Projo Respons soal Faksi Relawan Jokowi: Sejak Awal Sudah Tidak Satu

CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 08:55 WIB
Bendahara Umum kelompok relawan Projo Panel Barus mengatakan keberadaan faksi-faksi dalam tubuh relawan Presiden Jokowi merupakan hal yang lumrah. Ilustrasi relawan Jokowi. Projo merespon soal relawan Jokowi yang terbagi beberapa faksi (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bendahara Umum kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) Panel Barus mengatakan keberadaan faksi-faksi dalam tubuh relawan Presiden Jokowi merupakan hal yang lumrah.

Menurutnya, sejak awal relawan muncul secara sporadis, sehingga memiliki pandangan yang berbeda. Namun, saat itu yang menyatukan relawan adalah kesamaan dalam melihat sosok Jokowi sebagai pemimpin yang cocok.

Oleh karena itu, kata Panel, tidak pas jika saat ini, di akhir masa jabatan Jokowi, relawan disebut pecah.

"Sejak lahirnya saja dia (relawan) sudah tidak satu, dia disatukan oleh pandangan bahwa Jokowi pemimpin 10 tahun ke depan yang dibutuhkan bangsa ini. Nah pasca Jokowi, berbeda-beda lagi, ya biasa itu," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/12).

Panel menambahkan keberagaman pandangan relawan Jokowi juga tercermin dari munculnya ribuan kelompok relawan. Menurutnya, kalau dari awal relawan memiliki pandangan yang sama, tentu organisasinya pun hanya satu.

"Kalau sekarang ada polarisasi, yang satu ada yang dukung tiga periode, ada yang mikirin..Itu biasa, sejak lahir seperti itu," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menyebut relawan Jokowi terbelah ke dalam beberapa kelompok. Ia menyebut sedikitnya ada tiga kelompok.

Salah satu kelompok adalah orang orang yang hanya mencari uang lewat berbagai event. Mereka juga mendukung wacana masa jabatan presiden tiga periode.

Nuel menilai relawan yang mendukung tiga periode Jokowi menjadi tantangan untuk demokrasi di Indonesia. Sebab, mereka mendukung kekuasaan yang menyimpang.

"Ada yang mau perpanjang jabatannya, ada yang sedikit lagi pemilu, banyak menteri mau mundur, yang berpikir 'gue eksis, ah, biar bisa jadi menteri'. Nah banyak," ujarnya.

(mrh/isn)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER