Diduga Lalai, Paket Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo Hasil Razia

CNN Indonesia
Minggu, 25 Sep 2022 22:51 WIB
Kapolda Jateng mengatakan paket bubuk hitam yang disebutkan untuk mengusir tikus di Klaten itu sebelumnya dirazia polisi yang kini menjadi korban ledakan. Ilustrasi garis polisi yang menjaga tempat kejadian perkara agar tetap steril. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Semarang, CNN Indonesia --

Polisi mendalami paket yang meledak di Asrama Polisi Grogol Indah, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (25/9) malam

Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi mengatkan dari hasil olah TKP tim penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jateng menemukan bubuk hitam yang diduga bahan petasan sebanyak 2 kantong plastik ukuran 1 ons, 4 bungkus plastik kosong, dan sisanya residu. Ada pula ditemukan sumbu petasan.

"Jadi tim Tim Jibom menemukan bubuk hitam diduga bahan petasan sebanyak 2 kantong plastik ukuran 1 ons, dan 4 plastik kosong dan ada residu. Ada pula ucang, ucang itu sumbu petasan," ungkap Luthfi saat rilis kejadian kepada wartawan, Sukoharjo, Minggu Malam.

Luthfi juga kembali menegaskan ledakan di Sukoharjo yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu tidak berkaitan dengan teror, namun diduga kelalaian anggota.

Adapun paket berisi bahan peledak itu diketahui dipesan dari sebuah CV di Indramayu, Jawa Barat, untuk mengusir tikus di Klaten, Jawa Tengah, pada April 2021.

Paket itu itu belakangan terkena razia anggota kepolisian. Satu dari pelaksana operasi razia kala itu adalah polisi yang menjadi korban luka ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo tersebut.

"Benar anggota kita yang jadi korban pernah melakukan razia satu tahun yang lalu terkait paket pesanan online namanya bubuk hitam yang diduga petasan yang di CV itu disebutkan untuk sebagai bahan pengusir tikus di wilayah Klaten. Artinya saya pastikan, ledakan di Sukoharjo tidak ada unsur teror hanya diduga kelalaian anggota," jelas Luthfi.

Dia menyatakan anggota yang menjadi korban itu akan diperiksa dugaan kelalaiannya oleh tim setelah yang bersangkutan pulih.

"Korban mengalami luka bakar 70 persen di tubuhnya, ada luka terbuka di bagian kaki. Sebentar lagi akan saya cek ke Rumah Sakit," ujar Luthfi.

Sementara CV yang mengirim yakni S sudah diamankan untuk diperiksa di Polres Indramayu, sementara A selaku penerima paket telah diamankan di Polresta Surakarta.

Luthfi memastikan malam ini proses penyelidikan akan dituntaskan dan rilis lengkap akan kembali disampaikan pada besok Senin (26/9) siang.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Al Qudussy mengatakan ada satu korban dalam ledakan tersebut yakni seorang polisi dengan identitas Bripka Dirgantara Pradipta.

"Korban sudah dilarikan ke rumah sakit yang selanjutnya dirujuk ke RS Moewardi Solo," katanya, Minggu malam seperti dikutip dari Antara.

(dmr/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER