Satuan Brimob Polda Metro Jaya meminta maaf di hadapan massa aksi demonstrasi yang berkumpul di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8) pagi, untuk menuntut tanggung jawab kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan.
Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Anton Asrar, meminta maaf atas insiden rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol Affan Kurniawan hingga meninggal dunia.
Ia juga menyatakan Kapolri sudah bertemu orang tua korban, sementara tujuh personel Brimob dalam kasus itu sudah diamankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapolri telah menemui orang tua daripada korban, sudah ada tujuh anggota Brimob yang diamankan," ujar Anton di depan massa aksi, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).
"Kami minta maaf, itu merupakan ketidaksengajaan untuk kami," ucap Anton menambahkan.
Pernyataan itu sempat memicu amarah dari massa aksi. Mereka ramai bersorak hingga menunjuk ke arah polisi. Namun, situasi yang memanas itu kembali mereda dengan kehadiran personel TNI. Hingga akhirnya, massa aksi mulai membubarkan diri setelah beberapa jam bertahan.
Berdasarkan pantauan, massa sudah meninggalkan area Mako Brimob Kwitang pada pukul 10.35 WIB. Lalu lintas kendaraan di lokasi tersebut tampak tersendat. Lalu lintas dari arah Salemba dialihkan ke Flyover Senen arah Gunung Sahari.
Affan Kurniawan meninggal dunia setelah dilindas mobil rantis Brimob saat rangkaian aksi demonstrasi berlangsung di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (28/8) malam. Peristiwa itu terekam video dan beredar luas di media sosial.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Hedi Suheru untuk mengambil langkah yang diperlukan guna menangani korban. Asep berjanji akan menindak tegas pelaku yang menyebabkan wafatnya Affan.
(mfh/har)