Menkes: 80 Persen Varian Covid di RI Didominasi Omicron XBB dan BQ.1

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 14:54 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB dan BQ.1 sudah mendominasi lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB dan BQ.1 sudah mendominasi lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di Indonesia (Kris - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian XBB dan BQ.1 sudah mendominasi lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di Indonesia.

Dua subvarian itu menurut Budi menjadi salah satu biang kerok kenaikan kasus dalam beberapa minggu terakhir.

"Populasi XBB dan BQ.1 itu sudah di atas 80 persen dari seluruh varian yang ada. Dia sudah take over BA.4 dan BA.5," kata Menkes di kompleks Istana, Kamis (1/12).

Budi selanjutnya memastikan pemerintah akan terus berupaya mengawasi pintu masuk Indonesia guna meminimalisir persebaran varian-varian baru yang muncul. Ia menyebut pemerintah juga bakal memperkuat pemeriksaan WGS dalam mengidentifikasi varian baru di Indonesia.

Kemenkes baru-baru ini juga telah mengeluarkan instruksi baru agar dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota hingga rumah sakit rujukan pasien virus corona untuk melakukan pemeriksaan WGS bagi pasien Covid-19 di ICU yang hasil Cycle Threshold (CT) dari tes PCR bernilai kurang dari 30.

Ketentuan itu tertuang melalui SE Nomor HK.02.02/III/3741/2022 tentang Percepatan Penanggulangan Kasus Virus Corona Disease (Covid-19) Varian Baru Omicron Sub Variant XBB, yang diteken oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami.

"Kalau data dari populasi varian genomic, kita lihat dalam satu minggu dan dua minggu ke depan kasus akan turun," ujar Budi.

Sementara itu, penurunan kasus positif Covid-19 sudah mulai terlihat dalam sepekan belakangan. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian pemerintah kasus konfirmasi Covid-19 mingguan turun sebesar 17,55 persen.

Tercatat selama periode 17-23 November, jumlah kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 berjumlah 45.247 kasus. Sementara pada periode sepekan setelahnya atau selama 24-30 November, kasus konfirmasi Covid-19 turun menjadi 37.306 orang.

Kendati demikian, tren kematian Covid-19 masih masih belum menurun. Tercatat selama periode 17-23 November, jumlah kumulatif kasus kematian Covid-19 berjumlah 271 kasus. Sementara pada periode 24-30 November, kasus kematian Covid-19 naik menjadi 306 orang atau dapat dikatakan naik hingga 12,9 persen.

(khr/isn)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER