Staf humas DPRD Makassar, Muh Akbar Basri alias Abay turut menjadi korban meninggal dunia bersama dua korban lainnya setelah kantor DPRD dibakar kelompok orang tak dikenal pada Jumat (29/8).
Rumah duka Abay di Jalan Balang Baru 2, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, dipenuhi pelayat dan karangan bunga dari berbagai kerabat hingga pejabat Pemkot Makassar.
Abay dikabarkan meninggal dunia setelah aksi kelompok orang tak dikenal tiba-tiba melakukan pengrusakan dan pembakaran di kantor DPRD Makassar pada saat rapat paripurna berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Abay ditemukan tewas di lantai 2 ruangan staf humas DPRD kota," kata rekan korban, Muh Triadi Danial di rumah duka, Sabtu (30/8).
Pada saat kantor DPRD Makassar terbakar, kata Triadi bahwa Abay berusaha menyelamatkan diri. Namun, rekannya, Sarinawati terjebak kobaran api. Sehingga Abay berusaha menolong rekannya yang juga ditemukan meninggal dunia.
"Dia sempat turun. Tapi, dia naik lagi mau selamatkan yang terjebak itu. Yang meninggal itu juga yang ajudan," ungkapnya.
Dalam peristiwa tersebut, berdasarkan data dari BPBD Makassar tiga orang meninggal dunia yakni, Sarinawati (26), Syaiful (43) dan Abay dan 2 orang luka berat dan 3 luka sedang.
"Iya benar, jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang, korban luka berat 2 orang dan tiga orang luka sedang," kata Kepala BPBD Makassar, M Fadli kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (30/8).
Peristiwa itu bermula ketika kelompok orang tak dikenal di depan kantor DPRD Makassar melakukan pengrusakan dan membakar sejumlah kendaraan di depan kantor saat anggota dewan melakukan rapat paripurna dengan pimpinan Pemerintah Kota Makassar.
"Seluruh bangunan kantor DPRD Makassar mengalami rusak berat setelah dibakar semalam," ujarnya.
(mir/jal)