Dokter Jelaskan Kondisi Kesehatan Buya Syafii Sebelum Wafat

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 12:26 WIB
Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah RS PKU Muhammadiyah Gamping Dr. Evita Devi Noor Rahmawati menjelaskan kondisi Buya Syafii sejak dirawat 14 Mei 2022. Buya Syafii Maarif. (Detikcom/Ristu Hanafi)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii disebut mengalami henti jantung sebelum meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Jumat (26/5).

Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah RS PKU Muhammadiyah Gamping Dr. Evita Devi Noor Rahmawati menjelaskan kondisi Buya Syafii sejak dirawat di rumah sakitnya, 14 Mei 2022 lalu.

"Serangan jantung pertama sekitar Maret, lalu pulang. Tanggal 14 Mei, masuk lagi," kata Evita di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman.

Sejak saat itu tim dari RS PKU Muhammadiyah dan tim medis kepresidenan berkoordinasi mengupayakan kateterisasi jantung untuk Buya Syafii.

"Ternyata hasilnya memang pembuluh darah jantungnya ini sudah sulit, sumbatannya terlalu banyak, terlalu keras dan memang sudah sulit untuk dilakukan pemasangan ring ataupun dilakukan suatu operasi bypass," jelas Evita.

"Sehingga kami dari tim medis, dari dokter jantung, dari tim dokpres pun, dokter jantung dari dokpres pun sudah ke sini sendiri dan melihat sendiri. Kita memutuskan untuk dilakukan pengobatan yang optimal dulu," sambungnya.

Pengobatan ini, menurut Evita, membuahkan hasil positif. Kondisi Buya Syafii mulai stabil dan alat bantu pernafasan pun mulai dilepas.

"Fisioterapi, bahkan kita sudah merencanakan beliau untuk dipulangkan sebetulnya," imbuh Evita.

Akan tetapi, pada Kamis (25/5) malam Buya Syafii mengeluhkan sesak nafas. Hasil evaluasi tim medis, pasien mengalami serangan jantung ulang dan dilakukan penanganan sesuai prosedur standar.

"Semalaman sudah mengeluhkan, merasa tidak nyaman, namun ternyata tadi pagi beliau mengalami henti jantung. Kita lakukan resusitasi, kita lakukan pengobatan dan resusitasi jantung dan paru selama kurang lebih satu jam karena henti jantung," paparnya.

Jantung Buya Syafii kembali berdenyut, usai upaya satu jam penanganan itu. Namun demikian, lantaran kondisi sumbatan yang sudah terlampau berat maka henti jantung kembali terjadi 40 menit setelahnya di ruang ICCU.

"Pertolongan kembali, resusitasi kembali kita lakukan, namun pertolongan yang terakhir ini tidak dapat mengembalikan seperti yang awal. Sehingga kami nyatakan meninggal dunia," katanya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP)Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii meninggal dunia pada Jumat pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Buya Syafii wafat pada usianya yang ke 86 tahun.

Buya Syafii rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Husnul Khotimah yang terletak di Dusun Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo selepas waktu Salat Ashar nanti.

(kum/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER