Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak berkomitmen mewujudkan kedamaian serta menegaskan penjarahan merupakan perbuatan tercela yang melanggar hukum dan bertentangan dengan ajaran agama.
"Masyarakat agar menahan diri dari tindakan anarkistik, vandalisme, perusakan fasilitas publik, serta penjarahan dan pengambilan properti orang lain secara tidak hak," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, pada Minggu (31/8).
"Kita semua perlu menahan diri, muhasabah (melakukan introspeksi), berkomitmen untuk mewujudkan kedamaian, melakukan perbaikan serta mencegah terjadinya tindakan destruktif yang bisa mengganggu keamanan dan kedamaian," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seruannya, MUI juga menyinggung pejabat yang masih gemar flexing alias memamerkan gaya hidup mewah untuk menghindari kebiasaan tersebut.
Ia juga mengimbau pejabat lebih mengedepankan gaya hidup sederhana dan terus membangun solidaritas sosial.
"Di tengah situasi sosial ekonomi dan sosial politik yang kurang baik, kesenjangan yang masih tinggi, maka pejabat dan masyarakat sudah seharusnya mengedepankan gaya hidup yang sederhana," ujar Niam.
"Membangun solidaritas sosial, mengedepankan semangat kesetiakawanan sosial, serta menghindari flexing, gaya hidup mewah dan hedonisme, meski sekadar untuk konten," lanjutnya lagi.
Sementara itu, setidaknya 7 fraksi DPR RI menyatakan sepakat untuk meninjau ulang tunjangan anggota DPR RI, termasuk tunjangan perumahan yang memantik polemik publik.
Pernyataan dari sejumlah fraksi itu muncul setelah masyarakat mengadakan aksi massa di berbagai daerah selama beberapa hari terakhir. Aksi ini merupakan eskalasi dari gelombang protes yang terjadi di beberapa titik di ibu kota Jakarta.
Demonstrasi meluas hingga ke kota-kota besar lain, seperti Bandung, Makassar, Surabaya, Solo, Kediri, hingga Yogyakarta.
Aspirasi yang dibawa dalam demo awalnya terkait penolakan tunjangan rumah anggota DPR RI senilai Rp50 juta per bulan. Namun, situasi memanas dan demo pun meluas usai tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis Brimob.
(frl/vws)