Menkes: Kenaikan Kasus Covid Imbas Lebaran Terlihat Akhir Mei

CNN Indonesia
Rabu, 18 Mei 2022 05:18 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menduga kenaikan kasus tak akan terlalu tinggi mengingat masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi dari vaksin. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut kenaikan kasus positif Covid-19 imbas libur panjang lebaran bisa terlihat di akhir Mei mendatang (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut masih ada potensi kenaikan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia imbas libur Lebaran.

Menurutnya, kenaikan kasus Covid-19 imbas libur lebaran tahun ini bisa terlihat pada akhir Mei mendatang.

"Pengalaman kami melihat hari-hari raya besar sebelumnya yaitu Nataru dan lebaran tahun lalu, biasanya indikasi kenaikan 27-34 hari sesudah hari raya," kata Budi dalam konferensi pers, Rabu (17/5).


"Jadi kalau hari rayanya kemarin 2 Mei, ya kita lihat akhir bulan ini deh," sambungnya.

Budi memprediksi kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia imbas libur panjang Lebaran kemungkinan tidak terlalu tinggi. Begitu pun dengan kasus kematian.

Pasalnya, masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Baik melalui pemberian vaksinasi Covid-19 maupun antibodi yang muncul setelah terinfeksi.

"Insha Allah tidak ada kenaikan yang signifikan, tapi nanti kita tunggu supaya lebih jeli melihatnya di akhir bulan ini," imbuhnya.

Budi kemudian menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia masih dikatakan aman apabila positivity rate alias rasio kasus positif Covid-19 di Indonesia masih di bawah 5 persen yang merupakan ambang batas Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, saat ini reproduction rate kasus Covid-19 di Indonesia sudah sekitar 1 persen.

Dengan melihat kondisi itu ditambah tren penurunan kasus Covid-19 terjadi di Indonesia, maka Budi menilai bahwa Covid-19 di Indonesia masih terkendali.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia juga bersiap menuju endemi. Presiden Jokowi sudah membolehkan warga melepas masker di tempat terbuka dan tidak di kerumunan.

"Pertama pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," ujar Jokowi seperti disiarkan langsung via saluran Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5).

"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka boleh untuk tidak menggunakan masker," kata Jokowi.

(khr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER