Wapres Ma'ruf: Medsos Jadi Bencana Bila Sebar Hoaks dan Kebencian

Dika Kardi | CNN Indonesia
Jumat, 16 Sep 2022 12:17 WIB
Wapres Ma'ruf dalam Kongres Mujahid Digital mengatakan medsos akan jadi bencana bila untuk menyebarkan kabar hoaks hingga ujaran kebencian. Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin saat melakukan panggilan video beberapa waktu lalu. (Dok. Arsip Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menegaskan media sosial bakal jadi bencana bila digunakan untuk menyebarkan kabar bohong (hoaks), kebencian hingga perundungan kepada pihak lain.

Hal itu disampaikan Ma'ruf dalam pidatonya di Kongres Mujahid Digital yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (16/9).

"Media sosial akan menjadi bencana jika digunakan untuk menyebarkan hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, penipuan, perundungan dan lain sebagainya," kata Ma'ruf.

Ma'ruf berpendapat teknologi merupakan sebuah alat. Sebuah alat, kata dia, dapat membawa manfaat atau mudarat, tergantung kepada penggunanya. Sama halnya seperti media sosial akan menjadi berkah bila dijadikan alat mulia untuk melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia juga berharap umat Islam dapat mengoptimalkan media sosial sebagai sarana menguatkan persaudaraan. Bukan sebaliknya, menjadikan media sosial membuat umat di dunia nyata terpolarisasi dan terpecah.

"Demokrasi yang dulu diperjuangkan dan dijaga hanya di dunia nyata, kini juga mesti dijaga di dunia digital, di mana setiap orang harus mampu menjaga kebebasan mengeluarkan pendapat di media sosial agar jangan sampai kebablasan sehingga menimbulkan permusuhan antara saudara sebangsa," kata dia.

Melihat itu, Ma'ruf mendukung MUI dan ormas Islam mempersiapkan Mujahid Digital. Tentunya, Mujahid Digital untuk memperkuat dakwah Islam wasathiyah dan kerja kebaikan lainnya yang dihadapkan pada tantangan yang semakin sulit.

"Saya juga berharap para Mujahid Digital membuat program-program edukasi bagi masyarakat di seluruh pelosok tanah air, agar masyarakat kita semakin bijak bermedia sosial dan cerdas memanfaatkan teknologi digital sebagai medium untuk meningkatkan kemajuan," kata dia.

Terkait media sosial, belakangan ini sedang ramai kecaman terhadap buzzer seiring perkara penghinaan pegiat media sosial Eko Kunthadi kepada ustazah dari Pesantren Lirboyo, Kediri, Ning Imaz.

Belakangan, Eko Kunthadi telah mendatangi langsung Pesantren Lirboyo untuk meminta maaf kepada Ning Imaz.

(rzr/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER