KSAL Terjun Langsung Pimpin Operasi Amfibi Super Garuda Shield 2022

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 14:07 WIB
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono memimpin pasukan laut pada operasi pendaratan amfibi di Pantai Todak, Dabo Singkep pada Kamis (4/8). Ilustrasi. KSAL Laksamana TNI Yudo Margono memimpin pasukan laut pada operasi pendaratan amfibi di Pantai Todak, Dabo Singkep pada Kamis (4/8). (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memimpin pasukan laut pada operasi pendaratan amfibi di Pantai Todak, Dabo Singkep pada Kamis (4/8).

Dari atas kendaraan tempur (Ranpur) amfibi jenis LVT-7A1, aksi itu dilakukan Yudo dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2022.

Berdasarkan keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut, Jumat (5/8), aksi itu mendapatkan perhatian Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang hadir untuk melihat secara langsung dari Menara Tinjau di Pantai Todak.

Menurut Andika, tujuan konkret dari Latgabma SGS 2022 adalah untuk menjalin persahabatan antara negara-negara peserta latihan yang memiliki perbedaan alutsista namun tetap bisa kerja sama.

"Yang lebih penting adalah dengan alutsista yang berbeda dengan level yang berbeda kita bisa kerja sama," ujarnya.

Sementara di sela-sela persiapan pendaratan amfibi, Yudo mengatakan latihan itu merupakan latihan yang sudah biasa dilakukan pihaknya dalam jumlah besar.

"Namun kali ini latihan bersama dengan asing tentunya kita juga harus menunjukkan bahwa kita mampu dan terjalin komunikasi maupun koordinasi yang baik," kata Yudo.

Latihan SGS 2022 yang menerjunkan 778 prajurit TNI AL tersebut merupakan latihan bersama untuk menjalin hubungan antara Indonesia - Amerika - Singapura dan juga untuk saling berbagi ilmu peperangan, khususnya pasukan Marinir, antara US Marine dengan Taifib, Kopaska, serta penyelam.

Selain itu, kapal-kapal perang dari ketiga negara tersebut melaksanakan serial-serial latihan antara lain Communication Exercise (Comex), Manouvering Exercise, Photo Exercise (Photoex), SAR Exercise/Man Overboard (MOB), Maritime Interdiction Operation (MIO) Exercise, Visit Board, Search, Seizure (VBSS) dan Naval Gunfire Support (NGS)/BTK serta Amphibiex.

Dalam latihan kali ini, TNI AL mengerahkan KRI Bung Tomo-357, KRI Frans Kaisepo-368, KRI John Lie-358, KRI Makassar-590, helikopter AKS Panther HS-1310, helikopter AKS Panther HS-1311, lima tank jenis LVT-7 Marinir, tank BMP-3F dan satu kompi Infanteri Mekanis, serta dua tim Taifib.

Sementara itu, untuk US Navy yang mengerahkan 448 personel dari Komando Pasifik Amerika Serikat (United States Indo Pacific Command) menugaskan USS Charleston (LCS-18), USS Green Bay (LPD-20), satu P-8 Posiedon, dan 1 pleton Amphibious Recon.

Sedangkan Angkatan Laut Singapura atau Republic Singapore Navy (RSN) mengerahkan 151 personel yang merupakan ABK dari RSS Supreme (FFG-73) dan RSS Resolution (LST-208).

(yoa/tsa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER