Sandiaga Dukung Jokowi soal Sindiran Pejabat Hobi ke Luar Negeri

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Okt 2022 13:17 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan Jokowi memiliki tim pemantau yang selalu memonitor kinerja para pejabat RI. Menparekraf Sandiaga Uno di di Glamping Resort Arkamaya Sembung, Sleman, Sabtu (1/10). CNN Indonesia/Tunggul
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyindir pejabat doyan wisata ke luar negeri saat krisis ekonomi melanda.

"Nah itu saya apresiasi luar biasa yang disampaikan bapak presiden dan itu beliau menyampaikannya dengan sedikit gemes gitu ya. Bahwa kok ada di saat-saat sekarang ini kita menghadapi inflasi, harga-harga meningkat, terus juga potensi resesi, susah mencari lapangan pekerjaan, kok kita nggak mendukung wisata di Indonesia saja," kata Sandi di Glamping Resort Arkamaya Sembung, Sleman, Sabtu (1/10).

Sandi mengatakan, Jokowi memiliki tim pemantau yang selalu memonitor kinerja para pejabat RI. Dia pun heran para pejabat termaksud bahkan sampai mengunggahnya di media sosial masing-masing.

"Timnya Pak Presiden ini pasti memantau ini gimana sih, dia foto-foto di Menara Eiffel Perancis, gitu padahal di Madiun juga ada. Foto-foto di Nepal. Padahal ada Nepal Van Java di Magelang. Foto-foto glamping di mana, padahal ada Arkamaya, kenapa nggak dukung produk-produk pariwisata di Indonesia aja," keluh Sandi.

Demi mendukung pariwisata dalam negeri, Sandi mengatakan Kemenparekraf mendorong peningkatan kualitas destinasi dari segi daya tarik maupun event serta produk-produk kreatifnya.

Upaya itu semua dilakukan bersinergi salah satunya juga demi memenuhi target jumlah pergerakan atau perjalanan wisatawan nusantara dari Jokowi.

"Pak Presiden menyatakan berwisata di Indonesia saja dan tahun ini kita sudah menembus target 550 juta menjadi 600 juta, dan tahun depan konon kabarnya Pak Presiden ingin memberikan target 1,4 miliar pergerakan dari wisatawan nusantara," ungkapnya.

"Mari kita sambut teguran dari Bapak Presiden ini dengan bekerja lebih keras lagi. Saya yakin yang disentil itu semua terasa," pungkas Sandi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menyindir pejabat yang doyan berwisata ke luar negeri pada saat krisis ekonomi melanda. Ia mewanti-wanti para pejabat akan potensi defisit di bidang pariwisata. Dia melihat jumlah kunjungan wisata dari Indonesia ke negara lain terus meningkat.

"Kenapa dalam situasi krisis global malah berbondong-bondong ke luar negeri, dipamer-pamerin di Instagram, apalagi pejabat," kata Jokowi saat memberi pengarahan kepada semua kepala daerah di Jakarta, Kamis (29/9).

Jokowi berkata ia menahan diri untuk berpergian ke luar negeri. Dia mengaku mendapat puluhan undangan untuk menghadiri acara di luar negeri. Ia hanya menghadiri tiga undangan acara di luar negeri. Menurutnya, pejabat harus membatasi diri dalam keadaan seperti ini.

"Saya rem. Ini ada manfaat kongkret enggak sih? Karena keluar uang hal-hal kayak gitu. Rakyat juga kita beri tahu gunakan untuk wisata dalam negeri saja," ujarnya.

Jokowi menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan ke luar negeri masih lebih tinggi dibandingkan kunjungan wisatawan dari luar negeri. Dia meminta kepala daerah mengajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.

(kum/ain)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER