Anies Sebut Politik Identitas Tak Terhindarkan, Singgung Pilkada DKI

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Mar 2023 16:14 WIB
Anies menyebut yang penting bagi tiap calon yang bersaing dalam pemilu adalah memiliki kedewasaan. Tiap kompetisi selesai, harus selalu ada titik temu. Anies Baswedan saat safari politik di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/3). (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bakal calon presiden Anies Baswedan menyebut politik identitas dalam sebuah kontes politik merupakan hal yang tak bisa dihindari.

Anies beralasan setiap calon yang bersaing selalu punya identitas yang melekat pada dirinya.

Hal itu disampaikan Anies saat menghadiri forum diskusi dengan pemimpin dan kepala redaksi media massa di Surabaya yang diselenggarakan Partai NasDem.

"Politik identitas itu adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Misalnya calon yang bersaing adalah laki-laki dan perempuan, maka di situ ada identitas gender," papar Anies di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (17/3) malam dikutip dari Detikjatim.

Anies juga menyebut contoh lain ketika ada dua calon yang berbeda suku. Bisa jadi, kata ia, pendukung kedua kubu akan berkutat dengan isu perbedaan suku. Menurutnya hal itu lumrah terjadi di pemilu.

Anies kemudian bercerita tentang apa yang terjadi pada Pilkada DKI 2017. Kala itu yang bersaing adalah paslon dengan latar belakang beda agama. Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.

"Terjadi pada 2017, calon yang bersaing agamanya berbeda. Maka identitasnya yang terlihat adalah agama. Itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama," jelas Anies.

Menurutnya penting bagi tiap calon yang bersaing dalam pemilu untuk memiliki kedewasaan. Baik calon yang menang maupun yang kalah. Setelah pemilu selesai, harus ada titik temu antara masing-masing kubu.

"Yang menang mau merangkul yang kalah. Sedangkan yang kalah juga harus mau mengakui kekalahannya," ucapnya.

Anies mengatakan tak masalah bagi siapapun untuk tidak suka kepadanya. Anies beranggapan meski ia dibenci karena identitas yang berbeda, namun ia tetap akan mengajak orang-orang yang memang berkompeten di bidangnya.

"It doesn't matter if you don't like me, tidak masalah jika anda tidak suka dengan saya. Tapi saya akan selalu mengajak siapapun untuk berdiskusi, bersama-sama membangun gerakan-gerakan yang kontributif membawa perubahan," sebut Anies.

Baca berita lengkapnya di sini.

(ain/ain)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER