Alasan Irjen Ferdy Sambo Dimutasi Jadi Pati di Yanma Polri

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 08:16 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mencopot Irjen Sambo dari jabatan Kadiv Propam Polri buntut kematian Brigadir J di rumah dinasnya. Irjen Sambo resmi dicopot dari jabatan Kadiv Propam Polri. Pencopotan ini berkaitan dengan kematian Brigadir J di rumah dinas Sambo. (Foto: Detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mencopot Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Sambo dimutasi sebagai perwira tinggi (pati) di Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor 1628/VIII/Kep/2022 tanggal 4 Agustus 2022. Listyo mengatakan keputusan itu diambil terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang terjadi di rumah dinas Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Saya keluarkan telegram khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait meninggalnya Brigadir Yoshua akan berjalan dengan baik," ujar Listo dalam konferensi pers, Kamis (4/8) malam.

Listyo pun menunjuk Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Syahar Diantono untuk mengemban posisi Kadiv Propam Polri.

Dia menyampaikan keputusan itu dilakukan setelah Inspektorat Khusus (Irsus) melakukan pemeriksaan terhadal 25 personel polisi.

Mereka semua diperiksa karena dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani kasus kematian Brigadir J di tempat kejadian perkara (TKP).

Sebanyak 25 personel yang diperiksa itu, terdiri dari perwira tinggi hingga bintara. Berasal dari Divisi Propam, Bareskrim, Polda Metro Jaya hingga Polres Metro Jakarta Selatan.

Listyo menegaskan penyidikan kasus kematian Brigadir Yosua terus berjalan. Dia menyatakan Polri bakal mengusut kasus ini hingga terang benderang.

"Semuanya akan menjadi jelas terkait siapapun yang terlibat dalam proses tindak pidana tersebut, tentu akan kita tindak tegas," tuturnya.

Adapun dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka. Bharada E dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.

Menurut klaim polisi sebelumnya, Brigadir J tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E. Brigadir J mengeluarkan tembakan terlebih duli yang kemudian dibalas dengan tembakan Bharada E.

Penembakan itu disebutkan berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo.

(tfq/tsa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER