Civitas Universitas Bung Karno Keluarkan Petisi Cegah Demokrasi Mundur

CNN Indonesia
Senin, 05 Feb 2024 21:10 WIB
Petisi yang dibacakan civitas academica Universitas Bung Karno, Jakarta, dibacakan langsung oleh rektornya di depan Patung Bung Karno dalam lingkungan kampus/
Civitas academica UBK menyuarakan petisi guna mencegah kemunduran demokrasi. (CNN Indonesia/ Hisyam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Civitas academica Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, turut menyuarakan petisi seperti sejumlah kampus lain di Indonesia guna mencegah kemunduran demokrasi di masa Pemilu 2024 ini.

Pembacaan tersebut diwakili secara langsung oleh Rektor UBK, Didik Suhariyanto di lingkungan kampusnya, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

Dalam pernyataannya tersebut, civitas academica UBK menilai kondisi demokrasi di Indonesia saat ini sedang berjalan menuju demokrasi liberal yang tidak lagi mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Realitas demokrasi di Indonesia saat ini tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai keadilan, nilai kesetaraan, nilai kerakyatan, dan menuju pada kebebasan liberal." bunyi pernyataan yang dibacakan di depan patung Bung Karno, Universitas Bung Karno.

Petisi tersebut lebih jauh menyebutkan bahwa kondisi demokrasi liberal kapitalistik saat ini mengakibatkan munculnya keputusan-keputusan yang menggadaikan kedaulatan rakyat Indonesia.

Didik menyebut bahwa alasan di balik dilakukannya pembacaan petisi ini adalah kewajiban u ntuk turut serta menyampaikan pesan moral kepada seluruh masyarakat Indonesia di tengah gelaran Pemilu 2024 ini.

Di samping itu, Didik turut merespons situasi nasional yang ada mengenai keputusan MK mengenai ketetapan cawapres serta pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai haknya dan menteri guna memihak dan berkampanye di Pilpres ini. Didik menegaskan seharusnya etika tetap menjadi landasan bertindak bagi tiap-tiap aparatur negara.

"Seperti yang terkait dengan kampanye ya memang undang-undang itu sudah menentukan ya bahwa boleh ya seperti itu, tetapi terkait dengan pelaksanaan pemilu yang demokratis ya tentunya tetap menggunakan moral etika. Ini yang tetap dijunjung tinggi" ujar Didik saat dalam sesi tanya jawab seusai pembacaan petisi UBK.

Petisi yang dibacakan civitas academica UBK itu  menyusul puluhan universitas lain yang sudah membacakan petisi guna menyikapi situasi nasional di tengah gelaran Pemilu 2024 sejak pekan lalu.

Dalam petisinya, UBK menyerukan ajakan kepada civitas academica lain untuk turut serta merapatkan barisan guna mengawal berjalannya Pemilu 2024 yang jujur dan adil (jurdil).

(sym/kid)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER