Dua Bus Polisi di Eks Mapolres Jakpus Dibakar, Markas Gegana Disatroni

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Agu 2025 03:34 WIB
Massa tak dikenal membakar dua unit bus polisi yang diparkir di eks Mapolrestro Jakpus dan mengambil sejumlah barang dari gedung yang kini jadi markas gegana.
Ilustrasi. Massa melakukan aksi pembakaran di tengah aksi di Jakarta, Jumat malam lalu. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua unit bus polisi yang diparkir di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, Jumat (29/8) malam dibakar massa tak dikenal.

Mengutip dari Antara, selain membakar bus polisi, massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai seratusan orang itu juga mengambil sejumlah barang yang berada di dalam gedung yang kini difungsikan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak jauh dari markas Gegana tersebut, kelompok massa yang berbeda membakar sebagian halte Transjakarta Senen Toyota Rangga pada Jumat malam.

Selain halte bus Senen Toyota Rangga, massa juga membakar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan sekitar pukul 21.00 WIB.

Pembakaran-pembakaran itu terjadi di tengah aksi solidaritas mahasiswa hingga masyarakat yang menuntut keadilan atas kematian ojol Affan Kuniawan yang dilindas rantis Brimob saat demo 28 Agustus lalu menggugat tunjangan DPR.

Diketahui, berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat h Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang hingga jelang malam.

Demonstrasi tersebut digelar untuk mengungkapkan rasa kekecewaan dan sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI kemarin.

Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Kericuhan di Pejompongan tersebut terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat, (29/8) dini hari mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dan berada di dalam rantis tersebut. Menurut dia, tujuh personel itu masih dalam proses pemeriksaan.

Insiden yang menewaskan Affan tersebut memicu unjuk rasa susulan yang melibatkan ratusan anggota masyarakat dan sejawat pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.

(antara/kid)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER