Demo 29 Agustus, Kantor Polisi di Surabaya Rusak

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 23:51 WIB
Kerusakan yang terjadi di tengah demo di Surabaya sebagai solidaritas kematian Affan Kurniawan, ojol yang terlindas rantis Brimob, Jumat (29/8). (CNNIndonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Di tengah aksi solidaritas atas kematian ojek daring (ojol) almarhum Affan Kurniawan di Jakarta, kantor atau Mapolsek Tegalsari yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur dirusak sejumlah orang, Jumat (29/8) malam.

Belum dapat terkonfirmasi apakah pelaku perusak merupakan bagian dari demonstran yang menuntut keadilan atas kematian Affan usai dilindas rantis Brimob dalam demo tunjangan DPR di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.

Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah fasilitas di Mapolsek Tegalsari itu rusak. Dinding-dinding bagian depan dicoret.

Terlihat dari luar, sejumlah fasilitas yang ada di Malolsek Tegalsari rusak. Jendela dan pintu pecah. Kerusakan didiga juga sampai ke dalam ruangan SPKT.

Sementara itu, suasana Jalan Basuki Rahmat di sekitar kantor Mapolsek Tegalsari masih terjadi bentrok antara pihak kepolisian dan massa aksi.

Massa aksi yang terpantau masih bertahan di sekitar Jalan Basuki Rahmat juga membakar water barrier tepat di depan Mapolsek Tegalsari.

Hingga pukul 22.00 WIB, massa masih melempari petugas dengan batu dan petasan. Sementara petugas membalasnya dengan gas air mata.

Seperti diketahui Gabungan masyarakat sipil di Surabaya menggelar aksi solidaritas Darurat Kekerasan Aparat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, sejak Jumat (29/8) sore.

Aksi ini dilakukan untuk memprotes kekerasan aparat menyusul tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan akibat dilindas rantis Brimob.

Kepala Biro Kampanye Hak Asasi Manusia (KanHAM) Kontras Surabaya, Zaldi Maulana, mengatakan ada sejumlah tuntutan dalam aksi ini.

Mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk:

1. Menghentikan penggunaan kekerasan berlebihan dalam setiap penanganan demonstrasi dan unjuk rasa.

2. Memecat dan memberikan hukuman sesuai mekanisme hukum pidana seluruh personel kepolisian yang telah terbukti melakukan tindak kekerasan sehingga menyebabkan gugurnya Affan Kurniawan

3. Memberikan restitusi dan pemulihan kepada seluruh korban kekerasan polisi pada demonstrasi 25-28 Agustus 2025

4. ⁠Bebaskan seluruh massa peserta aksi demonstrasi 25-28 Agustus 2025 yang saat ini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

5. Terapkan Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tembakan gas air mata di Medan hingga Solo

Aksi serupa juga terjadi di sejumlah kota di Indonesia, terutama Jakarta pada Jumat ini.

Polisi pun menggunakan gas air mata untuk mengurai massa demonstran seperti di Medan (Sumatera Utara) dan Solo (Jawa Tengah).

Polisi membubarkan aksi pengemudi ojek online alias ojol dimarkas Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jawa Tengah yang berada di kota Solo, Jumat (29/8).

Tindakan tegas polisi tersebut bermula dari kericuhan di sebelah Barat Markas Brimob.

Beberapa anggota Brimob kemudian menembakkan gas air mata ke arah massa. Akibatnya, massa sempat kocar-kacir.

"Rekan-rekan silahkan mengambil sepeda motor dan membubarkan diri," kata seorang petugas dari mobil komando.

Namun tindakan tegas dari polisi itu tidak dihiraukan. Massa kembali berhimpun dan menyerang Markas Brimob dengan lemparan batu dan botol.

Saat berita ini ditulis pukul 22.50 WIB, massa masih mengepung Markas Brimob di Surakarta. Massa masih melemparan batu dan botol ke arah markas Brimob di Surakarta

Di Medan, aksi ribuan massa menolak tunjangan mewah DPR di Medan memanas pada Jumat ini. Aparat kepolisian meletuskan gas air mata untuk membubarkan massa.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia, aksi tersebut awalnya terpusat di depan Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. Akan tetapi jumlah massa terus berdatangan. Para pengunjuk rasa berpencar ke sejumlah arah.

Aparat kepolisian terus mendesak massa untuk membubarkan diri. Petugas juga dilengkapi dengan tameng dan pengamanan berlapis. Kendaraan barracuda dikerahkan untuk memukul mundur massa.

Akan tetapi massa menyerang balik. Polisi mengejar massa yang didominasi remaja ke segala penjuru. Petugas pun menembakkan gas air mata agar massa membubarkan diri pada Jumat petang tadi.

Sementara itu di Makassar, Sulawesi Selatan, sejumlah kendaraan bermotor yang berada di Kantor DPRD Makassar dibakar. 

Salah satu kendaraan yang jadi korban adalah milik seorang wartawan Metro TV, Ahmad Syafei. 

Peristiwa itu terjadi saat massa bergerak dari kampus UNM kemudian bergerak ke kantor DPRD. Namun, saat berada di lokasi massa berhenti dan melakukan pembakaran.

"Itu motor saya simpan di parkiran DPRD kota, karena mau (liputan) ke Maros," kata Ahmad Syafei, Jumat

Setelah liputan di Kabupaten Maros, Ahmad mengaku dirinya langsung menuju kampus UNM yang merupakan salah satu pusat titik aksi mahasiswa.

"Saya pikir tidak bakalan ke situ massa. Tapi, pas saya kesana ternyata massa membakar motor," ungkapnya.

Ahmad yang meliput lokasi pembakaran di kantor DPRD Makassar pun akhirnya mengetahui sepeda motornya terbakar, setelah tidak lagi berada di halaman parkiran.

"Saya kenali saat melihat velg motor saja," ularnya.

Hingga pukul 23.47 WITA, massa masih menguasai Jalan AP Pettarani dan melakukan pembakaran di tengah badan jalan.

(frd/syd/fnr/mir/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK