BNPT Temukan 600 Situs hingga Akun Paham Radikal, Facebook Terbanyak

CNN Indonesia
Kamis, 29 Des 2022 03:29 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan lebih dari 600 situs/akun yang bermuatan unsur radikal sepanjang tahun 2022. Ilustrasi. BNPT menemukan lebih dari 600 situs/akun yang bermuatan unsur radikal sepanjang tahun 2022. (REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan lebih dari 600 situs/akun yang bermuatan unsur radikal sepanjang tahun 2022. Dari jumlah itu, setidaknya terdapat 900 konten yang mengarah pada propaganda.

"Terhitung sejak Januari hingga Desember 2022, BNPT mencatat lebih dari 600 situs/akun di berbagai platform media sosial yang berpotensi radikal, menyebarkan lebih dari 900 konten propaganda: antiNKRI, anti dengan negara kita, menebarkan konten-konten intoleran, dan bahkan ada yang diistilahkan dengan paham takfiri, menjadikan narasi kafir menjadi semangat permusuhan di antara anak bangsa," ujar Kepala BNPT Boy Rafli Amar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/12).

Boy menambahkan konten propaganda tersebut paling banyak terdapat di platform media sosial Facebook.

"Dalam hal ini BNPT menemukan akun-akun yang menyebarkan propaganda dan radikal terorisme di antaranya di Facebook 168 akun, WhatsApp sebanyak 156 kontak, Telegram 119, Instagram ada 54 akun, Youtube 25 akun, media online 14 dan Twitter 85," tutur Boy.

Jenderal polisi bintang tiga ini menjelaskan BNPT telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menindak ratusan situs/akun yang mengandung unsur radikal tersebut.

"Banyak yang dikerjasamakan dengan Kominfo dalam konteks kalau sudah sangat membahayakan, kita memohon untuk dilakukan take down. Tetapi, kita tahu proses take down ini harus kerja sama dengan platform-platform media yang ada di belahan dunia," imbuhnya.

Selain itu, BNPT pada tahun ini juga membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Duta Damai Dunia Maya di Papua dan Papua Barat. Keduanya dibentuk guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan perdamaian di tanah Papua.

"Sampai 2022, FKPT telah hadir di 36 provinsi. FKPT terdiri dari anak muda: mahasiswa, pegiat media sosial, dan lain sebagainya," ucap Boy.

(ryn/isn)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER