Urus STNK di Samsat BSD, Warga Sempat Diminta Uang Cek Fisik Rp30 Ribu

CNN Indonesia
Jumat, 30 Sep 2022 13:43 WIB
Seorang warga Tangsel mengaku sempat diminta bayar Rp30 ribu saat cek fisik kendaraan. Namun, uang itu kemudian dikembalikan lagi. Ilustrasi. Seorang warga Tangsel mengaku sempat diminta bayar Rp30 ribu saat cek fisik kendaraan. Namun, uang itu kemudian dikembalikan lagi. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pungutan liar alias pungli saat mengurus perpanjangan STNK terjadi di kantor Samsat BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Seorang warga bernama Dharma, mengaku sempat diminta uang Rp30 ribu saat melakukan cek fisik kendaraan.

Dharma menceritakan peristiwa itu terjadi Jumat (30/9) saat dirinya hendak membayar pajak lima tahunan. Awalnya, ia mendapatkan informasi mengenai biaya cek fisik saat bertanya ke warga lain yang juga mengurus perpanjangan STNK.

"Saya sempat tanya ke orang yang cek fisik duluan. Dia bilang bayarnya ke loket, bayar Rp30 ribu termasuk murah. Pelayanan di Samsat BSD, dia bilang, lebih bagus ketimbang di Samsat Ciputat yang banyak calo," kata Dharma kepada CNNIndonesia.com.

Ia pun melanjutkan proses perpanjangan STNK, termasuk menggosok nomor rangka dan nomor mesin. Kemudian setelah persyaratan lengkap, Dharma mendatangi petugas loket untuk menyerahkan berkas.

Di loket tersebut, ada dua petugas yang mengenakan kaus berlogo Satlantas. Ada juga satu petugas yang tampak mengenakan kemeja batik.

"Berkas saya udah di-acc, terus diminta bayar Rp30 ribu. Langsung saya tanya petugasnya, 'emang di sini cek fisik masih bayar?'" kata Dharma.

"Masih Pak, emang ini punya siapa?" lanjut Dharma menirukan kalimat petugas.

Dharma pun menyerahkan uang Rp100 ribu ke petugas tersebut. Namun, setelah Dharma menjelaskan bahwa dirinya mengurus STNK secara pribadi, petugas langsung mengembalikan uang itu. Alasannya, petugas mengira motor Dharma diurus oleh biro jasa.

"Enggak (bayar) kalau punya sendiri. Kirain punya biro jasa," kata petugas loket, menurut keterangan Dharma.

Ia kemudian melanjutkan proses perpanjangan ke loket lainnya. Proses setelah cek fisik itu, kata Dharma, berjalan dengan normal tanpa ada pungutan yang mencurigakan.

Belum ada tanggapan dari Polri soal peristiwa ini. Sementara itu, Pungli saat perpanjangan STNK juga sempat dialami komika Soleh Solihun. Ia membagikan pengalamannya itu di media sosial.

Soleh mengatakan diminta membayar Rp30 ribu saat melakukan cek fisik kendaraan. Unggahan itu pun ramai ditanggapi warganet.

Selain itu, Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Mulyono meminta maaf dan menjelaskan uang Rp30 ribu untuk cek fisik adalah ulah oknum. Pelaku pungli pun dipecat.

Klarifikasi Samsat BSD

Kepada CNN Indonesia, Kanit Samsat BSD AKP Afrizal pada Sabtu (1/10) memberikan klarifikasi atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada biaya yang dipunit dalam layanan perpanjangan STNK. Ia juga meminta maaf atas peristiwa yang dialami Dharma. 

Berikut klarifikasi lengkap dari Samsat BSD:

1. Kami mengucapkan terima kasih atas respons yang disampaikan masyarakat atas nama Dharma. Itu adalah wujud cintanya kepada institusi kami Polri khususnya Direktorat Lalu lintas

2. Kami selaku petugas terdepan dalam hal pelayanan, tentunya banyak kekurangan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar besarnya, dan dalam artian bahwa kami merespons keluhan seorang Wajib Pajak atas nama Dharma.

Bahwasanya, sebagaimana tercantum dalam PP no 76 tentang PNBP, sudah jelas dan telah kami pasang juga di loket pelayanan, kami tegaskan tidak ada biaya lain selain yang tercantum di daftar tersebut.

Untuk itu, apabila ada upaya penyimpangan, baik oleh oknum maupun di luar itu, misal calo, kami akan selalu melakukan pengawasan secara terus menerus. 

3. Bagi para pihak sebagai pemohon (wajib pajak) yang mengalami hal kurang pas, ataupun bagi yang memiliki saran dan masukkan, sedianya untuk menyampaikan melalui kontak saran aduan yang telah kami sediakan. Kami pasti akan menindaklanjuti. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas respons warga masyarakat sehingga kami bisa lebih baik kembali dalam hal melayani masyarakat, serta menghilangkan penyimpangan-penyimpangan dalam pelayanan.

4. Kami selaku Petugas Samsat menghaturkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan di Unit Samsat BSD.

(frl/tsa)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER