IPW: Penyebab Kematian Kalideres Mestinya Sudah Bisa Dipublikasikan

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 10:28 WIB
Indonesia Police Watch menyatakan penyidik Polda Metro Jaya mesti segera mengambil keputusan agar kasus kematian di Kalideres tak semakin liar digunjungkan. Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya unt uk segera mengungkap penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya untuk segera mengungkap penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Diketahui, satu keluarga itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di rumah mereka pada Kamis (10/11). Dengan demikian, proses penyelidikan kasus ini sudah berjalan selama tiga pekan.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut tiga pekan merupakan waktu yang cukup bagi penyidik untuk mengungkap penyebab kematian para korban.

"IPW berpendapat semestinya hasil forensik ini yang menjelaskan sebab dan waktu kematian sudah bisa dipublikasikan," kata Sugeng saat dihubungi, Kamis (1/12).

Sugeng pun membandingkan kasus ini dengan proses pengungkapan penyebab meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Di mana tim forensik membutuhkan waktu sekitar 3 minggu, maka kasus ini semestinya juga sudah seharusnya dipublikasikan oleh penyidik Polda Metro Jaya merujuk kepada hasil forensik," ujarnya.

Sugeng menyampaikan dengan mengungkap penyebab kematian para korban, penyidik juga bisa segera menentukan soal kelanjutan proses penyidikan atas kasus ini.

Dengan demikian, kata Sugeng, penyidik bisa menyimpulkan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini, artinya ada perbuatan dari orang lain yang menyebabkan korban meninggal.

Ataukah, para korban ini meninggal karena keinginan mereka. Ini, lanjut Sugeng, terkait temuan bahwa ada ritual yang kerap dilakukan oleh korban.

"(Apabila korban meninggal karena keinginan sendiri) maka kasus ini tidak perlu berlama-lama dan segera ditutup, apalagi korban bukanlah pribadi-pribadi yang high profile atau memiliki satu pengaruh besar di tengah masyarakat," ucap Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng menyampaikan bahwa penyidik Polda Metro Jaya mesti segera mengambil keputusan agar kasus ini tak semakin berkepanjangan.

"Segera kemudian ditetapkan apakah kasus ini ditutup karena bukan satu peristiwa tindak pidana, atau suatu peristiwa tindak pidana sehingga tidak berlarut-larut," pungkasnya.

Diberitakan, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11). Keempat korban tewas itu yakni Rudiyanto, Reni Margaretha, Dian, serta Budiyanto.

Dalam proses penyelidikan sudah berjalan hampir tiga pekan, polisi baru berhasil mengungkap bahwa Reni Margaretha telah meninggal dunia sejak bulan Mei. Sedangkan Dian, diduga menjadi orang yang paling terakhir meninggal dunia.



Hasil penyelidikan terbaru, polisi menemukan fakta bahwa salah satu korban tewas bernama Budiyanto disebut aktif melakukan sebuah ritual. Polisi juga menemukan sejumlah buku aliran agama, mantra yang ditulis di atas kain, hingga kemenyan.

Selain itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi juga menyebut kecil kemungkinan ada tindak pidana oleh pihak luar dalam kasus ini. Sebab, tak ditemukan jejak kehadiran pihak di luar di TKP dan semua pintu terkunci dari dalam.

"Artinya sangat kecil kemungkinan adanya tindak pidana di luar daripada kegiatan dilakukan oleh empat orang ini di dalam rumah," kata Hengki kepada wartawan, Rabu (30/11).

(dis/gil)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER