KBMB Sebut 59 Balita WNI Ikut Terpenjara di Tahanan Imigrasi Malaysia

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jun 2022 05:33 WIB
KBMB mengungkapkan ada 59 anak Warga Negara Indonesia (WNI) usia 5 tahun yang tinggal di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia.
Ilustrasi. KBMB menyebut ada 59 anak usia 5 tahun di Tahanan Imigrasi Malaysia (Wikimedia Commons/Barnellbe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) mengungkapkan ada 59 anak Warga Negara Indonesia (WNI) usia 5 tahun yang tinggal di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia.

Anggota KBMB Abu Mufakhir mengatakan anak-anak tersebut merupakan mereka yang dilahirkan oleh WNI wanita di dalam tahanan.

"Ada 59 anak berusia 5 tahun di dalam pusat tahanan sementara. (Karena) sebagian (WNI) melahirkan di dalam," kata Abu dalam acara CNN Indonesia Newsroom, Rabu (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Abu tidak menjelaskan kondisi para anak yang kini berada di pusat tahanan. Ia juga tak mengetahui adakah anak yang turut meninggal di dalam daftar 149 WNI yang tewas di Sabah.

"Enggak tahu. Enggak ada profil itu," ujar Abu.

Diketahui, sebanyak 149 buruh migran asal Indonesia dilaporkan meninggal di dalam Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia. Jumlah itu merupakan data selama satu setengah tahun yang diterima KBMB dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Dari 149 orang tersebut, 101 WNI tercatat meninggal pada 2021. Kemudian 48 WNI meninggal pada Januari hingga Juni 2022.

Sementara itu, data KBMB mencatat sebanyak 18 kematian terjadi di pusat tahanan pada periode 2021 hingga Juni 2022. Jumlah itu berdasarkan hasil observasi pada 2 dari 5 blok pusat tahanan di Sabah.

Kedua data melaporkan temuan yang serupa. Sebagian besar WNI meninggal akibat sakit serta penanganan kesehatan yang lambat.

Merespons hal ini, Kementerian Luar Negeri menyatakan bakal menindaklanjuti laporan kepada otoritas terkait. Kemenlu memastikan perwakilan RI di Malaysia akan menelusuri dan meminta penjelasan dari otoritas setempat.

(lna/isn)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER