Survei LSJ Sebut Kepuasan terhadap Jokowi Turun Imbas Isu Tunda Pemilu

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mei 2022 19:24 WIB
Survei mencatat faktor menurunnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi akibat isu penundaan Pemilu 2024, krisis bahan pangan dan kenaikan harga BBM. Survei mencatat faktor menurunnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi akibat isu penundaan Pemilu 2024, krisis bahan pangan dan kenaikan harga BBM. Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menyatakan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 15-28 April 2022, kepuasan terhadap Jokowi sebesar 63,2 persen.

Peneliti Senior LSJ Fetra Ardianto mengatakan meski perolehan ini masih terbilang tinggi, tapi menurun jika dibandingkan hasil survei pada Februari 2022 yang berada di angka 67,4 persen.


"Sebanyak 63,2 persen publik mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Meskipun cukup tinggi, tetapi jika dibandingkan dengan survei LSJ sebelumnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi mengalami penurunan," kata Fetra dalam konferensi pers daring, Kamis (19/5).

Menurut Fetra, salah satu alasan yang menjadi faktor menurunnya kepuasan publik ini adalah isu penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Selain itu, krisis bahan pangan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Selain itu krisis minyak goreng, kenaikan harga BBM, dan mahalnya harga sembako di berbagai daerah juga berkontribusi menurunkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi," ujar dia.

Fetra mengungkapkan sekitar 41,2 persen responden mengatakan kinerja pemerintahan lambat dalam mengatasi krisis minyak goreng. Sementara itu hanya 30,1 persen responden yang mengatakan pemerintah cepat dalam mengatasi masalah ini, sisanya menjawab biasa-biasa saja.

Namun, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi ini tidak diimbangi dengan kinerja para menterinya, khususnya Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Mendag dinilai lambat dalam mengatasi persoalan krisis minyak goreng.

Sementara itu, menyangkut masalah perekonomian nasional, 35 persen responden mengatakan kondisi ekonomi nasional saat ini kurang baik. Hal ini berkorelasi dengan kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi beberapa minggu lalu.

Survei LSJ dilakukan terhadap generasi digital native atau generasi yang lahir berdampingan dengan teknologi informasi. LSJ melakukan penarikan sampel secara purposif dengan klasifikasi responden berusia 15-34 tahun.

Proses penentuan jumlah responden menggunakan metode lemeshow, diperoleh 1.225 sampel dengan margin of error ±2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tatap muka dengan pedoman kuesioner.

Sementara itu, Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat peningkatan kepuasan publik terhadap kerja Jokowi.

SMRC mencatat 76,7 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Jokowi saat ini. Angka itu naik 11,2 persen dari survei bulan lalu.

"Sebanyak 76,7 persen warga mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja presiden. Sementara yang menyatakan kurang atau tidak puas sama sekali sebanyak 20,9 persen. Ada 2,4 persen yang tidak menjawab," kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas melalui keterangan tertulis, Rabu (18/5).

Sirojudin mengatakan peningkatan kepuasan terhadap Jokowi seiring dengan kepuasan publik terhadap mudik. Dia menyebutkan 76 persen responden merasa puas dengan kerja pemerintah dalam mudik tahun ini.

Survei SMRC dilakukan pada 10-12 Mei 2022 dengan melibatkan 1.245 orang responden. Sampel dipilih menggunakan metode random digit dialing (RDD).

Wawancara responden dilakukan melalui telepon. Margin of error diperkirakan ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(cfd/tsa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER