ANALISIS

Tepatkah Cabut Status Bebas Pandemi Saat Warga Capek dengan PPKM?

CNN Indonesia
Jumat, 23 Sep 2022 09:24 WIB
Indonesia masih menunggu WHO untuk menentukan pandemi Covid berakhir. Di sisi lain tracing dan vaksinasi Covid di tanah air masih sangat lemah. Ilustrasi pandemi Covid di Indonesia. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia belum berani menyatakan bebas dari pandemi Covid-19 seperti yang sudah lebih dulu digaungkan Amerika Serikat. Menurut Presiden Joko Widodo, RI masih tetap mewaspadai potensi penyebaran virus corona.

Menurut Jokowi, hanya Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang dapat menyatakan pandemi di satu negara telah selesai.

Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengaku indikasi pandemi berakhir di Indonesia agak sulit. Pasalnya testing (pengetesan) dan tracing (penelusuran) Covid-19 di Indonesia masih lemah.

Hermawan juga menyinggung perihal angka kasus Covid-19 yang masih mencapai puluhan ribu. Per Kamis (22/9), kasus aktif Covid-19 di Indonesia menjadi 23.503, dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 2.162. Selain itu kesadaran masyarakat soal vaksinasi juga masih lambat.

"Indonesia ini kan yang menjadi masalah testing dan tracing, itu lemah sekali. Vaksinasi juga lambat sekali. Kemandirian kita untuk masa depan juga terkait dengan layanan kesehatan juga masih lemah," jelas Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/9).

Ia pun menilai langkah RI menunggu pengumuman WHO sudah tepat dilakukan karena penentuan berakhirnya pandemi merupakan kewenangan badan milik PBB itu.

"Tapi menyebut pandemi sudah berakhir di Indonesia, memang belum pas waktunya saat ini. Rasanya belum bisa kita katakan pandemi berakhir di Indonesia," tutur dia.

Hermawan kemudian meminta pemerintah tidak perlu buru-buru menyatakan pandemi Covid di RI sudah berakhir. Ia meminta pemerintah membenahi pekerjaan rumah soal kesehatan agar lebih siap tempur apabila penyakit lain yang datang di kemudian hari.

"Tidak boleh terburu-buru. Seharusnya memang kita mengedepankan kemampuan layanan yang kuat, testing tracing yang kuat, perbekalan farmasi yang kuat, vaksinasi mandiri, baru di masa datang kita lebih siap menghadapi penyakit-penyakit lain apalagi pun Covid belum berakhir," terang dia.

Warga RI Sudah Capek PPKM

Senada, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane juga menyebut hanya WHO yang berhak mengumumkan berakhirnya sebuah pandemi.

"Sebenarnya yang menyatakan pandemi berakhir adalah WHO. Sebagai otoritas tertinggi pada bidang kesehatan. Karena pandemi terkait dengan seluruh negara di dunia, bukan hanya Amerika," ujar Masdalina kepada CNNIndonesia.com.

Masdalina mengakui pandemi di Indonesia dan beberapa negara sudah mulai terkendali. Kondisi ini bakal terus membaik selama tidak ada Variant Of Concern (VoC).

Namun ia menyinggung perihal capaian vaksinasi serta target-target pemerintah yang tak kunjung tuntas. Ia kemudian mengungkapkan sejumlah hal yang mesti disiapkan pemerintah kalau status pandemi Covid berakhir.

Di antaranya memperketat tracing Covid-19, terus mengejar target cakupan vaksinasi, serta menghilangkan aturan-aturan yang tidak berdasar seperti PPKM dan larangan mudik.

"Capek juga masyarakat dengan berbagai aturan tak berdasar tersebut. PPKM dan larangan mudik misalnya, terbukti kan tidak ada pengaruhnya terhadap pengendalian pandemi," kata Masdalina.

RI Diminta Tetap Waspada

Mantan Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mewanti-wanti pemerintah dan masyarakat RI untuk tetap berhati-hati meski status pandemi Covid-19 bakal dicabut.

"Saya sampaikan adalah kalau memang pandemi Covid-19 akan dinyatakan selesai, katakanlah dalam beberapa bulan ke depan. Maka ada tiga hal yang akan tetap ada. Pertama, virusnya masih akan ada di komunitas, walaupun tidak menimbulkan dampak berarti," kata Tjandra kepada CNNIndonesia.com.

Tjandra mengatakan bakal ada karakteristik Covid-19 yang belum diketahui dan akan terjawab dengan perkembangan ilmu pengetahuan di waktu mendatang.

Kewaspadaan kesehatan, jelas dia, tetap harus dilakukan. Salah satunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sudah hampir menjadi kebiasaan dan adaptasi baru warga Indonesia.

Jokowi sebelumnya merespons pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebut pandemi Covid-19 telah usai. Jokowi menegaskan tak ingin terburu-buru mengikuti langkah Biden. Menurut Jokowi, hanya WHO yang bisa menyatakan pandemi telah selesai.

"Kalau untuk Indonesia saya kira kita harus hati-hati, tetap harus waspada, tidak harus tergesa-gesa," ujar Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Selasa (20/9).

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta seluruh pihak tetap mewaspadai penyebaran Covid. Ia mengingatkan sebelumnya juga banyak negara yang kasus Covid-nya melandai tetapi tiba-tiba melonjak lagi.

Sementara itu, Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di Amerika Serikat sudah berakhir walaupun negaranya masih harus berurusan dengan penyakit tersebut.

Pernyataan Biden tersebut senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 "sudah di depan mata".

(pop/DAL)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER