Polisi Tembak Gas Air Mata, Dentuman Keras Terdengar di Depan Grahadi
Aparat kepolisian menembakkan senjata gas air mata ke arah massa aksi solidaritas Affan Kurniawan, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8).
Bentrokan terjadi, massa secara terus menerus melempar benda ke arah aparat kepolisian yang berjaga sisi dalam gerbang. Mulai batu, kayu, hingga petasan.
Sementara aparat, menembakkan water cannon, dan puluhan kali melontarkan tembakkan gas air mata. Juga terdengar sekitar lima kali dentuman keras yang belum diketahui apa sumbernya.
Aparat beberapa kali memukul mundur. Namun massa terus bertambah dan bertahan di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Kepala Biro Kampanye Hak Asasi Manusia (KanHAM) Kontras Surabaya, Zaldi Maulana, mengatakan ada sejumlah tuntutan dalam aksi ini.
Mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk:
1. Menghentikan penggunaan kekerasan berlebihan dalam setiap penanganan demonstrasi dan unjuk rasa.
2. Memecat dan memberikan hukuman sesuai mekanisme hukum pidana seluruh personel kepolisian yang telah terbukti melakukan tindak kekerasan sehingga menyebabkan gugurnya Affan Kurniawan.
3. Memberikan restitusi dan pemulihan kepada seluruh korban kekerasan polisi pada demonstrasi 25-28 Agustus 2025.
4. Bebaskan seluruh massa peserta aksi demonstrasi 25-28 Agustus 2025 yang saat ini ditahan di Mapolda Metro Jaya.
5. Terapkan Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(frd/jun)