru karet diduga dilepaskan oleh aparat kepolisian.

Sebelumnya, polisi membubarkan paksa aksi demonstrasi menolak DOB di sejumlah wilayah Papua, Selasa (10/5).

"Iya (kritis) yang aksi di Waena," kata Direktur LBH Papua Emanuel Gobay saat dihubungi.


Gobay mengaku belum mengetahui persis kronologi insiden tersebut. Ia hanya memastikan korban saat itu tengah ikut aksi di depan Mega Waena, Jayapura.

"Jadi pas mereka sampai depan Mega Waena kemudian dibubarkan secara paksa, saat itu sempat menggunakan peluru karet dan sebagainya. Pada saat melepaskan peluru karet itu kemudian mengenai salah satu massa aksi," ujarnya.

Menurut Gobay, saat itu korban langsung dibawa ke Asrama Mimika untuk diobati oleh mahasiswi. Kendati begitu, ia belum mengetahui lebih lanjut kondisi korban tersebut.

Ia menambahkan, selain korban peluru karet, satu orang peserta aksi juga mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh aparat. Korban itu, kata dia, sempat mendapat tendangan di dada oleh aparat.

"Selain itu juga ada yang dipukul, kemudian sempat tidak sadarkan diri, kemudian digotong, baru kemudian dibawa ke asrama. tadi saya sempat ketemu, dia sempat mengeluh di dadanya masih sakit karena ditendang itu. Ada juga beberapa lainnya luka-luka," jelas Gobay.

Demonstrasi menolak DOB dan Otonomi Khusus (Otsus) di sejumlah wilayah Jayapura, Papua,hari ini dibubarkan paksa kepolisian.

Pembubaran paksa itu terekam dalam sebuah video yang tersebar di media sosial Twitter. Video itu diunggah Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Jeffry Wenda.

Saat itu aparat kepolisian membubarkan paksa aksi damai tersebut dengan menggunakan water cannon.

Setidaknya ada tujuh orang yang ditangkap oleh kepolisian dalam aksi tersebut. Mereka yang ditangkap di antaranya Jubir PRP Jeffry Wenda, Jubir Nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ones Suhuniap, dan Omizon Balingga.

Polisi belum memberikan keterangan rinci soal korban yang terkena peluru karet.

Sejauh ini polisi hanya menegaskan telah menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan atribut bermotif Bintang Kejora saat melakukan razia penyekatan demonstrasi tolak DOB Papua di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclairimboen mengatakan penyekatan itu dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa yang hendak melakukan demonstrasi.

"Ada tiga titik yang kami tempatkan personel untuk penyekatan arus massa yang hendak mengikuti demonstrasi, selain itu ada dua titik lagi yang melaksanakan razia di antaranya di depan Puspenka Hawai Sentani dan di depan Mapolsek Sentani Timur," kata Fredrickus kepada wartawan.

(dmi/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER