icon-close
Massa aksi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se Jawa-Bali menggelar demonstrasi di depan Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), Jalan H. R. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam aksinya, massa menyatakan aksi kekerasan di Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya akibat ulah aparat TNI-Polri. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Massa aksi menuntut audiensi terbuka dengan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Koordinator aksi Yulianus Piame mengatakan kekerasan militerisme di tanah Papua seakan tidak ada habisnya. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Baru-baru ini, operasi militer di Kampung Jaindapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya yang dilakukan Satgas Habema TNI diduga menewaskan perempuan bernama Hetina Mirip. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Kepala Sekretariat Komnas HAM Papua Frits Ramandey menyebut dari laporan mitra Komnas HAM yang ada di lokasi kejadian, jenazah korban dimakamkan dengan cara yang tidak layak. Korban juga disebut baru ditemukan sembilan hari setelah operasi militer dilakukan. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Sementara itu, TNI membantah tudingan tersebut.  Mabes TNI menegaskan 18 orang yang menjadi korban dalam kontak tembak di Intan Jaya beberapa waktu lalu adalah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Hingga berita ini ditulis, puluhan orang Papua masih menyampaikan orasi di depan Kantor Kementerian HAM. Mereka belum diperkenankan bertemu Natalius Pigai. Hanya ada beberapa pejabat Kementerian HAM di lokasi demonstrasi. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Aksi menyampaikan pendapat ini turut diawasi oleh sejumlah aparat kepolisian. Arus lalu lintas tersendat tetapi masih memungkinkan untuk dilalui sehingga tidak dilakukan penutupan. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
icon-chevron-left
icon-chevron-right