Geledah Plaza Summarecon, KPK Sita Dokumen Aliran Uang Izin Apartemen

CNN Indonesia
Selasa, 09 Agu 2022 12:08 WIB
KPK menemukan dan menyita dokumen dugaan aliran uang terkait proses perizinan pembangunan apartemen saat menggeledah Plaza Summarecon Bekasi. Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kiri) berjalan keluar dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dan menyita dokumen dugaan aliran uang terkait proses perizinan pembangunan apartemen saat menggeledah Plaza Summarecon Bekasi kemarin, Senin (8/8).

"Selama kegiatan [penggeledahan] berlangsung, tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai bukti yang menguatkan dugaan unsur perbuatan pidana para tersangka," ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri melalui pesan tertulis, Selasa (9/8).

"Adapun bukti dimaksud antara lain berbagai dokumen dugaan aliran uang dan bukti elektronik," sambungnya.

Juru bicara berlatar belakang jaksa ini menyampaikan bukti-bukti tersebut akan dikonfirmasi lebih lanjut kepada saksi dan tersangka.

"Tim penyidik segera menganalisis dan menyita bukti-bukti ini untuk dikonfirmasi lebih lanjut pada saksi-saksi maupun para tersangka," ucap Ali.

Lembaga antirasuah sejauh ini memproses hukum lima orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton di Yogyakarta.

Mereka ialah Wali Kota Yogyakarta periode 2017-2022 Haryadi Suyuti; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kota Yogyakarta Nurwidhihartana; dan Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi bernama Triyanto Budi Yuwono sebagai penerima suap.

Kemudian Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Oon Nusihono dan Direktur Utama PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika selaku pemberi suap.

Pembangunan apartemen melibatkan PT Java Orient Property yang merupakan anak usaha PT Summarecon Agung Tbk.

Dalam beberapa waktu terakhir, tim penyidik KPK terus mendalami pengurusan perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton dan dugaan aliran uang untuk memperlancar pengurusan perizinan dimaksud.

Materi itu setidaknya telah dikonfirmasi lewat Dandan Jaya Kartika; Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi; Direktur Business & Property Development PT Summarecon Agung Syarif Benjamin dan Herman Nagaria; Head of Finance & Accounting, Summarecon Property Development Doni Wirawan; Head Of Finance Regional 8 PT Summarecon Amita Kusumawaty; dan Staf Finance PT Summarecon Marcella Devita.

(ryn/isn)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER