Menaker Klaim Jumlah Pengangguran Turun sejak Pandemi Covid-19

CNN Indonesia
Senin, 31 Okt 2022 01:30 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengklaim tingkat pengangguran terbuka di Indonesia menurun dalam dua tahun terakhir atau sejak pandemi Covid-19 melanda. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengklaim tingkat pengangguran terbuka di Indonesia menurun dalam dua tahun terakhir atau sejak pandemi Covid-19 melanda. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengklaim tingkat pengangguran terbuka di Indonesia menurun dalam dua tahun terakhir atau sejak pandemi Covid-19 melanda.

"Alhamdulillah atas kerja keras stakeholder ini, pengangguran bisa kita turun menjadi 5,83 persen,"kata Ida dalam acara Festival Pelatihan Vokasi, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (30/10).

Ida mengatakan bahwa setiap tahunnya Indonesia dihadapkan pada penambahan jumlah angkatan kerja baru sebesar 4,2 juta orang.

Penambahan itu, kata Ida, merupakan dampak dari bonus demografi yang akan mengalami ledakan penduduk usia produktif. Ledakan itu akan mencapai puncaknya pada 2030.

Menurutnya, pemerintah mampu menekan jumlah pengangguran karena kebijakan yang selama ini diterapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ida mengatakan bahwa Jokowi fokus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui penguatan vokasi, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

"Dalam konteks ini, pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja dan mengurangi angka pengangguran," ujarnya.

Lebih lanjut, Ida menuturkan bahwa meski permasalahan jumlah pengangguran dapat sedikit teratasi, tapi pada 2023, Indonesia masih dihadapkan dengan ancaman resesi global setelah diterjang pandemi Covid-19.

"Kondisi kita saat ini membaik, tapi permasalahan lain muncul termasuk ancaman resesi global yang nauzubillah min dzalik mudah-mudahan tidak berdampak ke sektor yang seperti kita ketahui, kita hindari terjadinya pemutusan hubungan kerja secara massal," katanya.

(lna/has)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER