GP Ansor DKI Polisikan Faizal Assegaf: Ini Puncak Kemarahan Kami

CNN Indonesia
Selasa, 08 Nov 2022 17:23 WIB
GP Ansor DKI Jakarta menyatakan laporan terhadap Faizal Assegaf ke polisi merupakan puncak kemarahan mereka sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta resmi melaporkan Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik, Selasa (8/11)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gerakan Pemuda GP Ansor DKI Jakarta menyatakan laporan terhadap Faizal Assegaf ke pihak berwajib merupakan puncak kemarahan mereka sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU).

Diketahui, GP Ansor DKI melaporkan Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya buntut cuitannya yang dianggap menyinggung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.

"Ya mungkin ini puncak dari kemarahan kami sebagai kader NU, karena kami sudah sering mendengar, tapi hari-hari ini sangat vulgar sekali, dan itu beritanya fitnah semua makanya kami laporkan ke Polda Metro," kata Ketua GP Ansor DKI Muhammad Ainul Yakin di Polda Metro Jaya, Selasa (8/11).

Ainul mengatakan cuitan Faizal yang menjadi dasar laporan ini, salah satunya adalah yang menyebut Ketum PBNU pembenci habaib.

"Mengatakan bahwa Ketum PBNU itu membenci para habaib, dalang untuk pembubaran habaib, itu sangat keji sekali," ujarnya.

Ainul berharap Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan yang pihaknya layangkan terhadap Faizal. Sebab, kata dia, persoalan ini sudah menyinggung ke ranah agama.

"Kami yakin Polda Metro insyaallah memberikan atensi khusus, karena ini persoalan umat, persoalan agama, persoalan keyakinan sehingga ini sensitif harus segera ditindaklanjuti," ucap Ainul.

Laporan terhadap Faizal ini terdaftar dengan nomor LP/B/5700/XI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 November 2022.

Faizal dilaporkan terkait dugaan tindak ujaran kebencian dan atau berita bohong sebagaimana diatur dalam Paaal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Terkait hal ini, Faizal mengaku tak takut dengan upaya Gerakan Pemuda Ansor di berbagai wilayah yang melaporkannya ke polisi imbas cuitannya di media sosial Twitter.

"Saya demi Allah enggak takut. Karena saya enggak zalimi siapa pun," kata Faizal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/11).

Faizal menjelaskan bahwa dirinya hanya mempertanyakan potongan pernyataan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di sebuah video terkait 'habib pengungsi'. Ia menilai seharusnya pihak Yahya menjawab dengan argumentasi, bukan dengan laporan polisi.

"Saya berbicara pandangan saya tentang kekeliruan pernyataan ketum PBNU. Saya mempertanyakan bagaimana itu. Jawab dengan argumentasi, bukan dengan laporan," kata dia.

"Sampai sekarang saya kejar dia. Mana buktinya habaib pengungsi, mana? Karena habaib di Indonesia itu ada sejak sebelum NU [didirikan]," imbuhnya.

(dis/gil)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER