Transformasi Perpustakaan di Jakarta, Tak Ada Lagi Kesan Kaku & Angker
CNN Indonesia
Jumat, 16 Mei 2025 07:14 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Suasana Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Cikini pada Rabu (14/5) malam. (CNN Indonesia/ Kayla Nathaniel)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, tampak ramai dikunjungi orang-orang pada Rabu (14/5) lalu, meski waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB.
Kesan angker sebuah perpustakaan dengan suasana sepi dan para pengunjung yang kaku, tak terlihat ketika CNNIndonesia.com berkunjung ke tempat itu.
Para pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja lepas, hingga orang tua bersama anak-anaknya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing yang tak hanya membaca buku. Ada yang serius menatap layar laptop, membaca buku, atau sekadar bersantai di sudut-sudut ruang perpustakaan yang nyaman.
Farah (21), mahasiswi yang datang bersama sejumlah temannya usai kelas sore, mengaku datang ke sana untuk mengerjakan tugas. Namun, dia kaget ternyata aktivitas di perpustakaan yang kini menjadi salah satu ikon TIM itu pun cukup ramai.
Ia mengaku baru mulai rutin datang ke Perpustakaan Jakarta sejak awal tahun ini. Biasanya, ia datang pada siang hari saat akhir pekan untuk mengerjakan tugas. Namun malam itu jadi kali pertamanya datang saat langit sudah gelap.
"Ini kebetulan aja aku balik dari kampus sama teman-teman mau kerkom (kerja kelompok) di sini. Iya, ternyata sama ramainya, sama-sama ramai kayak siang," katanya kala berbincang dengan CNNIndonesia.com malam itu.
Bagi Farah, perpustakaan kini tak lagi hanya identik dengan buku.
"Dulu, kayaknya orang ke perpus [perpustakaan] cuma buat baca atau minjem buku. Sekarang udah kayak serbaguna aja, ada orang bawa laptop, ngerjain proyek, baca buku, banyak," tuturnya.
Perpustakaan di TIM itu menjadi salah satu ruang baca di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta yang dibuka hingga malam. Perluasan jam operasional hingga malam itu merupakan kebijakan baru di bawah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Ini merupakan bagian untuk memberikan pendidikan dan juga kesempatan kepada anak-anak yang membutuhkan untuk berada di perpustakaan. Itu yang kami sampaikan," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/5).
Keputusan membuka perpustakaan hingga malam itu pun disambut antusias oleh publik, terutama dari kalangan mahasiswa dan pekerja yang selama ini terkendala waktu atau membutuhkan tempat untuk bekerja.
"Menurut aku bagus. Banyak orang kayak aku yang mungkin enggak bisa datang karena ada kelas. Jadi malam itu satu-satunya waktu buat ke perpus [perpustakaan]," ujar Farah.
Ternyata pembukaan perpustakaan itu bukan hanya dimanfaatkan mereka yang memang mencari bahan literasi ataupun tugas sekolah maupun kuliah. Terlihat pula ada beberapa pekerja lepas yang memilih bekerja di perpustakaan tersebut malam itu.
Warga beraktivitas di meja baca Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (14/5) malam. (CNN Indonesia/ Kayla Nathaniel
Pelan-pelan fungsi perpustakaan pun kini telah bergeser. Tempat yang dulu dianggap kaku, tak bersahabat, dengan para pustakawan berkacamata yang dicap 'tak bersahabat' kini bertransformasi menjadi ruang sosial dan produktif bagi masyarakat dengan suasana tenang untuk membaca tetap terjaga.
Yusuf (25), seorang pekerja lepas yang mengaku sering bekerja dari perpustakaan itu.
"Saya kan sistem kerja WFA (work from anywhere), jadi kalau lagi suntuk di rumah sering ke sini. Sekarang di sini juga lebih fleksibel, bukan buat baca buku doang. Banyak juga yang nongkrong atau kerja," kata Yusuf.
Ia menambahkan, suasana malam di perpustakaan lebih mendukung produktivitas.
"Kalau malam enggak silau, adem, dan enggak panas. Terus juga yang datang ke sini tuh kayak ngerti sama-sama butuh tenang. Jadi lebih rileks," ujarnya.
Meski mengaku jarang membaca buku fisik di perpustakaan, Yusuf mengaku sangat terbantu dengan fasilitas seperti Wi-Fi gratis, pencahayaan yang memadai, dan meja kerja yang nyaman.
"Menurut saya ya langkah maju. Membantu banyak orang yang perlu tempat gratis, nyaman, bersih buat kerja. Apalagi buat kayak saya yang enggak punya jam kerja tetap. Dibuka sampai malam tuh jadi menguntungkan banyak orang," ucapnya.
Saat meninjau Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin di TIM pada Jumat (9/5) sore lalu, Pramono mengatakan, "Tadi saya berdiskusi dan berdialog dengan beberapa pengunjung yang rata-rata memberikan apresiasi luar biasa atas dibukanya perpustakaan hingga pukul 22.00 malam. Bahkan, beberapa kali saat saya tanyakan, mereka berharap perpustakaan buka hingga pukul 23.00. Namun, menurut saya pukul 22.00 sudah cukup, karena itu sudah kita atur."
Dikutip dari laman beritajakarta.go.id, selama masa uji coba perpanjangan jam operasional hingga pukul 22.00 WIB, jumlah pengunjung meningkat hingga 53 persen.
"Ini merupakan angka yang signifikan. Selama ini, untuk mencapai 3.000 pengunjung per hari sangat sulit. Namun sekarang, di akhir pekan dengan perpanjangan jam operasional ini, jumlah pengunjung bisa mencapai 3.200 bahkan 3.600," ujar Pramono kala itu.
Kebijakan perpanjangan jam operasional ini mulai berlaku pada 7 Mei 2025 di sejumlah perpustakaan umum di lima wilayah administrasi DKI Jakarta.
Suasana berbeda juga terasa di Perpustakaan Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.
Kawasan yang jadi primadona tongkrongan anak muda di Jaksel itu memiliki sebuah perpustakaan kecil di dalamnya. Pada Rabu (14/5) petang lalu, berbagai kalangan terlihat mengunjungi perpustakaan. Dari pelajar berseragam, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan pekerja yang tampak baru pulang beraktivitas terlihat ada di ruang perpustakaan tersebut.
Sebagian besar dari mereka tampak serius dengan laptop masing-masing, namun ada pula yang membaca buku. Meski sudah sore, ruang baca tetap terasa terang, nyaman, dan kondusif.
Berbeda dengan di Cikini, di Blok M itu, pengunjung perpustakaan Taman Literasi hanya boleh membaca buku di tempat, belum diizinkan pinjam bawa pulang.
Staf Corporate Communication Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Putri Ramadina mengatakan fenomena perpustakaan malam hari bukan sekadar soal jam operasional. Putri menyebutkan bahwa peran perpustakaan kini telah bergeser menjadi ruang yang multifungsi.
"Betul, khususnya Perpustakaan Taman Literasi sering sekali kita berkolaborasi untuk komunitas-komunitas melakukan aktivasi yang positif tentunya," tuturnya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (15/5) di sela kerjanya.
Selain membaca, tak sedikit pengunjung yang datang untuk bekerja.
"Tidak sedikit yang mereka datang hanya untuk buka laptop dan bekerja, dan tidak membaca buku," ungkapnya.
Hal ini terlihat dari dominasi aktivitas mengetik, rapat daring, hingga diskusi kelompok kecil yang kerap terlihat di berbagai sudut perpustakaan.
"Mix [pengunjungnya]. Ada mahasiswa, pelajar, pekerja, sampai masyarakat umum," katanya.
Putri mengatakan, berbeda dengan yang lainnya, perpustakaan di Taman Literasi itu sudah lama buka sampai malam. Dia mengatakan jam operasional hingga malam itu telah berlaku setidaknya sejak awal dibuka, sekitar lima tahun lalu.
"Perpustakaan Taman Literasi buka dari 08.00 hingga 21.00 dari awal buka tahun 2021," ujar Putri.
Kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang mendorong jam operasional malam di perpustakaan-perpustakaan lain, menurutnya, belum berpengaruh signifikan pada operasional Perpustakan Taman Literasi sendiri.
"Sejauh ini kami dari internal ITJ belum ada keputusan apapun mengenai jam operasional khusus untuk perpustakaannya," jelasnya.
Namun demikian, ITJ selaku pihak pengelola menyambut baik langkah yang kini juga diterapkan secara lebih luas.
"Pihak perpustakaan Taman Literasi Blok M menyambut baik kebijakan jam operasional hingga malam hari, karena memang saat ini kita juga sudah buka sampai malam hingga pukul 21.00. Harapannya kebijakan ini dapat mendorong minat baca serta pemanfaatan ruang publik secara lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Warga beraktivitas di luar perpustakaan di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Dia mengatakan biasanya pengunjung perpustakaan itu ramai pada akhir pekan, terutama di atas pukul 15.00. Meskipun tidak ada perbedaan mencolok antara pagi dan malam hari dari segi aktivitas, pihak pengelola menghadapi tantangan tersendiri.
"Tantangannya ketika ada pengunjung yang masuk ke perpus hanya untuk charge HP atau hanya bersantai, karena dengan kapasitas perpustakaan yang tidak begitu besar, kami mengutamakan orang-orang yang memang ingin membaca buku," jelasnya.
Sementara itu, untuk mengakomodasi pengunjung malam, sistem kerja di perpustakaan ini diatur dalam tiga shift.
"Shift di perpustakaan dibagi menjadi tiga. Pagi, siang, dan malam. Jadi relawan bergantian selama tiga kali dalam sehari," imbuhnya.
Meski jam malam bukan hal baru bagi Perpustakaan Taman Literasi, Putri menyebut hingga kini belum ada rencana untuk memperpanjang jam buka melebihi pukul 21.00.
"Sejauh ini belum ada keputusan apapun dari manajemen kami terkait dengan jam buka tutup perpustakaan, jadi kami masih dengan regulasi seperti biasanya yaitu buka jam 08.00 dan tutup jam 21.00," katanya.
Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, tampak ramai dikunjungi orang-orang pada Rabu (14/5) lalu, meski waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB.
Kesan angker sebuah perpustakaan dengan suasana sepi dan para pengunjung yang kaku, tak terlihat ketika CNNIndonesia.com berkunjung ke tempat itu.
Para pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja lepas, hingga orang tua bersama anak-anaknya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing yang tak hanya membaca buku. Ada yang serius menatap layar laptop, membaca buku, atau sekadar bersantai di sudut-sudut ruang perpustakaan yang nyaman.
Farah (21), mahasiswi yang datang bersama sejumlah temannya usai kelas sore, mengaku datang ke sana untuk mengerjakan tugas. Namun, dia kaget ternyata aktivitas di perpustakaan yang kini menjadi salah satu ikon TIM itu pun cukup ramai.
Ia mengaku baru mulai rutin datang ke Perpustakaan Jakarta sejak awal tahun ini. Biasanya, ia datang pada siang hari saat akhir pekan untuk mengerjakan tugas. Namun malam itu jadi kali pertamanya datang saat langit sudah gelap.
"Ini kebetulan aja aku balik dari kampus sama teman-teman mau kerkom (kerja kelompok) di sini. Iya, ternyata sama ramainya, sama-sama ramai kayak siang," katanya kala berbincang dengan CNNIndonesia.com malam itu.
Bagi Farah, perpustakaan kini tak lagi hanya identik dengan buku.
"Dulu, kayaknya orang ke perpus [perpustakaan] cuma buat baca atau minjem buku. Sekarang udah kayak serbaguna aja, ada orang bawa laptop, ngerjain proyek, baca buku, banyak," tuturnya.
Perpustakaan di TIM itu menjadi salah satu ruang baca di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta yang dibuka hingga malam. Perluasan jam operasional hingga malam itu merupakan kebijakan baru di bawah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Ini merupakan bagian untuk memberikan pendidikan dan juga kesempatan kepada anak-anak yang membutuhkan untuk berada di perpustakaan. Itu yang kami sampaikan," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/5).
Keputusan membuka perpustakaan hingga malam itu pun disambut antusias oleh publik, terutama dari kalangan mahasiswa dan pekerja yang selama ini terkendala waktu atau membutuhkan tempat untuk bekerja.
"Menurut aku bagus. Banyak orang kayak aku yang mungkin enggak bisa datang karena ada kelas. Jadi malam itu satu-satunya waktu buat ke perpus [perpustakaan]," ujar Farah.
Ternyata pembukaan perpustakaan itu bukan hanya dimanfaatkan mereka yang memang mencari bahan literasi ataupun tugas sekolah maupun kuliah. Terlihat pula ada beberapa pekerja lepas yang memilih bekerja di perpustakaan tersebut malam itu.
Warga beraktivitas di meja baca Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (14/5) malam. (CNN Indonesia/ Kayla Nathaniel
Pelan-pelan fungsi perpustakaan pun kini telah bergeser. Tempat yang dulu dianggap kaku, tak bersahabat, dengan para pustakawan berkacamata yang dicap 'tak bersahabat' kini bertransformasi menjadi ruang sosial dan produktif bagi masyarakat dengan suasana tenang untuk membaca tetap terjaga.
Yusuf (25), seorang pekerja lepas yang mengaku sering bekerja dari perpustakaan itu.
"Saya kan sistem kerja WFA (work from anywhere), jadi kalau lagi suntuk di rumah sering ke sini. Sekarang di sini juga lebih fleksibel, bukan buat baca buku doang. Banyak juga yang nongkrong atau kerja," kata Yusuf.
Ia menambahkan, suasana malam di perpustakaan lebih mendukung produktivitas.
"Kalau malam enggak silau, adem, dan enggak panas. Terus juga yang datang ke sini tuh kayak ngerti sama-sama butuh tenang. Jadi lebih rileks," ujarnya.
Meski mengaku jarang membaca buku fisik di perpustakaan, Yusuf mengaku sangat terbantu dengan fasilitas seperti Wi-Fi gratis, pencahayaan yang memadai, dan meja kerja yang nyaman.
"Menurut saya ya langkah maju. Membantu banyak orang yang perlu tempat gratis, nyaman, bersih buat kerja. Apalagi buat kayak saya yang enggak punya jam kerja tetap. Dibuka sampai malam tuh jadi menguntungkan banyak orang," ucapnya.
Saat meninjau Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin di TIM pada Jumat (9/5) sore lalu, Pramono mengatakan, "Tadi saya berdiskusi dan berdialog dengan beberapa pengunjung yang rata-rata memberikan apresiasi luar biasa atas dibukanya perpustakaan hingga pukul 22.00 malam. Bahkan, beberapa kali saat saya tanyakan, mereka berharap perpustakaan buka hingga pukul 23.00. Namun, menurut saya pukul 22.00 sudah cukup, karena itu sudah kita atur."
Dikutip dari laman beritajakarta.go.id, selama masa uji coba perpanjangan jam operasional hingga pukul 22.00 WIB, jumlah pengunjung meningkat hingga 53 persen.
"Ini merupakan angka yang signifikan. Selama ini, untuk mencapai 3.000 pengunjung per hari sangat sulit. Namun sekarang, di akhir pekan dengan perpanjangan jam operasional ini, jumlah pengunjung bisa mencapai 3.200 bahkan 3.600," ujar Pramono kala itu.
Kebijakan perpanjangan jam operasional ini mulai berlaku pada 7 Mei 2025 di sejumlah perpustakaan umum di lima wilayah administrasi DKI Jakarta.
Perpustakaan yang berada di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Suasana berbeda juga terasa di Perpustakaan Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.
Kawasan yang jadi primadona tongkrongan anak muda di Jaksel itu memiliki sebuah perpustakaan kecil di dalamnya. Pada Rabu (14/5) petang lalu, berbagai kalangan terlihat mengunjungi perpustakaan. Dari pelajar berseragam, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan pekerja yang tampak baru pulang beraktivitas terlihat ada di ruang perpustakaan tersebut.
Sebagian besar dari mereka tampak serius dengan laptop masing-masing, namun ada pula yang membaca buku. Meski sudah sore, ruang baca tetap terasa terang, nyaman, dan kondusif.
Berbeda dengan di Cikini, di Blok M itu, pengunjung perpustakaan Taman Literasi hanya boleh membaca buku di tempat, belum diizinkan pinjam bawa pulang.
Staf Corporate Communication Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Putri Ramadina mengatakan fenomena perpustakaan malam hari bukan sekadar soal jam operasional. Putri menyebutkan bahwa peran perpustakaan kini telah bergeser menjadi ruang yang multifungsi.
"Betul, khususnya Perpustakaan Taman Literasi sering sekali kita berkolaborasi untuk komunitas-komunitas melakukan aktivasi yang positif tentunya," tuturnya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (15/5) di sela kerjanya.
Selain membaca, tak sedikit pengunjung yang datang untuk bekerja.
"Tidak sedikit yang mereka datang hanya untuk buka laptop dan bekerja, dan tidak membaca buku," ungkapnya.
Hal ini terlihat dari dominasi aktivitas mengetik, rapat daring, hingga diskusi kelompok kecil yang kerap terlihat di berbagai sudut perpustakaan.
"Mix [pengunjungnya]. Ada mahasiswa, pelajar, pekerja, sampai masyarakat umum," katanya.
Putri mengatakan, berbeda dengan yang lainnya, perpustakaan di Taman Literasi itu sudah lama buka sampai malam. Dia mengatakan jam operasional hingga malam itu telah berlaku setidaknya sejak awal dibuka, sekitar lima tahun lalu.
"Perpustakaan Taman Literasi buka dari 08.00 hingga 21.00 dari awal buka tahun 2021," ujar Putri.
Kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang mendorong jam operasional malam di perpustakaan-perpustakaan lain, menurutnya, belum berpengaruh signifikan pada operasional Perpustakan Taman Literasi sendiri.
"Sejauh ini kami dari internal ITJ belum ada keputusan apapun mengenai jam operasional khusus untuk perpustakaannya," jelasnya.
Namun demikian, ITJ selaku pihak pengelola menyambut baik langkah yang kini juga diterapkan secara lebih luas.
"Pihak perpustakaan Taman Literasi Blok M menyambut baik kebijakan jam operasional hingga malam hari, karena memang saat ini kita juga sudah buka sampai malam hingga pukul 21.00. Harapannya kebijakan ini dapat mendorong minat baca serta pemanfaatan ruang publik secara lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Warga beraktivitas di luar perpustakaan di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Dia mengatakan biasanya pengunjung perpustakaan itu ramai pada akhir pekan, terutama di atas pukul 15.00. Meskipun tidak ada perbedaan mencolok antara pagi dan malam hari dari segi aktivitas, pihak pengelola menghadapi tantangan tersendiri.
"Tantangannya ketika ada pengunjung yang masuk ke perpus hanya untuk charge HP atau hanya bersantai, karena dengan kapasitas perpustakaan yang tidak begitu besar, kami mengutamakan orang-orang yang memang ingin membaca buku," jelasnya.
Sementara itu, untuk mengakomodasi pengunjung malam, sistem kerja di perpustakaan ini diatur dalam tiga shift.
"Shift di perpustakaan dibagi menjadi tiga. Pagi, siang, dan malam. Jadi relawan bergantian selama tiga kali dalam sehari," imbuhnya.
Meski jam malam bukan hal baru bagi Perpustakaan Taman Literasi, Putri menyebut hingga kini belum ada rencana untuk memperpanjang jam buka melebihi pukul 21.00.
"Sejauh ini belum ada keputusan apapun dari manajemen kami terkait dengan jam buka tutup perpustakaan, jadi kami masih dengan regulasi seperti biasanya yaitu buka jam 08.00 dan tutup jam 21.00," katanya.