BPOM Targetkan Izin Darurat Vaksin Inavac Terbit Awal Oktober

CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 04:05 WIB
Vaksin Inavac dikembangkan dengan platform inactivated virus oleh tim peneliti Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia. Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pihaknya saat ini tengah memproses pengajuan uji klinik Inavac untuk kegunaan vaksin penguat atau booster. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menargetkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin virus corona (Covid-19) Inavac dapat diterbitkan pada awal Oktober 2022.

Vaksin Inavac dikembangkan dengan platform inactivated virus oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pihaknya saat ini tengah memproses pengajuan uji klinik Inavac untuk kegunaan vaksin penguat atau booster.

"Vaksin Merah Putih [Inavac] masih dalam finalisasi, jadi sebentar lagi. Ini kan September, awal Oktober akan dapat EUA," kata Penny di Kompleks Gedung DPR RI, Rabu (28/9).

Penny menyebut seluruh vaksin buatan dalam negeri dinyatakan halal berdasarkan hasil audit dan sertifikasi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

"Itu semua vaksin halal, sudah tersertifikasi halal. Jadi semua vaksin dalam negeri adalah vaksin halal," ujarnya.

Vaksin Inavac merupakan salah satu merek vaksin dalam konsorsium Merah Putih. Selain Unair, terdapat sejumlah universitas dan lembaga lainnya yang mengembangkan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri.

Di antaranya LBM Eijkman dengan vaksin subunit protein rekombinan, serta vaksin dari LIPI dengan metode protein rekombinan modifikasi RBD. Kemudian, ITB dengan metode sub unit protein rekombinan dan Adenovirus vector.

Lalu UI dengan metode pengembangan DNA, mRNA, dan platform virus like-particles. Dua yang lain, yakni UGM dengan subunit protein rekombinan, dan dari Unpad dengan dua platform protein rekombinan dan peptida, IgY Anti-RBD.

Namun vaksin tim Unair yang paling cepat berproses untuk mulai memasuki tahap uji klinik pada manusia. Vaksin Merah Putih Unair yang kemudian diberi nama Inavac sudah mulai melakukan uji klinik pada manusia sejak Februari lalu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga berharap vaksin Inavac yang dikembangkan oleh Unair bisa digunakan untuk vaksinasi booster dan vaksin bagi anak usia 3-6 tahun.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER