icon-close
FOTO: Warga Suku Laut Terdampak Pengembangan KEK Tanjung Sauh Foto udara pembukaan lahan untuk pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pulau Tanjung Sauh, Kepulauan Riau, Sabtu (2/8).Pemerintah setempat merelokasi sebanyak 40 kepala keluarga (KK) warga keturunan Suku Laut ke Pulau Ngenang karena kawasan mereka masuk dalam area pengembangan KEK Tanjung Sauh. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
FOTO: Warga Suku Laut Terdampak Pengembangan KEK Tanjung Sauh Sejumlah anak keturunan warga Suku Laut bermain di kawasan permukiman bantuan Rumah Tidak Layak huni (RTLH) yang terdampak pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di kampung Air Mas, Pulau Tanjung Sauh, Kepulauan Riau, Sabtu (2/8). (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
FOTO: Warga Suku Laut Terdampak Pengembangan KEK Tanjung Sauh Puluhan rumah yang berada di Pulau Tanjung Sauh juga sudah ditandai sejak beberapa bulan lalu. Tanda itu berarti si penghuni rumah sudah bersedia untuk direlokasi.  (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
FOTO: Warga Suku Laut Terdampak Pengembangan KEK Tanjung Sauh Warga disebut mendapatkan uang tunai Rp5 juta untuk satu rumah yang kena relokasi, serta rumah baru di Pulau Ngenang lengkap dengan sertifikat. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
FOTO: Warga Suku Laut Terdampak Pengembangan KEK Tanjung Sauh Sebagian warga mengaku mereka terpaksa ikut pindah karena tak memiliki pilihan lain meskipun pulau tersebut sudah lama mereka huni dan jadi tempat kelahirannya. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
FOTO: Warga Suku Laut Terdampak Pengembangan KEK Tanjung Sauh PSN Tanjung Sauh akan dikelola oleh Panbil Group dengan nilai investasi Rp180-190-an triliun selama 10-20 tahun. Perusahaan mengatakan sudah mengurus izin AMDAL, lahan, dan sebagainya, serta menyebut pembangunan tak akan ganggu area tangkap nelayan. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
icon-chevron-left
icon-chevron-right