Angin Berubah Arah di Solo, Brimob Kocar-kacir Kena Gas Air Mata

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 19:14 WIB
Pasukan Brimob di Solo mendapat penanganan medis setelah terkena gas air mata. (Foto: CNN Indonesia/Rosyid)
Solo, CNN Indonesia --

Pasukan Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jawa Tengah kocar-kacir terkena gas air mata saat membubarkan demonstrasi ojek online (ojol) di kawasan Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/8).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas kematian sesama pengemudi ojol, Affan Kurniawan akibat ditabrak rantis Brimob. Selain pengemudi ojol, aksi di Solo juga diikuti siswa SMA dan SMK.

Peristiwa Brimob terkena gas air mata terjadi pada sore hari. Pantauan CNNIndonesia.com, awalnya puluhan anggota Brimob bergerak untuk memukul mundur para demonstran di Timur Markas Brimob Surakarta.

Aksi Brimob ini diikuti water cannon dan rantis yang dilengkapi pelontar gas air mata. Massa kemudian melempar batu ke arah anggota Brimob tersebut.

Tindakan massa itu pun dibalas polisi dengan lontaran gas air mata ke arah massa yang berada di arah Timur. Namun, kepulan asap gas air mata tersebut justru berbalik ke arah Polisi karena angin bertiup ke arah Barat.

Akibatnya, puluhan anggota Brimob kocar-kacir dan kembali masuk ke markas. Beberapa anggota Brimob sempat mendapatkan perawatan medis.

Aksi pengemudi Ojol dan warga di Markas Brimob sendiri awalnya berlangsung damai. Sebagian pengemudi ojol bahkan sempat mengikuti salat ghaib untuk Affan bersama Kapolresta Surakarta, Kombes Catur Cahyono Wibowo. Bertindak sebagai imam, seorang perwakilan anggota Brimob.

Aksi mulai ricuh setelah Markas Brimob Surakarta dilempar dengan batu, botol air mineral, dan pecahan kaca. Kemudian ada juga yang menjebol pagar dan gerbang Markas Brimob Batalyon C Pelopor.

(syd/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK