Marinir dan Kopasgat Bantu Pengamanan Demo di Kwitang
Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara hingga Brigade Mobil (Brimob) Polri dikerahkan di Kwitang, Jakarta, untuk mengamankan massa yang protes kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, Jumat (29/8).
Sejak pagi, warga terutama pengemudi ojol memadati Markas Komando (Mako) Brimob menyerukan kekecewaan mereka.
Pantauan CNNIndonesia.com, sekitar pukul 19.00 WIB marinir, Kopasgat dengan baret oranye, hingga Brimob tampak mulai berjaga di sekitar Markas Komando (Mako) Brimob.
Rombongan Brimob juga tampak berjalan dan meneriakkan yel-yel di sekitar titik aksi. Saat mereka parade, tampak pasukan baret ungu atau para marinir. Tak jauh dari Markas Brimob di Kwitang juga terdapat markas Marinir.
Tak cuma mereka, pasukan baret hitam atau Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat juga terlihat berjaga di sekitar Mako Brimob.
Sejak sore hingga jelang malam, terdengar beberapa kali tembakan di Kwitang. Kemudian sekitar pukul 19.19 WIB gas air mata kembali ditembakkan dengan jangkauan lebih jauh sekitar 500 meter dari titik aksi.
Massa yang berdemo di Mako Brimob pada 29 Agustus menuntut pertanggungjawaban atas kematian Affan. Pengemudi ojol itu tewas dilindas kendaraan taktis saat demo pada Kamis malam. Saat itu, laki-laki berusia 21 tahun tersebut hendak mengantarkan pesanan makanan.
Polri kemudian dikecam banyak lapisan masyarakat karena hal itu menewaskan Affan Kurniawan. Kapolri Listyo Sigit kemudian menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita atas kematian Affan. Dia juga mengutarakan kekecewaan atas tindakan aparat yang berlebihan.
Sebelum demo menuntut keadilan untuk Affan, dalam beberapa hari terakhir, warga dari berbagai elemen berdemo di sekitar gedung DPR/MPR. Massa aksi mengkritik keras kebijakan DPR, salah satunya tunjangan rumah bagi anggota parlemen.
(isa/frl, mnf/chri)