Ibu Maeri Masih Mencari Putrinya Usai Tragedi Kanjuruhan

CNN Indonesia
Minggu, 02 Okt 2022 12:47 WIB
Ibu Maeri berkeliling menyisir semua rumah sakit di Kabupaten Malang untuk mencari Yunia, putrinya yang hilang usai terjadi Tragedi Kanjuruhan. Para orang tua berdatangan ke Rumah Sakit Wava Husada mencari anak atau anggota keluarga mereka usai terjadi tragedi Kanjuruhan. (Antara Foto/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang ibu bernama Maeri berkeliling dari rumah sakit ke rumah sakit di Malang untuk mencari keberadaan putrinya usai terjadi Tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak 130 orang tewas dalam tragedi Kanjuruhan.

Maeri tiba di Rumah Sakit Saiful Anwar pagi ini sambil membawa foto putrinya yang bernama Yunia. 

"Semua sudah dicari. Di semua RS," kata Maeri kepada CNN Indonesia, Minggu (2/10).

Rumah Sakit Saiful Anwar jadi salah satu rujukan untuk menampung korban tewas maupun luka dalam Tragedi Kanjuruhan. Rumah Sakit ini juga dapat limpahan dari Rumah Sakit Wafa Husada yang sebelumnya telah kewalahan menerima banyak korban. 

Limpahan korban itu membuat RS Saiful Anwar dipadati keluarga maupun suporter sejak pagi hari. Mereka datang untuk mencari anggota keluarga atau rekannya yang tidak ditemukan di stadion atau tempat lain.

Pantauan CNN Indonesia TV ada belasan korban yang sudah dikirim ke kamar mayat namun belum diketahui identitasnya. Pihak rumah sakit menyebut belasan korban tewas itu mayoritas anak-anak.

Sementara itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengimbau keluarga yang kehilangan anak-anaknya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, agar melapor.

"Diimbau yang kehilangan anggota keluarganya, termasuk anak-anak yang menonton atau ada di sekitar tempat kejadian agar melapor dan menginformasikan data anak atau keluarganya yang hilang," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA, Nahar, dikutip dari Antara.

Menurut dia, ada beberapa anak yang menjadi korban insiden berdarah itu, belum diketahui identitasnya.

Nahar mengatakan hingga saat ini, sedikitnya ada 17 anak yang meninggal dan tujuh anak mengalami luka-luka.

"Data yang masuk, 17 anak meninggal dan tujuh dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Nahar.

Anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut kebanyakan berusia antara 12 tahun hingga 17 tahun.

Pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kota Malang masih terus memastikan jumlah anak yang meninggal serta korban luka-luka yang memerlukan perawatan fisik dan psikis lanjutan.

"Kami terus memastikan data berapa anak yang meninggal, yang luka dan perlu perawatan fisik dan psikis lanjutan," katanya.

Sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi berdarah usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.

Kericuhan terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya. Ribuan Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Aksi suporter itu dihalau polisi dengan menembakkan gas air mata sehingga memicu kepanikan massa. Sebanyak 130 orang tewas dalam peristiwa ini.

(wis/wis)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER