Orasi Ilmiah di UBK, Puan Ajak Pemuda RI Teruskan Cita-cita Bung Karno

DPR RI | CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 17:04 WIB
Puan Maharani mengajak pemuda untuk meneruskan cita-cita Bung Karno dalam membangun karakter bangsa saat mengisi orasi ilmiah di UBK. Ketua DPR RI, Puan Maharani, orasi ilmiah bertema 'Sarjana Unggul Berkarakter Pancasila Membangun Indonesia di Era Digital' dalam acara Wisuda UBK di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (30/11). (Foto: Arsip DPR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, memberikan motivasi kepada wisudawan/wisudawati Universitas Bung Karno (UBK) untuk berpartisipasi membangun Indonesia.

Anjuran tersebut ia utarakan saat mengisi orasi ilmiah bertema 'Sarjana Unggul Berkarakter Pancasila Membangun Indonesia di Era Digital' dalam acara Wisuda Program Sarjana XX dan Program Magister Hukum IV UBK di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Total wisudawan/wisudawati yang hadir sebanyak 826 orang yang berasal dari 12 Program Studi, terdiri dari 11 Prodi Program Sarjana dan 1 Prodi Program Magister Hukum.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengawali orasi dengan menceritakan prestasinya sebagai perempuan pertama dan termuda sebagai Ketua DPR RI. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak serta merta menjadi Ketua DPR, akan tetapi berproses dari bawah.

"Kalau kalian punya cita-cita, Insyaallah akan tercapai jika kerja keras dan disiplin," tutur Puan dalam keterangannya, Rabu (30/11).

Secara khusus, Puan berpesan kepada wisudawati agar tidak takut berjuang sebagai perempuan. Dia pun meminta para wisudawati untuk terus berjuang dan tidak kalah dari para laki laki.

Menurut Puan, upaya Universitas Bung Karno dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah sekadar kecerdasan dalam ilmu pengetahuan, melainkan juga kecerdasan dalam hal kebudayaan. Baginya, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan Nation and Character Building, Pembangunan Karakter Bangsa, yang selalu digelorakan oleh Bung Karno.

Peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Pukyong National University (PKNU) Korea Selatan itu lalu mengutip pernyataan Bung Karno dalam pidatonya di HUT RI tahun 1966.

"Inilah perlunya, sekali lagi MUTLAK perlunya, Nation and Character Building. Memberikan self respect kepada bangsa sendiri, memberikan self confidence kepada diri bangsa sendiri, memberikan kesanggupan untuk berdikari," tambahnya mengutip Bung Karno.

Menurut Puan, sang kakek menyatakan keahlian tentu diperlukan, tetapi keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya.

Peran tersebut untuk membangun kebersamaan yang dapat memberikan rasa cinta pada tanah air, memberikan rasa percaya diri sebagai bangsa, serta yang memberikan kesanggupan untuk berdikari dalam membangun kemajuan bangsa dan negara.

Lebih lanjut, Puan melihat mata kuliah khusus untuk mengajarkan ajaran Bung Karno di UBK dapat membekali setiap lulusan UBK agar memiliki karakter pribadi berdasarkan pada cipta, rasa, karsa dan karyanya berlandaskan pada kepribadian dan kebudayaan Indonesia.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya Universitas Bung Karno membangun manusia Indonesia sebagai kader bangsa, yang memiliki wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air, yang juga memiliki kualitas daya saing," ucap Puan.

Di sisi lain, Puan mengatakan, salah satu hal yang penting dan strategis sebagai penggerak kemajuan Indonesia adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Terlebih, Indonesia mengalami 'Bonus Demografi' yang terjadi mulai tahun 2022 sampai tahun 2035.

Menurut Mantan Menko PMK ini, surplus SDM usia produktif ini apabila tidak dibekali dengan kemampuan yang memadai.

"Lulusan UBK harus bisa membangun integritas diri, etos kerja, dan kebiasaan diri yang tertib, disiplin dan hidup sehat. Bagaimana? Kalian siap? Siap?" tanya Puan.

"Siap!" jawab para wisudawan/wisudawati UBK serentak.

"Dengan demikian Indonesia akan semakin maju!" timpal Puan.

Tanggap Digital

Kepada para lulusan UBK, Puan mengatakan dirinya memahami mereka memiliki harapan-harapan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup secara ekonomi. Hal ini dapat dicapai dengan masuk dalam dunia kerja, menjadi pengusaha, menjadi pelayan sosial, ataupun kegiatan lainnya.

Menurut Puan, dunia usaha dan dunia kerja di Indonesia saat ini juga mengikuti tren yang berkembang, yaitu digitalisasi yang membuka berbagai kesempatan dan sekaligus persaingan yang tinggi.

"Ekonomi digital, e-commerce, berkembang dengan pesat dan persaingan yang ketat. Selama Pandemi Covid-19, pemanfaatan ekonomi digital semakin luas dan membuka kesempatan bagi siapapun untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial," sambung Puan.

Dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut, DPR disebutnya juga memaksimalkan fungsi legislasi untuk mempersiapkan Indonesia agar maju di era digital. Salah satunya melalui pengesahan RUU tentang ASEAN Agreement on Electronic Commerce (Persetujuan ASEAN tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik).

"Potensi ekonomi ke depan juga masih memiliki prospek yang baik untuk sektor-sektor yang cepat pulih dan berdaya tahan tinggi, seperti pangan, pertanian, jasa keuangan, perdagangan, teknologi informasi komunikasi, dan lain sebagainya," jelas penyandang dua gelar Doktor Kehormatan itu.

Dia pun menegaskan bahwa negara, dalam hal ini Pemerintah dan DPR RI, memberikan perhatian yang besar dalam menciptakan lapangan kerja, dunia usaha yang kondusif, serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Puan pun mendorong lulusan UBK agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan, menghadapi risiko usaha, serta meningkatkan kualitas diri apapun pilihannya. Baik memilih masuk dunia kerja, menjadi pengusaha, menjadi penggiat sosial, atau pilihan-pilihan lain.

"Apapun peluang yang ada, dibutuhkan lulusan UBK yang berani mengambil pilihan, berani menempuh jalannya, dan meraihnya dengan perjuangan," tuturnya.

Puan mengatakan, wisudawan dan wisudawati UBK juga memiliki tugas kebangsaan, yaitu membangun budaya toleran, budaya gotong royong, serta memperkuat kesadaran anak bangsa bahwa Indonesia dipersatukan oleh Pancasila.

Terlebih, Indonesia sebagai negara berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa yang terdiri dari 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa yang berbeda serta tersebar di 17.000 pulau, dapat mengintegrasikan beragam masyarakat menjadi satu bangsa.

Menurutnya, hal ini hanya dapat dilakukan karena Indonesia memiliki konsepsi nilai luhur bersama yang menjadi jati diri bangsa, intisari dari bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

Puan kembali mengutip Presiden Soekarno yang pernah mengatakan 'Beri aku sepuluh pemuda maka niscaya akan kuguncangkan dunia'. Ia berharap, sarjana-sarjana UBK mampu mengguncang dunia dengan menjawab tantangan zaman dan menggerakkan kemajuan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.

"Selamat menjadi sarjana-sarjana UBK untuk Indonesia. Ayo sarjana UBK, kita membangun bangsa. Ayo sarjana UBK, kita wujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," tegas Puan.

Usai melakukan orasi ilmiah, Puan lalu menyerahkan cendera mata kepada lulusan UBK terbaik.

Sejumlah anggota DPR juga terlihat mendampingi Puan dalam acara wisuda UBK ini, yakni Wakil Ketua Komisi X DPR Agustin Wilujeng dan Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, M. Marhaendra Putra dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Puan.

"Wisuda UBK kali ini sangat spesial karena kita mendengarkan orasi ilmiah dari cucu Bung Karno," kata Marhaendra Putra.

(rir/rir)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER