Muhammadiyah soal Polemik Timnas Israel: Harus Sejalan Policy Negara
CNN Indonesia
Selasa, 14 Mar 2023 15:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan ajang internasional, termasuk gelaran turnamen sepak bola semestinya sejalan antara penyelenggaraannya dan ideologi politik negara tuan rumahnya.
Pernyataan Haedar itu merespons bakal bermainnya timnas Israelsebagai salah satu finalis Piala Dunia Sepak Bola U-20 yang digelar 20 Mei-11 Juni 2023 di Indonesia.
"Baik sepak bola maupun urusan-urusan lain itu harus dalam satu kesatuan sistem dengan policy negara," kata Haedar kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haedar menekankan, sejauh negara memiliki perspektif tertentu terhadap sebuah ideologi politik, di samping ada tidaknya hubungan diplomatik, maka urusan lain bisa menyesuaikan.
"Sejauh negara itu masih punya kebijakan antiimperialisme, antikolonialisme, lalu tidak punya hubungan diplomatik dengan satu negara, yang lain itu harus menyesuaikan. Akibat tidak menyesuaikan, lalu terjadi masalah," katanya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat berpandangan kehadiran Timnas Israel akan menjadi permasalahan bagi masyarakat Indonesia karena Negara Yahudi itu masih dianggap sebagai penjajah bagi Palestina.
"Ini adalah hal yang sangat sensitif di masyarakat luas khususnya di Indonesia, karena menyangkut dengan penjajahan zionis Israel terhadap bangsa Palestina yang dalam waktu panjang berlangsung hingga hari ini," ujar Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa.
Sudarnoto mengatakan bila timnas Israel dan rombongan pendukungnya tetap hadir dalam putaran final Piala Dunia U-20, maka risikonya besar akan menimbulkan kegaduhan bahkan pertentangan di kalangan masyarakat yang justru merusak persatuan Indonesia.
Pihaknya menyarankan penolakan terhadap kehadiran Israel dalam ajang pesta olahraga dunia yang diselenggarakan di Indonesia. Itu, kata dia, pernah dicontohkan Presiden pertama RI yang juga tokoh proklamator, Sukarno di masa lampau.
"Pemerintah dan para pejabat tinggi termasuk PSSI seharusnya mencontoh Presiden Sukarno yang tegas dan berani menolak kehadiran kontingen Israel di event Asian Games tahun 1962, karena Israel adalah penjajah. Meskipun harus keluar dari IOC, akan tetapi dengan penolakan ini Indonesia saat itu justru memperoleh posisi politik yang diperhitungkan secara internasional," kata dia.
"Sebaliknya, menerima dan bahkan 'memberikan jaminan keamanan' terhadap tim nasional Israel untuk piala dunia U-20 ini justru menunjukkan bahwa Indonesia, melalui diplomasi sepak bola ini, telah ditundukkan oleh kekuatan pro-Israel. Selemah itukah Indonesia?" sambungnya.
Baca halaman selanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut keamanan timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 merupakan domain atau urusan pemerintah RI. Ia menegaskan PSSI fokus dalam penyelenggaraan acara.
Erick menyampaikan, sudah ada perjanjian antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah lokasi venue Piala Dunia U-20 2023 ihwal keamanan peserta. Itu menjadi acuan keamanan seluruh tim termasuk Israel.
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut keikutsertaan timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang menuai pro-kontra sudah diantisipasi Pemerintah RI.
"Sudah dibahas dan disiapkan semua jalur. Politik, diplomatik, keamanan, dan sebagainya sudah dibicarakan. Ditunggu aja nanti dirundingkan," kata Mahfud di kampus UII, Sleman, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Sementara itu Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan bila timnas Israel dan rombongan pendukungnya tetap hadir dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, bisa berisiko besar akan menimbulkan kegaduhan bahkan pertentangan di kalangan masyarakat yang justru merusak persatuan Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut akan menjadi permasalahan bagi masyarakat lantaran Israel masih dianggap sebagai penjajah bagi Palestina.
Pihaknya pun mengingatkan soal pemerintah dan negara Indonesia yang berkomitmen kuat untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama persoalan penjajahan Palestina belum selesai.
"Ini pernah ditegaskan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri RI dan MUI mendukung sikap tegas ini," kata dia.
Sudarnoto mengingatkan sikap tegas tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel ini harus dipertahankan Indonesia dan dijaga dengan sepenuh hati selama Negara Yahudi itu masih terus menjajah bangsa Palestina.
"Jangan ada celah sedikitpun dengan alasan apapun untuk mengkhianati amanat Pembukaan UUD 1945 dan merusak komitmen presiden sehingga membuka ruang bagi Israel untuk masuk ke Indonesia melalui jalur apapun, termasuk jalur piala dunia sepak bola U-20," kata dia.
Oleh karena itu, dia mendorong semua lembaga dan pihak tanpa kecuali untuk bersatu padu menjaga amanah Pembukaan UUD 1945, komitmen presiden, dan kehormatan atau muruah Bangsa dan Negara Indonesia dengan sepenuh hati.
"Bangsa Indonesia harus tampil dengan berani dan tegas menolak kehadiran rombongan Israel masuk ke wilayah Indonesia untuk piala dunia sepak bola U-20," katanya.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan ajang internasional, termasuk gelaran turnamen sepak bola semestinya sejalan antara penyelenggaraannya dan ideologi politik negara tuan rumahnya.
Pernyataan Haedar itu merespons bakal bermainnya timnas Israelsebagai salah satu finalis Piala Dunia Sepak Bola U-20 yang digelar 20 Mei-11 Juni 2023 di Indonesia.
"Baik sepak bola maupun urusan-urusan lain itu harus dalam satu kesatuan sistem dengan policy negara," kata Haedar kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haedar menekankan, sejauh negara memiliki perspektif tertentu terhadap sebuah ideologi politik, di samping ada tidaknya hubungan diplomatik, maka urusan lain bisa menyesuaikan.
"Sejauh negara itu masih punya kebijakan antiimperialisme, antikolonialisme, lalu tidak punya hubungan diplomatik dengan satu negara, yang lain itu harus menyesuaikan. Akibat tidak menyesuaikan, lalu terjadi masalah," katanya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat berpandangan kehadiran Timnas Israel akan menjadi permasalahan bagi masyarakat Indonesia karena Negara Yahudi itu masih dianggap sebagai penjajah bagi Palestina.
"Ini adalah hal yang sangat sensitif di masyarakat luas khususnya di Indonesia, karena menyangkut dengan penjajahan zionis Israel terhadap bangsa Palestina yang dalam waktu panjang berlangsung hingga hari ini," ujar Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa.
Sudarnoto mengatakan bila timnas Israel dan rombongan pendukungnya tetap hadir dalam putaran final Piala Dunia U-20, maka risikonya besar akan menimbulkan kegaduhan bahkan pertentangan di kalangan masyarakat yang justru merusak persatuan Indonesia.
Pihaknya menyarankan penolakan terhadap kehadiran Israel dalam ajang pesta olahraga dunia yang diselenggarakan di Indonesia. Itu, kata dia, pernah dicontohkan Presiden pertama RI yang juga tokoh proklamator, Sukarno di masa lampau.
"Pemerintah dan para pejabat tinggi termasuk PSSI seharusnya mencontoh Presiden Sukarno yang tegas dan berani menolak kehadiran kontingen Israel di event Asian Games tahun 1962, karena Israel adalah penjajah. Meskipun harus keluar dari IOC, akan tetapi dengan penolakan ini Indonesia saat itu justru memperoleh posisi politik yang diperhitungkan secara internasional," kata dia.
"Sebaliknya, menerima dan bahkan 'memberikan jaminan keamanan' terhadap tim nasional Israel untuk piala dunia U-20 ini justru menunjukkan bahwa Indonesia, melalui diplomasi sepak bola ini, telah ditundukkan oleh kekuatan pro-Israel. Selemah itukah Indonesia?" sambungnya.
Baca halaman selanjutnya.
PSSI Lempar ke Pemerintah, Mahfud Bilang Disiapkan Semua Jalur
TImnas junior Israel bakal menjadi debutan Piala Dunia U-20. (REUTERS/RADOVAN STOKLASA)
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut keamanan timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 merupakan domain atau urusan pemerintah RI. Ia menegaskan PSSI fokus dalam penyelenggaraan acara.
Erick menyampaikan, sudah ada perjanjian antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah lokasi venue Piala Dunia U-20 2023 ihwal keamanan peserta. Itu menjadi acuan keamanan seluruh tim termasuk Israel.
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut keikutsertaan timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang menuai pro-kontra sudah diantisipasi Pemerintah RI.
"Sudah dibahas dan disiapkan semua jalur. Politik, diplomatik, keamanan, dan sebagainya sudah dibicarakan. Ditunggu aja nanti dirundingkan," kata Mahfud di kampus UII, Sleman, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Sementara itu Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan bila timnas Israel dan rombongan pendukungnya tetap hadir dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, bisa berisiko besar akan menimbulkan kegaduhan bahkan pertentangan di kalangan masyarakat yang justru merusak persatuan Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut akan menjadi permasalahan bagi masyarakat lantaran Israel masih dianggap sebagai penjajah bagi Palestina.
Pihaknya pun mengingatkan soal pemerintah dan negara Indonesia yang berkomitmen kuat untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama persoalan penjajahan Palestina belum selesai.
"Ini pernah ditegaskan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri RI dan MUI mendukung sikap tegas ini," kata dia.
Sudarnoto mengingatkan sikap tegas tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel ini harus dipertahankan Indonesia dan dijaga dengan sepenuh hati selama Negara Yahudi itu masih terus menjajah bangsa Palestina.
"Jangan ada celah sedikitpun dengan alasan apapun untuk mengkhianati amanat Pembukaan UUD 1945 dan merusak komitmen presiden sehingga membuka ruang bagi Israel untuk masuk ke Indonesia melalui jalur apapun, termasuk jalur piala dunia sepak bola U-20," kata dia.
Oleh karena itu, dia mendorong semua lembaga dan pihak tanpa kecuali untuk bersatu padu menjaga amanah Pembukaan UUD 1945, komitmen presiden, dan kehormatan atau muruah Bangsa dan Negara Indonesia dengan sepenuh hati.
"Bangsa Indonesia harus tampil dengan berani dan tegas menolak kehadiran rombongan Israel masuk ke wilayah Indonesia untuk piala dunia sepak bola U-20," katanya.