Jokowi hingga PDIP Respons Kabar Kaesang Gabung PSI
CNN Indonesia
Jumat, 22 Sep 2023 10:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kabar Kaesang Pangarep bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai respons dari Jokowi hingga Puan Maharani. (CNN Indonesia/Panji Septo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kabar Kaesang Pangarep bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai berbagai respons. Presiden Joko Widodo hingga Ketua DPP PDIP Puan Maharani angkat suara.
Jokowi mengatakan Kaesang sudah meminta restu keluarga untuk masuk PSI. Namun Jokowi tak menjelaskan apakah ia merestui Kaesang bergabung dengan PSI.
Kendati demikian, Jokowi menyebut anak-anaknya memiliki pilihan masing-masing.
"Ya, biasa di dalam keluarga minta doa restu. Karena saya bilang tidak pun, juga tetap akan jalan. Anak-anak saya seperti itu," ujar Jokowi setelah peletakan batu pertama Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (21/9).
Jokowi mengatakan anak-anaknya sudah berkeluarga dan punya rumah masing-masing.
Ia menilai anak-anaknya sudah harus mandiri, termasuk pilihan politik seperti bergabung dengan parpol manapun.
"Artinya, apa yang diputuskan sudah menjadi tanggung jawab dia," jelas Jokowi.
Terpisah, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sekaligus kakak Kaesang juga buka suara soal video mirip Kaesang yang diunggah akun Instagram resmi PSI.
Gibran mengatakan video tersebut hanya bisa dijelaskan oleh PSI sebagai pemilik akun.
PSI sendiri tidak membantah saat ditanya apakah sosok tersebut adalah Kaesang. Sejumlah petinggi PSI mengakui sosok tersebut memang mirip dengan Kaesang.
"Itu kan urusannya PSI, ya tanya PSI. Saya kan dari PDI Perjuangan," kata Gibran saat ditemui di depan ruang kerjanya, Kamis (21/9).
Gibran mengaku tidak tahu-menahu mengenai sosok yang ada di video tersebut. Namun, ia juga tak membantah kemiripan sosok di video itu dengan adiknya. Ia malah berkelakar sosok di video itu bisa jadi penyanyi Afgan.
Selain itu, Gibran mengakui sudah berkomunikasi dengan Kaesang setelah video tersebut viral. Tetapi Gibran menyatakan sama sekali tidak membahas tentang video tersebut.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan pihaknya bakal bertanya langsung kepada Kaesang soal isu akan bergabung dengan PSI.
"Bisa juga (saya tanya), kan, saya kenal sama Mas Kaesang," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/9).
Puan mengaku belum mengetahui kebenaran dari kabar itu. Dia enggan mengomentari hal tersebut karena informasinya belum bisa dipastikan.
"Baru denger-denger, belum tahu. Itu, kan, baru keluar tadi pagi beritanya. Jadi, saya enggak mau mengomentari sesuatu hal yang masih katanya atau denger-denger. Saya mau cek dulu kebenarannya," jelas Puan.
Puan enggan menjawab pertanyaan mengenai aturan 'satu keluarga satu partai' di PDIP.
Baliho bergambar Kaesang Pangarep dipajang di Kantor PSI Solo. Baliho itu bertuliskan: Selamat Datang Bro Kaesang. (CNN Indonesia/Rosyid)
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Partai, Djarot Saiful Hidayat mengingatkan Kaesang agar tidak buru-buru bergabung dengan partai politik.
Djarot mengatakan dirinya belum mengetahui kabar yang menyebut bahwa Kaesang akan bergabung dengan PSI. Tetapi, Djarot mengingatkan agar Kaesang bisa mempelajari basis ideologi partai yang akan dipilih.
"Saran saya adalah untuk masuk organisasi partai politik itu ojo kesusu (jangan buru-buru), ojo grusa-grusu. Coba dilihat dipelajari dulu bagaimana AD/ART partai itu," jelas Djarot di kantor DPP PDIP, Kamis (21/9).
"Dievaluasi juga, kemudian dipelajari juga apakah ideologi dari partai tersebut dan apakah ideologi itu benar-benar bisa diterjemahkan di dalam program perjuangan partai," jelas dia.
Djarot mengatakan Kaesang mesti melihat tata kelola organisasi, rekam jejak partai, pola rekrutmen dan kaderisasinya. Dia juga mengingatkan Kaesang agar tak memilih partai yang mengutamakan basis elektoral berdasarkan pencitraan.
Kendati demikian, Djarot mengatakan Kaesang sepenuhnya memiliki keputusan untuk menentukan hal itu.
"Tentang keputusan itu ada di tangan yang bersangkutan. Mas Kaesang sudah dewasa, sudah mandiri, sudah berumah tangga, ya kita serahkan," kata dia.
Lebih lanjut, Djarot tak menjawab tegas saat ditanya apakah PDIP telah mengajak Kaesang bergabung, menyusul kabar dia akan merapat ke PSI. Tetapi Djarot menyatakan partainya terbuka jika Kaesang ingin bergabung.
Baca halaman berikutnya: Awal Mula Kaesang Dikabarkan Gabung PSI
Kabar mengenai bergabungnya Kaesang ke PSI bermula dari akun resmi PSI yang mengunggah video sosok mirip Kaesang menyatakan siap masuk politik.
Sosok tersebut dinamakan Mawar (bukan nama sebenarnya) namun terlihat wajah seseorang yang mirip Kaesang.
"Namaku Mawar, bukan nama sebenarnya. Saat ini aku sudah memantapkan hati untuk masuk ke politik," ucap sosok tersebut di video yang diunggah akun @psi_id, Rabu (20/9).
Sosok tersebut mengakui belum punya pengalaman di dunia politik. Namun, ia menyebut punya tujuan besar untuk Indonesia.
"Semoga jalan yang aku pilih adalah jalan yang benar," jelas dia.
Ketua DPD PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo membenarkan sosok Mawar tersebut yakni Kaesang Pangarep.
Yogo menyebut Kaesang akan terdaftar sebagai kader PSI Jakarta Selatan sesuai dengan alamat yang tertera di KTP-nya. Hanya saja penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) akan dilakukan langsung oleh jajaran DPP PSI.
"Sesuai KTP Mas Kaesang. Mas Kaesang hari ini kan KTP-nya Jaksel. Tapi nanti yang akan menyerahkan (KTA) dari DPP," katanya.
Kantor PSI Solo juga telah memasang baliho besar dengan wajah Kaesang putra Jokowi itu dengan ucapan 'Selamat Datang Bro Kaesang'.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie merespons pernyataan Antonius terkait KTA Kaesang bakal diserahkan oleh DPP PSI. Grace mengaku belum mengetahui soal KTA milik Kaesang.
"Kalau Kartu Tanda Anggota kan dari DPP, sampai saat ini saya belum lihat. Jadi saya belum bisa mengonfirmasi pernyataannya Mas Yogo," ujar Grace di CNN Indonesia TV, Kamis (21/9) petang.
Selain itu, Grace enggan berkomentar lebih jauh soal kabar Kaesang merapat ke PSI. Dia menyebut 'mawar' memang kerap disandingkan dengan sejumlah figur, termasuk penyanyi kenamaan, Afgan.
Ia mengatakan pihaknya mempersilakan sosok Mawar itu memperkenalkan dirinya ke publik pada momentum yang tepat.
"Kami sebenarnya ingin memberikan kesempatan kepada Mawar, agar Mawar sendiri yang nanti menjelaskan kepada publik siapakah jati dirinya pada waktunya," jelas Grace.
"Jadi kalau berkenan menunggu sedikit saja lagi, teman-teman akan segera berkenalan dengan siapa si Mawar in. Tunggulah biar Mawar yang memperkenalkan dirinya sendiri. Sebentar lagi kok, nanti kita undang," tambah Grace.
Kabar Kaesang Pangarep bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai berbagai respons. Presiden Joko Widodo hingga Ketua DPP PDIP Puan Maharani angkat suara.
Jokowi mengatakan Kaesang sudah meminta restu keluarga untuk masuk PSI. Namun Jokowi tak menjelaskan apakah ia merestui Kaesang bergabung dengan PSI.
Kendati demikian, Jokowi menyebut anak-anaknya memiliki pilihan masing-masing.
"Ya, biasa di dalam keluarga minta doa restu. Karena saya bilang tidak pun, juga tetap akan jalan. Anak-anak saya seperti itu," ujar Jokowi setelah peletakan batu pertama Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (21/9).
Jokowi mengatakan anak-anaknya sudah berkeluarga dan punya rumah masing-masing.
Ia menilai anak-anaknya sudah harus mandiri, termasuk pilihan politik seperti bergabung dengan parpol manapun.
"Artinya, apa yang diputuskan sudah menjadi tanggung jawab dia," jelas Jokowi.
Terpisah, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sekaligus kakak Kaesang juga buka suara soal video mirip Kaesang yang diunggah akun Instagram resmi PSI.
Gibran mengatakan video tersebut hanya bisa dijelaskan oleh PSI sebagai pemilik akun.
PSI sendiri tidak membantah saat ditanya apakah sosok tersebut adalah Kaesang. Sejumlah petinggi PSI mengakui sosok tersebut memang mirip dengan Kaesang.
"Itu kan urusannya PSI, ya tanya PSI. Saya kan dari PDI Perjuangan," kata Gibran saat ditemui di depan ruang kerjanya, Kamis (21/9).
Gibran mengaku tidak tahu-menahu mengenai sosok yang ada di video tersebut. Namun, ia juga tak membantah kemiripan sosok di video itu dengan adiknya. Ia malah berkelakar sosok di video itu bisa jadi penyanyi Afgan.
Selain itu, Gibran mengakui sudah berkomunikasi dengan Kaesang setelah video tersebut viral. Tetapi Gibran menyatakan sama sekali tidak membahas tentang video tersebut.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan pihaknya bakal bertanya langsung kepada Kaesang soal isu akan bergabung dengan PSI.
"Bisa juga (saya tanya), kan, saya kenal sama Mas Kaesang," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/9).
Puan mengaku belum mengetahui kebenaran dari kabar itu. Dia enggan mengomentari hal tersebut karena informasinya belum bisa dipastikan.
"Baru denger-denger, belum tahu. Itu, kan, baru keluar tadi pagi beritanya. Jadi, saya enggak mau mengomentari sesuatu hal yang masih katanya atau denger-denger. Saya mau cek dulu kebenarannya," jelas Puan.
Puan enggan menjawab pertanyaan mengenai aturan 'satu keluarga satu partai' di PDIP.
Baliho bergambar Kaesang Pangarep dipajang di Kantor PSI Solo. Baliho itu bertuliskan: Selamat Datang Bro Kaesang. (CNN Indonesia/Rosyid)
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Partai, Djarot Saiful Hidayat mengingatkan Kaesang agar tidak buru-buru bergabung dengan partai politik.
Djarot mengatakan dirinya belum mengetahui kabar yang menyebut bahwa Kaesang akan bergabung dengan PSI. Tetapi, Djarot mengingatkan agar Kaesang bisa mempelajari basis ideologi partai yang akan dipilih.
"Saran saya adalah untuk masuk organisasi partai politik itu ojo kesusu (jangan buru-buru), ojo grusa-grusu. Coba dilihat dipelajari dulu bagaimana AD/ART partai itu," jelas Djarot di kantor DPP PDIP, Kamis (21/9).
"Dievaluasi juga, kemudian dipelajari juga apakah ideologi dari partai tersebut dan apakah ideologi itu benar-benar bisa diterjemahkan di dalam program perjuangan partai," jelas dia.
Djarot mengatakan Kaesang mesti melihat tata kelola organisasi, rekam jejak partai, pola rekrutmen dan kaderisasinya. Dia juga mengingatkan Kaesang agar tak memilih partai yang mengutamakan basis elektoral berdasarkan pencitraan.
Kendati demikian, Djarot mengatakan Kaesang sepenuhnya memiliki keputusan untuk menentukan hal itu.
"Tentang keputusan itu ada di tangan yang bersangkutan. Mas Kaesang sudah dewasa, sudah mandiri, sudah berumah tangga, ya kita serahkan," kata dia.
Lebih lanjut, Djarot tak menjawab tegas saat ditanya apakah PDIP telah mengajak Kaesang bergabung, menyusul kabar dia akan merapat ke PSI. Tetapi Djarot menyatakan partainya terbuka jika Kaesang ingin bergabung.
Baca halaman berikutnya: Awal Mula Kaesang Dikabarkan Gabung PSI
Awal Mula Kaesang Dikabarkan Gabung PSI
Baliho bergambar Kaesang Pangarep dipajang di Kantor PSI Solo. Baliho itu bertuliskan: Selamat Datang Bro Kaesang. (CNN Indonesia/Rosyid)
Kabar mengenai bergabungnya Kaesang ke PSI bermula dari akun resmi PSI yang mengunggah video sosok mirip Kaesang menyatakan siap masuk politik.
Sosok tersebut dinamakan Mawar (bukan nama sebenarnya) namun terlihat wajah seseorang yang mirip Kaesang.
"Namaku Mawar, bukan nama sebenarnya. Saat ini aku sudah memantapkan hati untuk masuk ke politik," ucap sosok tersebut di video yang diunggah akun @psi_id, Rabu (20/9).
Sosok tersebut mengakui belum punya pengalaman di dunia politik. Namun, ia menyebut punya tujuan besar untuk Indonesia.
"Semoga jalan yang aku pilih adalah jalan yang benar," jelas dia.
Ketua DPD PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo membenarkan sosok Mawar tersebut yakni Kaesang Pangarep.
Yogo menyebut Kaesang akan terdaftar sebagai kader PSI Jakarta Selatan sesuai dengan alamat yang tertera di KTP-nya. Hanya saja penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) akan dilakukan langsung oleh jajaran DPP PSI.
"Sesuai KTP Mas Kaesang. Mas Kaesang hari ini kan KTP-nya Jaksel. Tapi nanti yang akan menyerahkan (KTA) dari DPP," katanya.
Kantor PSI Solo juga telah memasang baliho besar dengan wajah Kaesang putra Jokowi itu dengan ucapan 'Selamat Datang Bro Kaesang'.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie merespons pernyataan Antonius terkait KTA Kaesang bakal diserahkan oleh DPP PSI. Grace mengaku belum mengetahui soal KTA milik Kaesang.
"Kalau Kartu Tanda Anggota kan dari DPP, sampai saat ini saya belum lihat. Jadi saya belum bisa mengonfirmasi pernyataannya Mas Yogo," ujar Grace di CNN Indonesia TV, Kamis (21/9) petang.
Selain itu, Grace enggan berkomentar lebih jauh soal kabar Kaesang merapat ke PSI. Dia menyebut 'mawar' memang kerap disandingkan dengan sejumlah figur, termasuk penyanyi kenamaan, Afgan.
Ia mengatakan pihaknya mempersilakan sosok Mawar itu memperkenalkan dirinya ke publik pada momentum yang tepat.
"Kami sebenarnya ingin memberikan kesempatan kepada Mawar, agar Mawar sendiri yang nanti menjelaskan kepada publik siapakah jati dirinya pada waktunya," jelas Grace.
"Jadi kalau berkenan menunggu sedikit saja lagi, teman-teman akan segera berkenalan dengan siapa si Mawar in. Tunggulah biar Mawar yang memperkenalkan dirinya sendiri. Sebentar lagi kok, nanti kita undang," tambah Grace.