Duduk Perkara Ribut Wawalkot Surabaya Armuji vs Pengusaha Jan Hwa
CNN Indonesia
Minggu, 13 Apr 2025 09:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Duduk perkara perseteruan antara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dengan pengusaha Jan Hwa Diana. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji tengah berseteru dengan pengusaha bernama Jan Hwa Diana.
Perseteruan berawal dari keinginan Armuji untuk membela seorang warga yang ijazahnya ditahan perusahaan. Namun kini konflik itu melebar ke laporan kepolisian.
Bela ijazah warga yang ditahan
Mulanya, Armuji mendapatkan aduan dari seorang warga Surabaya yang mengaku ijazahnya ditahan oleh perusahaan tempatnya bekerja, CV Sentoso Seal. Perusahaan ini diketahui milik keluarga Hendy Soenaryo, suami Diana. Hal itu sudah diakuinya dalam sebuah wawancara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar aduan itu, Armuji kemudian mendatangi gudang CV Sentoso Seal di kawasan Margomulyo, Surabaya, Rabu (9/4) lalu. Menurut Armuji, dalam Undang-Undang sudah jelas perusahaan tak boleh menahan ijazah karyawannya, apalagi pegawai tersebut sudah memutuskan untuk resign.
"Aturan UU sudah jelas, perusahaan tidak boleh menahan ijazah, di mana sudah tidak bekerja di tempat itu. Maka saya datang sidak," kata Armuji, Jumat (11/4).
Namun saat Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu tiba di gudang tersebut, pemilik perusahaan menolak menemuinya. Pintu gerbang bangunan itu ditutup rapat. Armuji kemudian menelepon dua orang yang disebut sebagai pemilik CV Sentoso Seal.
Diketahui dua orang itu ialah Hendy Soenaryo dan istrinya, Jan Hwa Diana. Namun respons keduanya tetap tak mengindahkan keberadaan orang nomor dua di Surabaya tersebut. Pintu gudang tetap tertutup rapat. Melalui telepon, Diana bahkan menyebut Armuji sedang melakukan aksi penipuan.
"Anak buah saya, saya suruh telepon dan di-speaker agar tahu. Dia [Diana] menuduh saya seorang penipu. Dengan begitu saya ngomong, saya itu datang dengan baik-baik, tolong dibukakan pintunya, kita bicara di dalam. Dia tidak mau, ngomel dan macam-macam. Ya sudah," ucapnya.
Karena kesal, Armuji pun sempat melontarkan perkataan bernada kecurigaan, ia menduga CV Sentoso Seal sudah menyimpan barang-barang terlarang di dalam gudangnya. Pasalnya, tiap ada petugas dinas yang melakukan inspeksi mendadak (sidak), penolakan serupa selalu dilakukan pihak perusahaan.
"Saya ngomong, kenapa setiap orang sidak ke tempat mereka selalu tidak dibukakan. Saya kan ngomong, kemungkinan, mungkin di dalamnya ada narkobanya atau bagaimana. Saya bilangnya kemungkinan," ucapnya.
Kejadian itu pun diunggah Armuji di beberapa akun media sosialnya, seperti Instagram @cakj1, YouTube hingga TikTok. Kontennya kemudian beredar luas ke sejumlah kanal, dan sudah ditonton jutaan kali.
Lapor polisi
Mengetahui hal itu, sehari setelah Armuji mendatangi gudanya, Diana langsung melaporkan Armuji ke Polda Jatim. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian Kamis (10/4) pukul 19.30 WIB, dengan nomor LP/B/477/IV/2025/SPKT/ Polda Jawa Timur.
Diana melaporkan Armuji dengan dugaan pencemaran nama baik, sebagaimana diatur Pasal 27 A Jo Pasal 45 ayat (4) Undang-undang nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.
Diana mengatakan, alasan dia melaporkan Armuji, karena ia tidak terima dituduh Armuji, menyimpan narkoba di dalam gudang. Gudang itu sendiri diakuinya sebagai gedung yang disewa CV Santoso Seal. CV Santoso Seal sendiri adalah sebuah perusahaan milik keluarga Diana, yang bergerak di bidang perdagangan spare part mobil dan motor.
Selain itu, Diana juga mengaku tak terima, sebab Armuji sudah menampilkan foto dirinya dan suami dalam konten video yang diunggah Armuji di sejumlah media sosial.
"Spesifiknya karena memasang foto saya dan suami tanpa izin. Menggiring opini publik yang menyebabkan kerugian materiel dan imateriel. Saya dituduh bandar narkoba. Bisa ngajak polisi [mengecek gudang], bisa dicek. Saya enggak gila loh, bikin pabrik narkoba," kata Diana, di kawasan Surabaya Barat, Jumat (11/4)
Bersambung ke halaman berikutnya...
Di sisi lain, Diana mengungkap alasan mengapa ia sempat menyebut Armuji sebagai penipu dalam panggilan telepon. Menurutnya hal itu terjadi karena dia kaget dan takut menerima telepon dari nomor tak dikenal.
"Teleponnya itu nomor nggak dikenal. Terus kemudian ngomongnya kasar. Ya. Kenapa ada bunyi tit [suara sensor dalam video], karena saya dilokno (dihina dengan bahasa kasar)," kata Diana.
Saat ditelepon Armuji, Diana mengaku masih dalam perjalan darat dari Jakarta menuju Surabaya. Ia pun kaget ketika ada orang yang mengaku sebagai wakil wali kota tiba-tiba menghubunginya.
Dia meragukan orang yang berbicara dengannya di ujung telepon sana adalah benar-benar Armuji. Lantas dia pun menuduh orang itu sebagai penipu.
Diana mengaku tak punya niatan sedikitpun menghina Armuji, apalagi menuduh orang nomor dua di Surabaya itu sebagai penipu. Ia hanya melontarkan perkataan itu karena merasa curiga dengan panggilan telepon dari nomor tak dikenal.
"Ya jadi kita ini bukannya menghina, nggak. Saya itu nggak ada masalah apa-apa. Nggak nyenggol orang, nggak ngerti apa-apa. Gitu loh," ucapnya.
Setelah kejadian itu, Diana mengatakan ia baru mengetahui bahwa orang yang menelponnya itu benar-benar Wakil Wali Kota Surabaya setelah diberitahu anaknya. Dia ditunjukkan konten video yang diunggah Armuji di media sosial.
Minta maaf tapi tolak berdamai
Dalam sebuah wawancara, Diana mengaku meminta maaf karena sudah membuat gaduh Kota Surabaya akibat perseteruannya dengan Armuji. Namun ia tetap melanjutkan laporannya.
"Saya minta maaf ya buat gaduh satu Surabaya," kata Diana, saat ditemui di Kawasan Surabaya Barat, Sabtu (12/4).
Meski meminta maaf, ia mengaku tetap melanjutkan laporannya terhadap Armuji. Ia sebelumnya mempolisikan kader PDI Perjuangan (PDIP) itu dengan dugaan pencemaran nama baik.
Dia mengatakan, sejumlah orang dekatnya sempat memintanya untuk berdamai. Namun Diana menolaknya, karena menurutnya, dirinya adalah korban dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Armuji.
"Saya saya sebenarnya tadi itu banyak yang ngomong, 'sudahlah damai aja'. Ya. Tapi yang saya bingungkan itu loh, gimana mau damai? Di perkataan [Armuji pada video] terakhirnya itu loh, 'jangan sampai orang ini kebal hukum." Saya itu nggak kebal hukum. Saya ini korban," ujarnya.
Wakil Wali kota Surabaya Armuji berniat melaporkan balik seorang pengusaha Jan Hwa Diana, yang sebelumnya mempolisikan dirinya atas dugaan pencemaran nama baik.
Armuji mengaku tak terima. Ia pun bakal melakukan laporan balik karena Diana diduga sudah menuduhnya sebagai penipu. Hal itu terjadi saat dia mendatangi gudang perusahaan CV Sentosa Seal milik keluarga Diana, di kawasan Margomulyo.
"[Diana] justru berkata-kata tidak senonoh dan menuduh saya penipu, itu nanti yang kita jadikan laporan balik," kata Armuji, Jumat (11/4).
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu juga kesal, ia mempertanyakan mengapa ada warga Surabaya yang tak mengenali wakil wali kotanya hingga sampai membuat tuduhan. Tak hanya itu, Armuji juga menginstruksikan Dinas di Pemkot Surabaya untuk mengecek perizinan yang CV Sentoso Seal.
"Iya, sudah jelas. Di Surabaya kalau nggak tahu wali kota dan wakil wali kota kan kebacut. Ini orang mana? Dari mana dia seperti itu. Kita datang juga baik-baik," ucapnya.
"Kita akan koordinasi dengan seluruh dinas terkait, saya suruh cek izin-izinnya, upah kerja dan semuanya. Karena Disnaker Provinsi ke sana pun tidak pernah dibukakan [pintu]," kata dia.
Laporan balik ini, kata Armuji, akan segera dia layangkan pada pekan depan. Pasalnya, bebrapa hari ini ia masih berada di Jakarta.
Surabaya, CNN Indonesia --
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji tengah berseteru dengan pengusaha bernama Jan Hwa Diana.
Perseteruan berawal dari keinginan Armuji untuk membela seorang warga yang ijazahnya ditahan perusahaan. Namun kini konflik itu melebar ke laporan kepolisian.
Bela ijazah warga yang ditahan
Mulanya, Armuji mendapatkan aduan dari seorang warga Surabaya yang mengaku ijazahnya ditahan oleh perusahaan tempatnya bekerja, CV Sentoso Seal. Perusahaan ini diketahui milik keluarga Hendy Soenaryo, suami Diana. Hal itu sudah diakuinya dalam sebuah wawancara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar aduan itu, Armuji kemudian mendatangi gudang CV Sentoso Seal di kawasan Margomulyo, Surabaya, Rabu (9/4) lalu. Menurut Armuji, dalam Undang-Undang sudah jelas perusahaan tak boleh menahan ijazah karyawannya, apalagi pegawai tersebut sudah memutuskan untuk resign.
"Aturan UU sudah jelas, perusahaan tidak boleh menahan ijazah, di mana sudah tidak bekerja di tempat itu. Maka saya datang sidak," kata Armuji, Jumat (11/4).
Namun saat Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu tiba di gudang tersebut, pemilik perusahaan menolak menemuinya. Pintu gerbang bangunan itu ditutup rapat. Armuji kemudian menelepon dua orang yang disebut sebagai pemilik CV Sentoso Seal.
Diketahui dua orang itu ialah Hendy Soenaryo dan istrinya, Jan Hwa Diana. Namun respons keduanya tetap tak mengindahkan keberadaan orang nomor dua di Surabaya tersebut. Pintu gudang tetap tertutup rapat. Melalui telepon, Diana bahkan menyebut Armuji sedang melakukan aksi penipuan.
"Anak buah saya, saya suruh telepon dan di-speaker agar tahu. Dia [Diana] menuduh saya seorang penipu. Dengan begitu saya ngomong, saya itu datang dengan baik-baik, tolong dibukakan pintunya, kita bicara di dalam. Dia tidak mau, ngomel dan macam-macam. Ya sudah," ucapnya.
Karena kesal, Armuji pun sempat melontarkan perkataan bernada kecurigaan, ia menduga CV Sentoso Seal sudah menyimpan barang-barang terlarang di dalam gudangnya. Pasalnya, tiap ada petugas dinas yang melakukan inspeksi mendadak (sidak), penolakan serupa selalu dilakukan pihak perusahaan.
"Saya ngomong, kenapa setiap orang sidak ke tempat mereka selalu tidak dibukakan. Saya kan ngomong, kemungkinan, mungkin di dalamnya ada narkobanya atau bagaimana. Saya bilangnya kemungkinan," ucapnya.
Kejadian itu pun diunggah Armuji di beberapa akun media sosialnya, seperti Instagram @cakj1, YouTube hingga TikTok. Kontennya kemudian beredar luas ke sejumlah kanal, dan sudah ditonton jutaan kali.
Lapor polisi
Mengetahui hal itu, sehari setelah Armuji mendatangi gudanya, Diana langsung melaporkan Armuji ke Polda Jatim. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian Kamis (10/4) pukul 19.30 WIB, dengan nomor LP/B/477/IV/2025/SPKT/ Polda Jawa Timur.
Diana melaporkan Armuji dengan dugaan pencemaran nama baik, sebagaimana diatur Pasal 27 A Jo Pasal 45 ayat (4) Undang-undang nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.
Diana mengatakan, alasan dia melaporkan Armuji, karena ia tidak terima dituduh Armuji, menyimpan narkoba di dalam gudang. Gudang itu sendiri diakuinya sebagai gedung yang disewa CV Santoso Seal. CV Santoso Seal sendiri adalah sebuah perusahaan milik keluarga Diana, yang bergerak di bidang perdagangan spare part mobil dan motor.
Selain itu, Diana juga mengaku tak terima, sebab Armuji sudah menampilkan foto dirinya dan suami dalam konten video yang diunggah Armuji di sejumlah media sosial.
"Spesifiknya karena memasang foto saya dan suami tanpa izin. Menggiring opini publik yang menyebabkan kerugian materiel dan imateriel. Saya dituduh bandar narkoba. Bisa ngajak polisi [mengecek gudang], bisa dicek. Saya enggak gila loh, bikin pabrik narkoba," kata Diana, di kawasan Surabaya Barat, Jumat (11/4)
Bersambung ke halaman berikutnya...
Klarifikasi Tuduhan penipuan
Penguasaha Surabaya Jan Hwa Diana (kanan) melaporkan Wawali CNN Indonesia/Farid
Di sisi lain, Diana mengungkap alasan mengapa ia sempat menyebut Armuji sebagai penipu dalam panggilan telepon. Menurutnya hal itu terjadi karena dia kaget dan takut menerima telepon dari nomor tak dikenal.
"Teleponnya itu nomor nggak dikenal. Terus kemudian ngomongnya kasar. Ya. Kenapa ada bunyi tit [suara sensor dalam video], karena saya dilokno (dihina dengan bahasa kasar)," kata Diana.
Saat ditelepon Armuji, Diana mengaku masih dalam perjalan darat dari Jakarta menuju Surabaya. Ia pun kaget ketika ada orang yang mengaku sebagai wakil wali kota tiba-tiba menghubunginya.
Dia meragukan orang yang berbicara dengannya di ujung telepon sana adalah benar-benar Armuji. Lantas dia pun menuduh orang itu sebagai penipu.
Diana mengaku tak punya niatan sedikitpun menghina Armuji, apalagi menuduh orang nomor dua di Surabaya itu sebagai penipu. Ia hanya melontarkan perkataan itu karena merasa curiga dengan panggilan telepon dari nomor tak dikenal.
"Ya jadi kita ini bukannya menghina, nggak. Saya itu nggak ada masalah apa-apa. Nggak nyenggol orang, nggak ngerti apa-apa. Gitu loh," ucapnya.
Setelah kejadian itu, Diana mengatakan ia baru mengetahui bahwa orang yang menelponnya itu benar-benar Wakil Wali Kota Surabaya setelah diberitahu anaknya. Dia ditunjukkan konten video yang diunggah Armuji di media sosial.
Minta maaf tapi tolak berdamai
Dalam sebuah wawancara, Diana mengaku meminta maaf karena sudah membuat gaduh Kota Surabaya akibat perseteruannya dengan Armuji. Namun ia tetap melanjutkan laporannya.
"Saya minta maaf ya buat gaduh satu Surabaya," kata Diana, saat ditemui di Kawasan Surabaya Barat, Sabtu (12/4).
Meski meminta maaf, ia mengaku tetap melanjutkan laporannya terhadap Armuji. Ia sebelumnya mempolisikan kader PDI Perjuangan (PDIP) itu dengan dugaan pencemaran nama baik.
Dia mengatakan, sejumlah orang dekatnya sempat memintanya untuk berdamai. Namun Diana menolaknya, karena menurutnya, dirinya adalah korban dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Armuji.
"Saya saya sebenarnya tadi itu banyak yang ngomong, 'sudahlah damai aja'. Ya. Tapi yang saya bingungkan itu loh, gimana mau damai? Di perkataan [Armuji pada video] terakhirnya itu loh, 'jangan sampai orang ini kebal hukum." Saya itu nggak kebal hukum. Saya ini korban," ujarnya.
Wakil Wali kota Surabaya Armuji berniat melaporkan balik seorang pengusaha Jan Hwa Diana, yang sebelumnya mempolisikan dirinya atas dugaan pencemaran nama baik.
Armuji mengaku tak terima. Ia pun bakal melakukan laporan balik karena Diana diduga sudah menuduhnya sebagai penipu. Hal itu terjadi saat dia mendatangi gudang perusahaan CV Sentosa Seal milik keluarga Diana, di kawasan Margomulyo.
"[Diana] justru berkata-kata tidak senonoh dan menuduh saya penipu, itu nanti yang kita jadikan laporan balik," kata Armuji, Jumat (11/4).
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu juga kesal, ia mempertanyakan mengapa ada warga Surabaya yang tak mengenali wakil wali kotanya hingga sampai membuat tuduhan. Tak hanya itu, Armuji juga menginstruksikan Dinas di Pemkot Surabaya untuk mengecek perizinan yang CV Sentoso Seal.
"Iya, sudah jelas. Di Surabaya kalau nggak tahu wali kota dan wakil wali kota kan kebacut. Ini orang mana? Dari mana dia seperti itu. Kita datang juga baik-baik," ucapnya.
"Kita akan koordinasi dengan seluruh dinas terkait, saya suruh cek izin-izinnya, upah kerja dan semuanya. Karena Disnaker Provinsi ke sana pun tidak pernah dibukakan [pintu]," kata dia.
Laporan balik ini, kata Armuji, akan segera dia layangkan pada pekan depan. Pasalnya, bebrapa hari ini ia masih berada di Jakarta.