Ibas Akui Demokrat Butuh Koalisi Besar untuk Pilpres 2024

CNN Indonesia
Rabu, 17 Agu 2022 02:55 WIB
Waketum Demokrat mengatakan komunikasi politik partainya tak akan hanya berhenti pada satu atau dua partai saja untuk menghadapi pemilu 2024. Wakil Ketua Umum Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengakui partainya butuh koalisi besar untuk menghadapi pemilu dan Pilpres 2024. Menurutnya, koalisi besar dibutuhkan untuk membantu roda pemerintahan ke depan.

Hal itu disampaikan Ibas menjawab arah koalisi Demokrat menjelang pemilu 2024 di sela-sela acara Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Selasa (15/8). Dia meyakini komunikasi soal koalisi tak akan berhenti pada satu dua partai.

"Saya yakin komunikasi politik tidak bisa berhenti ke satu dua partai, kita ketahui dari masa periode ke periode, koalisi yang besar pun dibutuhkan," kata dia kepada wartawan.

"Jadi tidak hanya cukup satu dua partai saja yang memerintah, tapi juga diperlukan gabungan antara beberapa partai ke depan," tambah putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Ibas memastikan komunikasi antarpartai politik untuk keperluan 2024 tersebut saat ini masih berjalan cair.

Dia menerangkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini masih menjalin komunikasi dengan semua partai. Tidak hanya dengan partai yang belum menentukan arah koalisi, namun juga dengan partai-partai lain yang telah mengumumkan koalisi.

"Kita terus membangun komunikasi ya, komunikasi politik kepada seluruh partai yang ada di Indonesia," katanya.

"Partai Demokrat akan cair dan mengikuti segala proses politik ke depannya," tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan partainya kini lebih intens berkomunikasi dengan Partai NasDem dan PKS.

Menurut dia, Demokrat baru akan mengumumkan rekan koalisi pada akhir 2022 atau awal 2023 mendatang. Namun, ia tak menutup kemungkinan pengumuman pembentukan koalisi Demokrat disampaikan lebih dini.

"Kami memang lebih intens berkomunikasi dengan Nasdem dan PKS. Sudah ada beberapa pertemuan membahas ini. Tetapi, kami juga tetap menjalin komunikasi dengan parpol-parpol lainnya," kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (14/8).

(thr/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER